Peluang atau Bencana : Kualitas Human Capital Indonesia Menghadapi Bonus Demografi dalam Rentang Revolusi 4.0

Isu potensial terkait bonus demografi saat itu telah sirna tergantikan dengan isu baru yang tak kunjung mensejahterakan kehidupan masyarakat...

Isu potensial terkait bonus demografi saat itu telah sirna tergantikan dengan isu baru yang tak kunjung mensejahterakan kehidupan masyarakat. Sirnanya isu terkait bonus demografi ini ibarat kabar burung yang menghebohkan berbagai lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan, dan hilang secepat kilat karena masuk telinga kanan tembus telinga kiri (tanpa implementasi persiapan). Bonus demografi menjadi isu hangat yang didewakan oleh semua kalangan karena kabarnya dapat menjadi periode emas bagi Indonesia. Kabar ini menjadi suatu momentum yang membahagiakan bagi seluruh penghuni pertiwi sebab akan menjadi peluang dalam pertumbuhan Negara dan kesejahteraan masyarakat. 

Peluang atau bencana bonus demografi Milenial Indonesia
Shutterstock.com

Dalam realitanya, penyambutan kedatangan bonus demografi ini tidak dilakukan dengan persiapan yang maksimal dari subjek pelaksana sehingga dapat menjadi malapetaka bagi pertumbuhan Indonesia. Ketidaksiapan ini salah satunya dapat dilihat dari kualitas sumber daya manusia (penduduk produktif) yang belum matang baik dari sisi kognitif, emosional, mental hingga ketrampilannya. Generasi Y dan Z menjadi generasi yang masuk dalam kualifikasi penduduk usia produkif Indonsia. Kedua generasi tersebut memiliki karakter yang hampir sama sebab hidup dalam masa perkembangan teknologi yang menjadi dasar munculnya revolusi 4.0. Kedua generasi ini memiliki karakter yang dapat menjadi peluang dalam mempersiapkan bonus demografi Indonesia, namun juga dapat menjadi bencana jika tidak diberikan management human capital yang tepat dan terkontrol. 

Baca Juga : Pentingnya Pendidikan Politik Bagi Millenial di Era Revolusi Industri 4.0

Kualitas human capital Indonesia hingga saat ini masih menunjukkan perkembangan yang dapat dikatakan memprihatinkan, dan bonus demografi juga sudah ada di depan mata. Berbagai bentuk ketidaksiapan dari subjek pelaksana dalam menyambut bonus demografi ini, dikarenakan struktur pemangku kebijakan serta kultur masyarakat yang masih kaku dalam melihat perkembangan revolusi 4.0 di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari sistem pendidikan Indonesia yang dalam pelaksanaanya masih berpacu pada pengembangan kognitif meskipun program yang digencarkan mengatas namakan peningkatan ketrampilan. Transformasi sistem pendidikan harus menjadi prioritas dalam pembangunan dan menyiapkan SDM yang berkualitas untuk menghadapi bonus demografi tahun 2030-2040 mendatang. Untuk bisa menghadapi bonus demografi harus adanya berbagai persiapan salah satunya dengan peningkatan terhadap produktivitas kerja SDM di Indonesia melalui grand design pembangunan dalam bidang pendidikan.

Bonus Demografi dan Kualitas SDM Indonesia
Secara umum Bonus demografi dapat didefinisikan suatu kondisi jumlah penduduk usia produktif (rentang usia 15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan usia non-produktif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil sensus penduduk tahun 2010 angka rasio ketergantungan berada di rentang antara 40-50 persen, yang berarti bahwa 100 orang usia produktif menanggung 40-50 orang usia tidak produktif. Kalaupun dipilah ke dalam kelompok desa dan kota, maka angka ketergantungan di perkotaan sudah mencapai angka 46,6 persen, artinya sudah masuk dalam rentang “masa keemasan” bonus demografi. Sementara itu, untuk perdesaan masih bertengger di angka 56,3 persen. Menarik dari data tersebut adalah bahwa sekitar 34 persen dari masyarakat kita berada di rentang usia muda (15-35 tahun) yang sangat produktif. Sehingga dapat diprediksi puncak bonus demografi akan terjadi pada tahun 2030-2040.

Salah satu fokus dalam memanfaatkan bonus demografi ini adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam aspek pendidikan yang bisa dianalisis menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Merujuk data dari Human Development Report (HDR) 2020, UNDP mencatat IPM 2015 di Indonesia mencapai 71,92 dan masih berstatus pembangunan manusia “sedang”. Capaian ini menempatkan Indonesia pada peringkat 111 diantara 189 negara di dunia. Sementara itu, di ASEAN Indonesia berada pada posisi ke-6 setelah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand dan Filiphina (BPS 2020). Oleh karena itu, dari adanya peluang bonus demografi mamun tidak disandingi dengan tingginya kualitas human capital, perlu adanya penataan sistem pendidikan sebagai bentuk persiapan menuju bonus demografi dalam rentang revolusi 4.0 di Indonesia.

Upaya Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia
Sebagai bentuk persiapan memasuki masa emas Indonesia ditengah revolusi 4.0 perlu adanya serangkaian transformasi pendidikan, untuk dapat mempersiapkan para generasi pelaksana dalam memanfaatkan peluang tersebut. Dan upaya yang dapat dilakukan oleh stakeholder untuk meningkatkan mutu pendidikan bisa melalui:

Pertama, terkait kebijakan kurikulum pendidikan, fasilitas pendidikan, aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan proses belajar mengajar yang dapat di design dengan menyesuaikan pada kearifan lokal setiap daerah di seluruh wilayah di Indonesia. Dalam hal ini selain mempersiapkan human capital Indonesia juga dapat memberikan konsep pengembangan yang maksimal dengan mengacu pada pemanfaatan potensi sumber daya alam dalam setiap daerah di Indonesia. Sebagai bentuk contoh pemerintah bisa mengembangkan pendidikan dalam bidang kemaritiman, pariwisata, industri kreatif, yang berdasar pada revolusi 4.0 serta mengajak kepada semua pemegang kepentingan, terutama siswa untuk belajar langsung di lingkungan masyarakat dan alam.

Kedua, adanya konsep integrasi pelaku pendidikan yang meliputi pendidikan Keluarga, Sekolah dan Masyarakat (KSM) yang merupakan bentuk pendidikan holistik untuk membentuk pribadi SDM yang unggul dan berintegritas. Langkah yang dilakukan bisa berupa peran keluarga dalam mengontrol anak, menyediakan wadah bagi bakat remaja serta pembelajaran life skills yang dilakukan di Sekolah serta pendampingan akan perlunya remaja masuk dalam struktur masyarakat secara langsung dalam berbagai organisasi. Misalnya Karang Taruna, Remaja Masjid, IPNU-IPPNU, IPM dan lain-lain.

Ketiga, dalam segi pemerataan pendidikan, perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan di luar pulau jawa. Hal tersebut bisa dilakukan dengan pengiriman berbagai guru pengajar yang sesuai bidang masing-masing ke seluruh pulau terpencil di Indonesia. Selain itu, meningkatkan minat mahasiswa dalam bidang Pendidikan, salah satunya mempercepat pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil. Sehingga dengan adanya pemerataan pendidikan ada kesetaraan kualitas pendidikan antar pulau di Indonesia.

Keempat, pemberian beasiswa dengan perbaikan sistem agar tepat sasaran dan dapat memberikan akses pendidikan kepada anak yang tidak mampu. Melihat pada realita yang ada, sistem penjaringan beasiswa baik dari tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan menengah belum menyeluruh dan masih tidak tepat sasaran. Sistem yang digunakan seharusnya berpacu pada sistem penjaringan beasiswa dengan proses survei secara langsung dan mendalam dari lembaga pendidikan. Selain itu, beasiswa juga dapat diberikan oleh kepala daerah sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih oleh putra putri daerahnya. Hal ini dapat menjadi suatu motivasi eksternal bagi seorang anak dalam meningkatkan prestasinya.

Kelima, peningkatan pendidikan karakter bagi anak melalui perubahan kurikulum yang tidak hanya mengacu pada peningkatan kognitif, melainka juga peningkatan emosional dan ketrampilan anak dengan memadukan antara muatan kurikulum (30%) dengan sosial projek (70%). Sebab dalam realitanya, yang difokuskan terjun sosial hanya mahasiswa. Seharusnya siswa sejak dini juga diarahkan untuk terjun lapangan. Sosial projek ini dapat memberikan arahan pada pengembangan ketrampilan sejak dini pada masing-masing individu anak, sebab hingga saat ini sistem pendidikan Indonesia belum memperhatikan beragam karakter yang dimiliki subjek pendidikan.

Keenam, pembentukan program pengabdian terutama bagi anak yang mendapatkan beasiswa berprestasi dari daerah ataupun negara. Program pengabdian ini dapat dibentuk dengan menyinkronkan antara jurusan atau bidang keilmuan dengan wilayah tempat anak mengabdi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pendidikan karakter bagi anak selain projek sosial yang diberkan saat berlangsungnya kegiatan megajar.

Dari serangkaian upaya perbaikan kualitas ini, diharapkan dapat menjadi pemecahan masalah yang solutif dalam meningkatkan kualitas human capital Indonesia sehingga saat memasuki masa bonus demografi tahun 2030-2040 dapat menjadi peluang bagi pertumbuhan Indonesia.

Penulis : Laili Rokhmawati Putri Sunarto

COMMENTS

Name

Aplikasi,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,12,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,103,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,5,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,17,REFLEKSI,2,Sosial,24,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Peluang atau Bencana : Kualitas Human Capital Indonesia Menghadapi Bonus Demografi dalam Rentang Revolusi 4.0
Peluang atau Bencana : Kualitas Human Capital Indonesia Menghadapi Bonus Demografi dalam Rentang Revolusi 4.0
https://1.bp.blogspot.com/-JCT8-vQzdzM/X3Q3U7KOMoI/AAAAAAAAAuw/IoOJr0qzm_w492ePWU_3UkiKz605ZIqEACLcBGAsYHQ/cara-networking-ala-generasi-milenial-Gg7Yu6YMnf.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-JCT8-vQzdzM/X3Q3U7KOMoI/AAAAAAAAAuw/IoOJr0qzm_w492ePWU_3UkiKz605ZIqEACLcBGAsYHQ/s72-c/cara-networking-ala-generasi-milenial-Gg7Yu6YMnf.jpeg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/09/peluang-atau-bencana-kualitas-human.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/09/peluang-atau-bencana-kualitas-human.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content