Penerapan Sistem Pendidikan AYO TERAMPIL Dalam Perspektif Plato dan Howard Gardner

SHARE:

Sistem pendidikan AYO TERAMPIL diperlukan untuk saat ini bahkan yang akan datang, karena perkembangan dan kebutuhan industri yang sangat kompleks.

Baca Juga :

Pengantar

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Perkembangan manusia bergantung pada sistem pendidikan yang ada. Pada zaman sekarang, kebanyakan orang memperoleh pengetahuan dan keterampilan tidak hanya pada pendidikan formal. Mereka mengembangkan diri dengan mengikuti pendidikan nonformal. Sebagian besar manusia menempuh pendidikan bertujuan hanya untuk mencari suatu pekerjaan. Maka, manusia perlu mengembangkan bakat dan minat untuk mendapatkan hal tersebut. Penulis akan membahas tiga rekomendasi, yakni Education System as Open System, Multiple Intelligence menurut Howard Gardner dan sistem pendidikan Plato. Selain itu, mencari keterkaitan diantara ketiga sistem tersebut untuk membentuk sebuah filsafat pendidikan untuk masa depan.

Education System as Open System

Pendidikan tidak hanya didapatkan melalui sekolah formal, terdapat banyak sistem pendidikan yang beragam. Salah satunya pendidikan nonformal yang merupakan salah satu dari sistem pendidikan. Hal tersebut terbukti dalam lingkungan budaya masyarakat dan beberapa diantaranya menjadi sebuah lembaga. Pendidikan nonformal terlaksana komunitas dan masyarakat. Namun, sejauh ini, dominasi pendidikan formal memberi dampak yang besar bagi manusia. Pendidikan formal terdiri dari sekolah, perguruan tinggi, struktur masyarakat dan pelayanan yang mendukung hal tersebut.

Sistem pendidikan di negara-negara Asia Pacific sangat bervariasi dalam hal struktur dan bentuknya. Bergantung pada tingkat perkembangan ekonomi dan industri. Dalam negara berkembang, sistem pendidikan formal didapatkan dari barat dan bertumbuh pesat, kemudian menggantikan sistem pendidikan tradisional.

Ada empat permasalah yang mendasar dalam sistem pendidikan:

1. Terdapat ledakan besar dalam pendaftaran dan siswa memiliki latar belakang yang bervariasi.

2. Pendidikan formal memperluas jangkauan namun sistemnya masih sama dan merupakan hasil dari replikasi dari sistem yang ada.

3. Terdapat perbedaan antara pendaftar dengan tujuan sistem pendidikan yang ada.

4. Sistem pendidikan yang cenderung didorong oleh krisis dari pada berorientasi pada pembangunan.


Dalam melakukan perubahan sistem pendidikan untuk masa depan, hal yang perlu dirubah, yakni struktur dan orientasi sistem pendidikan. Hal itu sangat mendesak dan penting. Sistem pendidikan harus menaruh perhatian dalam memelihara institusi yang memiliki kreativitas dalam menyajikan sistem pendidikan yang lebih efektif. Permasalahan dalam pendidikan sekarang, yakni proses menciptakan sistem pendidikan yang berbasis pengembangan sudah tidak diperhatikan. Salah satu cara dalam menghadapi permasalahan tersebut, yakni sistem pendidikan harus terbuka dengan sistem baru yang sesuai dengan tantangan masa depan dan pendidikan akan memiliki orientasi yang jelas dalam menjawab persoalan yang ada.

Pada masa sekarang, pendidikan formal berpusat pada sekolah, universitas dan lain sebagainya, hal itu merupakan wujud konkret dalam sistem pendidikan yang ada sekarang. Sistem pendidikan mengalami evolusi menjadi “sistem terbuka” ditandai dengan perkembangan yang lebih pesat. Dalam sistem pendidikan akan mengalami peningkatan variasi dan perbedaan yang mencolok untuk melayani berbagai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan sendiri memiliki orientasi terhadap masa depan mencakup pendidikan-kerja. Terutama dalam “learning force”, yakni orientasi internal struktur sistem pendidikan;

1. Pendidikan formal perlu memiliki waktu belajar yang lama atau sesuai dengan kebutuhan para pelajar. Pendidikan anak usia dini akan menjadi bagian dari layanan pendidikan, serta membuat pendidikan dasar dan tahap pembelajaran.

2. Pendidikan harus relevan dengan kondisi yang ada dan menjawab kebutuhan pelajar, karena hal itu merupakan elemen penting bagi sistem pendidikan.

3. Sistem pendidikan formal harus memiliki jaringan yang menghubungkan antara pendidikan dengan pekerjaan.


Sistem pendidikan formal memiliki struktur internal yang kaku sehingga hal itu menjadi penghalang utama untuk menghentikan perubahan dalam pendidikan. Strategi inovatif dapat bertujuan untuk menciptakan institusi, program dan metode baru. Strategi tersebut merupakan terobosan untuk melawan sistem pendidikan yang kaku, misalnya universitas. Sistem pendidikan adalah bagian dari masyarakat. Strategi inovatif menciptakan kegiatan pengembangan masyarakat, misalnya pelatihan, penyuluhan, pengembangan dalam industri kecil, dan sebagainya. Hal ini berada diluar sistem pendidikan formal.

Walaupun begitu, sistem pendidikan formal akan terus berjalan untuk mengatasi empat permasalahan dasar yang ada. Dari fenomena tersebut, telah menciptakan garis pemisah antara sistem pendidikan formal dengan sistem pendidikan nonformal dan membuat kedua sistem tersebut terbuka satu sama lain. Kedua sistem tersebut terdapat timbal balik dan menjadi sumber inovasi.

Sistem terbuka dalam pendidikan akan menjadi suatu hal yang berbeda karena terdapat variasi dan bentuk pengetahuan, pengalaman, keterampilan, wawasan sosial dan budaya yang menarik. Tujuan sistem tersebut adalah fokus pada pendidikan manusia secara individu.

Multiple Intelligence

Dalam karyanya yang berjudul Frame of Mind (1983), Howard Gardner menemukan kecerdasan ganda yang dapat dijadikan sistem pendidikan, meliputi:

1. Kecerdasan Linguistik (linguisti)

Kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif baik lisan maupun tertulis. Anak yang memiliki intelegensi linguistik tinggi akan berbahasa dengan lancar, baik, dan lengkap, mudah mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan mudah belajar beberapa bahasa. Kecerdasan ini mencakup kemampuan menggunakan bahasa untuk mengeksprsikan diri dengan baik dan bahasa sebagai sarana untuk mengingat informasi. Kemampuan yang menonjol yakni mengerti urutan dan arti kata-kata, menjelaskan, mengajar, bercerita, berdebat, humor, mengingat dan menghafal, menulis dan berbicara, bermain drama, berpuisi, berpidato. Fungsi: Dramawan, editor, pengarang, jurnalis, sastrawan, orator, ahli sastra, novelis, pengacara, pucblic speaking.

2. Kecerdasan Matematika-logis (logical-mathematical intelligence)

Kecerdasan logika matematika terdiri dari kemampuan menganalisa masalah secara logis, melakukan operasi matematika, dan menyelidiki masalah secara ilmiah. Menurut Howard, hal ini memerlukan kemampuan untuk mendeteksi pola, alasan deduktif dan berpikir logis. Kecerdasan ini paling sering dikaitkan dengan pemikiran ilmiah dan matematika. Kemampuan yang menonjol: logika, filsafat, reasoning, klasifikasi dan kategorisasi, abstraksi dan simbolisasi, pemikiran induktif dan deduktif, menghitung dan bermain kata, dan problem solving. Fungsi: saintis, programer, negosiator, matematikus.

3. Spatial intelligence

Kemampuan untuk menangkap dunia ruang-visual secara tepat. Kecerdasan spasial melibatkan potensi untuk mengenali dan menggunakan pola ruang yang luas atau terbatas. Kemampuan yang menonjol: mengenal relasi benda-benda dalam ruang dengan tepat, imajinasinya aktif. Fungsi: pemburu, arsitek, dekorator, navigator, ahli peta, pelukis, pemahat, pemain catur.

4. Kecerdasan kinestetik-badani (bodily-knesthetik intelligence)

Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan yang menonjol: mudah berekspresi dengan tubuh, mengkaitkan pikiran dan tubuh, main drama dan main peran, menari, aktif bergerak. Fungsi: aktor, atlet, penari, pemahat, ahli bedah, olahragawan.

5. Kecerdasan musikal (Musical intelligence)

Kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikamati bentuk-bentuk musik dan suara. Termasuk kepekaan akan ritme, melodi, dan intonasi, kemampuan memainkan alat musik, kemampuan menyanyi, mencipta lagu, kemampuan menikmati lagu, musik dan nyanyi. Kemampuan yang menonjol: kepekaan terhadap suara dan musik, tahu struktur musik dengan baik, mudah menangkap musik, menciptakan melodi, peka dengan intonasi, ritmik, menyanyi, pentas musik. Fungsi: penyanyi, pemain opera, dirigen, pemain musik.

6. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence)

Kemampuan untuk memahami niat, motivasi dan keinginan orang lain. Hal ini memungkinkan orang untuk berkerja secara efektif dengan orang lain. Selain itu, kemampuan untuk memahami diri sendiri, untuk menghargai perasaan, ketakutan dan motivasi. Menurut Gardner kecerdasan ini melibatkan model kerja yang efektif dari diri kita sendiri. Kemampuan yang menonjol: mudah kerjasama dengan teman, mudah mengenal dan membedakan perasaan dan pribadi teman, komunikasi verbal dan non-verbal, peka terhadap teman, empati dan suka memberikan feedback. Fungsi: komunikator, fasillitator, penggerak massa, pemersatu.

7. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence)

Kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengenalan diri. Kemampuan yang menonjol: dapat berkonsentrasi dengan baik, kesadaran dan ekspresi perasaan-perasaan yang berbeda, pengenalan diri yang dalam, keseimbangan diri, reflektif dan suka kerja sendiri. Fungsi: Sufi, pendoa batin, spiritual yang mendalam, pendamai.

8. Kecerdasan lingkungan atau naturalis (Naturalist intelligence)

Kemampuan untuk dapat mengerti flora dan fauna dengan baik. Kemampuan untuk memahami dan menikmati alam, dan menggunakan kemampuan itu secara produktif dalam berburu, bertani dan mengembangkan pengetahuan alam. Kemampuan yang menonjol: mengenal flora-fauna, mengklasifikasi dan identifikasi, tumbuhan dan binatang dan suka pada alam. Fungsi: Botanis dan anatomis.

9. Kecerdasan eksistensial (Exixtencial intelligence)

Kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Kemampuan yang menonjol: kepekaan dan kemampuan untuk menjawab persoalan eksistensi manusia; apakah makna hidup ini; mengapa kita lahir dan mati? Fungsi: Filsuf.

Plato

Epistemologi: Plato terkenal dengan pemikirannya tentang ide-ide. Ia menegaskan bahwa segala sesuatu ini terbentuk oleh ide-ide. Ide berasal dari kata Yunani yakni eidos. Terdapat tiga sifat ide yakni non-material, abadi dan tidak berubah. Plato memandang bahwa segala sesuatu yang konkret terdapat dalam ide-ide. Hakikat dari segala sesuatu yakni ide-ide. Ia menegaskan bahwa segala sesuatu yang nampak oleh panca indera merupakan bayang-bayang dari wujud konkretnya yang ada dalam dunia ide. Ide yang paling tinggi yakni ide “baik” atau agathon.

Dengan demikian, Plato membedakan antara realitas dan penampakan. Realitas berisi ide-ide dan bersifat universal, kekal, tak berubah dan sempurna. Sedangkan. Dunia penampakan adalah segala sesuatu yang berubah, tidak sempurna, semu dan penuh ilusi. Ide-ide merupakan dasar dari keberadaan segala sesuatu yang ada di dunia penampakan kita. Plato berpendapat bahwa relasi antara realitas ide-ide dan dunia penampakan dapat dipahami dalam tiga cara yakni: Pertama; Ide-ide hadir dalam setiap benda yang nampak di panca indera, namun keutuhan dan kesempurnaan ide tidaklah berkurang karena kehadiran itu. Kedua; Setiap benda yang nampak di panca indera mengambil bagian dalam satu atau beberapa ide, sekali lagi keutuhan dan kesempurnaan tidak berkurang sama sekali. Ketiga; ide-ide merupakan paradeigma bagi setiap benda yang nampak, benda-benda adalah kehadiran yang tak sempurna dari paradeigma.

Titik tolak dari pemahaman akan realitas dan dunia yang nampak, Plato menjelaskan dua bentuk pengenalan yakni:

1. Episteme, pengenalan rasional yang sifatnya, teguh, jelas, tidak berubah. Episteme dibagi menjadi dua yakni dianonia dan noesis (Arke).

2. Doxa atau opini, pengenalan inderawi atas benda-benda, sifatnya tidak tetap, tidak sempurna dan tidak pasti. Doxa dibagi menjadi dua yakni eikasia (gambar) dan pistis.


Cara menuju kepada pengetahuan sejati yakni dengan perpindah dari doxa ke episteme. Episteme adalah satu-satunya pengetahuan yang benar dan paling tinggi.

Antropologi: Dari pandangan epistemologinya, Manusia menurut Plato yaitu sesuatu dipengaruhi oleh pemikirannya tentang realitas ide dan dunia penampakan. Ia melihat manusia terdiri dari dua hal, yaitu tubuh dan jiwa. Menurutnya tubuh dan jiwa memiliki bagian-bagiannya masing-masing yakni: Pertama,Tubuh terdiri dari kepala, dada dan perut dan kedua, Jiwa terdiri dari akal, kehendak dan nafsu.

Setiap bagian dari tubuh dan jiwa memiliki keutamaan. Jika bagian-bagian tersebut disatukan dalam diri manusia maka akal terletak pada kepala yang memiliki keutamaan kebijaksanaan, kehendak terletak pada dada yang memiliki keutamaan keberanian dan nafsu terletak pada perut yang memiliki keutamaan ugahari. Jika manusia mengembangkan setiap keutamaan dalam setiap bagian jiwa dan tubuh, maka ia akan menjadi manusia yang berbudi luhur.

Menurutnya, jiwa dan badan itu terpisah. Jiwa memiliki sifat yang kekal dan abadi sedangkan badan dapat hancur dan tidak kekal. Jiwa memiliki dua fungsi yakni dapat menggerakkan dirinya sendiri dan badan. Tanpa jiwa, badan tidak dapat bergerak. Apa kaitannya antara epistemologi terhadap antropologinya? Plato menegaskan bahwa jiwa berhubungan dengan ide-ide yang bersifat kekal dan abadi. Hanya jiwa yang dapat menangkap ide-ide sedangkan badan tidak dapat melakukannya. Bagi Plato, badan merupakan penjara bagi jiwa. Jika badan yang mengalami kematian sedangkan jiwa itu kekal dan akan berkumpul kembali dengan ide-ide yang kekal.

Dalam jiwa terdapat kandungan logam. Setiap jiwa manusia memiliki kandungan logam yang berbeda-beda. Terdapat tiga macam logam yakni emas, perak dan perunggu. Jiwa yang cocok menjadi pemimpin adalah jiwa yang memiliki kandungan emas. Jiwa yang memiliki kandungan perunggu cocok menjadi pembantu (Penjaga) sedangkan jiwa yang memiliki kandungan perunggu dapat menjadi produsen.

Pendidikan: Dari epsitemologi dan antropologinya, Plato membuat sistem pendidikan. Ia menyarankan bahwa setiap orang yang memiliki jiwa dengan kandungan logam yang berbeda, harus menerima pendidikan yang berbeda. Misalnya; Pendidikan orang yang memiliki jiwa yang mengandung emas tidak dapat disatukan dengan orang yang memiliki jiwa yang mengandung perunggu. Ia juga berpikir bahwa setiap orang harus menerima pendidikan yang sesuai dengan peran yang akan dilakukan dalam masyarakat ketika sudah dewasa. Pendidikan Plato yakni; tahap pertama, seperti keterampilan menulis, berhitung dan membaca. Selanjutnya pada umur 10-18 tahun, menerima pendidikan musik dan gymnatike. Tahap kedua, formasi logistikon yakni anak-anak menerima pendidikan dalam lima bidang ilmu matematika selama 10 tahun dan pendidikan filsafat berupa ilmu dialektika selama 5 tahun. tahap ketiga adalah penugasan. Pada umur 35 tahun menjadi pemimpin negara dan pada umur 50 tahun fokus pada permenungan filosofis. Tujuan dari pendidikannya yakni, untuk anamnesis. Anamnesis, yaitu membantu manusia untuk mengingat kembali tentang pengetahuan yang sudah dimiliki ketika jiwa masih belum terpenjara dalam tubuh. Selain itu, dengan sistem pendidikannya, Plato ingin membantu manusia untuk mencapai keutamaan supaya dapat berbudi luhur dan dipersiapkan untuk menjadi punggawa dan pemimpin negara.

Analisis Inovasi Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu proses pengembangan diri manusia. Menurut Plato, setiap orang memiliki jiwa yang berbeda-beda sehingga pendidikan yang diterima juga harus berbeda. Dengan kata lain, pendidikan itu ditujukan pada jiwa bukan pada tubuh manusia. Pada masa sekarang, sistem pendidikan yang ada selalu bergantung pada perkembangan industri dan ekonomi negara. Hal ini perusahaan/lembaga dapat mencari pekerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang unggul, misalnya, dari universitas atau sekolah. Setiap orang menyadari bahwa mereka harus memperoleh pendidikan supaya dapat mencari pekerjaan dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu, pengetahuan, wawasan sosial, keterampilan dan lain sebagainya, didapatkan tidak hanya pada pendidikan formal tetapi juga pendidikan informal. Peran pendidikan informal menjadi satu kesatuan dalam masyarakat. Pengetahuan atau keterampilan tidak hanya didapatkan melalui pendidikan formal.

Pendidikan formal dan nonformal berkembang secara berdampingan dan menghadapi permasalahan masing-masing. Pendidikan formal memiliki empat permasalahan yang mendasar pada zaman sekarang, sedangkan pendidikan nonformal menghadapi permasalahan yang dibutuhkan oleh setiap orang untuk mengembangkan diri dalam mencari suatu pekerjaan. Pendidikan saat ini berorientasi menentukan suatu pekerjaan misalnya, seseorang mendalami bidang pendidikan untuk dapat bekerja menjadi guru, tutor, pamong, dosen dan lainnya. Begitu pula dengan sistem pendidikan yang ada, baik formal maupun nonformal.

Sistem pendidikan formal dan nonformal memiliki hubungan timbal balik dalam pengembangan diri manusia. Apa yang tidak didapat oleh peserta didik pada pendidikan formal, seseorang akan mengikuti pendidikan nonformal dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Kekurangan dari sistem pendidikan formal, yakni mengabaikan pendidikan yang berbasis pengembangan. Selain itu, hanya mengatasi krisis yang ada (empat permasalahan yang mendasar). Sistem pendidikan formal dan nonformal harus memiliki suatu sistem belajar yang mengembangkan kecerdasan manusia. Menurut Howard Gardner, manusia memiliki sembilan kecerdasan. Jika sistem pendidikan memusatkan pada sembilan kecerdasan tersebut, maka manusia dapat mengembangkan diri secara maksimal dan ketika mencari suatu pekerjaan sesuai dengan kebutuhan, tidak perlu khawatir akan keterampilan apa yang dimiliki. Sebab secara teori dan praktek telah mendapatkan dan menguasai keterampilan tertentu. Maka, tujuan sistem terbuka dalam pendidikan akan menciptakan manusia yang berkembang akan yang didapatkan melalui pengalaman. Selain itu, manusia siap menghadapi tantangan di masa depan.

Pendidikan menurut Plato berorientasi pada kebutuhan diri manusia, sehingga dapat membuat setiap orang belajar sesuai dengan kemampuan yang akan dilakukannya dalam masyarakat. Makna belajar suatu ilmu tidak hanya untuk mencari gelar yang dapat mencari pekerjaan sesuai apa yang diingankannya. Namun, tujuan pendidikan Plato yang sesungguhnya dapat memgembangkan keutamaan dalam diri manusia sehingga menjadi manusia yang berbudi luhur.

Pembelajaran penggabungan antara pendidikan formal dan nonformal dalam kurikulum yang sama, maksudnya sekolah mengkolaborasikan dengan pendidikan keterampilan yaitu bekerja sama dengan lembaga pendidikan non formal. Sebagai contoh sekolah bekerja sama dengan lembaga kursus bahasa yang bersertifikasi kemudian diakhir pembelajaran peserta didik mendapatkan sertifikat keterampilan dari lembaga yang bersangkutan. Sehingga diharapkan bahwa peserta didik tidak hanya mendapatkan bekal dalam hal ilmu pengetahuan melainkan juga keterampilan yang diminati peserta didik. Perlu ditekankan pendidik berasal dari lembaga tersebut yang bersertifikasi bukan ekstrakulikuler yang pendidik berasal dari kakak kelas atau pendidik yang tidak memiliki sertifikasi dalam keterampilan tersebut. Maka demikian dengan ini pendidikan formal dan nonformal dapat berdampingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Penggabungan metode dari Plato dan Howard Gardner dapat diterapkan menjadi sistem pendidikan AYO TERAMPIL yang sangat berguna bagi peserta didik dalam meningkatkan kualitas diri dalam bidang industri pada masa sekarang. Pendidikan menurut kedua tokoh tersebut bertujuan membentuk manusia yang siap dalam penempatan kerja. Selain itu, sangat cocok dengan kebutuhan saat ini, yakni seseorang mendapatkan pendidikan untuk mencari pekerjaan. Dengan demikian, Penulis menemukan sistem filsafat pendidikan baru dengan menggabungkan tiga rekomendasi tersebut.

Kesimpulan

Sistem pendidikan formal dan nonformal memiliki hubungan timbal balik satu sama lain. Hasil dari relasi tersebut, mengangkibatkan sistem pendidikan dapat sebagai sistem terbuka. Dengan begitu, sistem pendidikan memiliki satu fokus yakni mengembangkan manusia yang siap terjun di dalam masyarakat. Konsep pendidikan menurut Howard Gardner, yakni manusia harus menerima pendidikan yang berkaitan dengan sembilan kecerdasan yang dimilikinya. Hal demikian manusia akan mengambil peran dalam masyarakat. Jika sembilan kecerdasan tidak dipenuhi dalam pendidikan, maka manusia tidak berkembang secara seratus persen. Sedangkan konsep pendidikan Plato, yakni pendidikan membantu manusia untuk mencapai keutamaan supaya dapat berbudi luhur dan dipersiapkan untuk menjadi punggawa dan pemimpin negara. Selain itu, membantu manusia untuk mengingat kembali tentang pengetahuan yang sudah dimiliki ketika jiwa masih belum terpenjara dalam tubuh dan menciptakan spesialisasi dalam masyarakat.

Sistem pendidikan AYO TERAMPIL diperlukan untuk saat ini bahkan yang akan datang, karena perkembangan dan kebutuhan industri yang sangat kompleks. Dengan adanya fenomena bonus demografi menjadikan kesempatan untuk membentuk masyarakat yang unggul dengan melalui kolaborasi pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang bersifat pengganti, melengkapi, dan penambah. Maka demikian Penggabungan metode dari Plato dan Howard Gardner dapat diterapkan menjadi sistem terbuka pada pendidikan yang berdampak pada pendidikan berkelanjutan yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa.

Daftar Pustaka :

• Sudiapermana, Elih, Pendidikan NonFormal dan Informal, Bandung: EDUKASIA Press, 2009.

• Karya Ilmiah dari Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep, Hamzah, Amir, Teori Multiple Intelligences dan Implikasinya Terhadap Pengelolaan Pembelajaran.

• Singh, Raja Roy, Education for The Twenty-First Century Asia-Pacific Perspectives, Bangkok: UNESCO PRINCIPAL REGIONAL OFFICE FOR ASIA AND PACIFIC, 1991.

• Louis, Aloysius Widyawan, Materi Kuliah Semester 1 Fakultas Filsafat UKWMS, Sejarah Filsafat Yunani Kuno, 2018.

• Nadres, Ramon, Materi Kuliah Semester 3 Fakultas Filsafat UKWMS, Filsafat Pendidikan 2019


Penulis : Arini Dwi Cahyani
Penerapan Sistem Pendidikan AYO TERAMPIL Dalam Perspektif Plato dan Howard Gardner
Photo by Agung PAndit Wiguna via pexels.com
Cloud Hosting Indonesia
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,1,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,9,Baby Boomer,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,8,Cerita,9,Cerita Pendek,4,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,12,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,12,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,4,Event Hunter Indonesia,1,Featured,3,Features,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fulan Fehan,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,4,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,2,HMI,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,21,Hukum Film,1,Ide Kreatif,1,Indonesia,3,Influencer,1,Internasional,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,10,Keadilan Sosial,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,1,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Lowongan kerja,5,Mahasiswa,7,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Membaca,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,1,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,6,Miskin Cinta,1,Motivasi,12,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Muslimah,1,Nadiem Anwar Makarim,1,New Normal,1,NTT,5,Olahraga,2,Omnibus Law,2,Opini,182,Opinion,3,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,1,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,3,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Pilihan Redaksi,18,Pilkada,1,Politik,5,Potensi Diri,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,42,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,1,Quotes Kata-Kata Bijak,1,R.A Kartini,1,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Review,1,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,29,Sejuta,1,Seminar,1,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,SJ182,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,3,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,2,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,63,Sriwijaya Air,1,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,Tips,23,Tips Kepemimpinan,1,Trash Hero Belu,1,Travel,11,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Virus Corona,8,Webinar,4,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,YummyApp,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Penerapan Sistem Pendidikan AYO TERAMPIL Dalam Perspektif Plato dan Howard Gardner
Penerapan Sistem Pendidikan AYO TERAMPIL Dalam Perspektif Plato dan Howard Gardner
Sistem pendidikan AYO TERAMPIL diperlukan untuk saat ini bahkan yang akan datang, karena perkembangan dan kebutuhan industri yang sangat kompleks.
https://1.bp.blogspot.com/-gAaHtXZvTNc/YBD1eUwAWJI/AAAAAAAABV4/URVhO6qOf0UK8UmMdQIbJXov53SwyW6KwCLcBGAsYHQ/w640-h446/pexels-photo-3401403.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-gAaHtXZvTNc/YBD1eUwAWJI/AAAAAAAABV4/URVhO6qOf0UK8UmMdQIbJXov53SwyW6KwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h446/pexels-photo-3401403.jpeg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2021/01/penerapan-sistem-pendidikan-ayo.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2021/01/penerapan-sistem-pendidikan-ayo.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content