Pesta Demokrasi yang Dipahami Masyarakat Desa

SHARE:

Cerita Pendek Berjudul Pesta Demokrasi yang Dipahami Masyarakat Desa karya Muhammad Naufal Nabilludin

Baca Juga :

 Suasana jalanan desa yang sejak beberapa bulan yang lalu sudah dipenuhi oleh baliho dan spanduk tiga bakal calon kades. Sudah sangat jelas menandakan bahwa akan digelarnya pesta demokrasi. Obrolan bapak-bapak yang biasa nongkrong dan ngopi di warkop akhir-akhir ini berubah menjadi sedikit serius semenjak pemilihan kepada desa yang sempat ditunda karena pandemi Covid-19. Akhirnya memasuki babak baru, yang rencananya akan digelar bulan depan. 

 "Akhirnya, ada perkembangan soal pilkades ya Yok, Semoga saja rencana pemungutan suara di desa kita benar dilaksanakan bulan depan" 

"Betul khlis, dagang di situasi pandemi begini juga lagi sepi, kalau ada pesta demokrasi kan setidaknya kita dapet sembako dan amplop dari 3 calon kades"

"Alah, kamu Yok Yok sok-sok an pake bahasa pesta demokrasi segala udah kayak orang sekolah aja" 

"Tapi bener khlis, apa kata Doyok barusan, setidaknya kan kalau ada pesta demokrasi kita semua bisa dapet sembako dan calon kades bakal sering-sering ngadain acara silaturahmi" sambung Bi Ijah pemilik Warkop

"tapi saya denger-denger cakades nomor 1, baru jual mobil buat modal kampanye, padahalkan baru kemarin jual tanah warisan bapaknya"

"Bukan cuma nomor 1 khlis, cakades nomor 2 sama nomor 3 juga gak kalah. Mereka berdua juga pasti nyiapin modal yang gak sedikit buat bersaing dalam pesta demokrasi"

"Bi, Kopi susu nya satu ya!" Mamat seorang mahasiswa yang dikenal pintar didesa nya tiba-tiba datang ke warkop Bi Ijah 

"kayaknya seru banget nih Pak Mukhlis sama Pak Doyok ngobrolnya, lagi ngomongin apa nih?" tanya Mamat

"Nah kebetulan nih Mat ada kamu, saya mau nanya sebenernya apa sih pesta demokrasi itu? Soalnya si Doyok nih dari tadi sebut kata itu terus padahal kan kita lagi ngomongin pilkades" 

"Tumben nih bahas pesta demokrasi segala, karena pilkades yang sempet ditunda kemarin mau diadain sebentar lagi ya"

"Iya nih Mat, Mukhlis juga malah ngomongin calon nomor 1 yang baru aja jual mobil sama tanah warisan bapaknya" 

"Bukan cuma calon nomor 1 sih, nomor 2 sama 3 juga pasti persiapan duit nya gak sedikit" sambung Doyok

"Bener tuh Mat, apa pesta demokrasi makan uang banyak ya" tanya Bi Ijah sambil memberikan kopi yang dipesan Mamat

"Jadi binggung jawabnya, satu belum dijawab udah dikasih pertanyaan lagi"

"Pesta demokrasi itu sebenarnya cuma istilah keren aja dari pemilihan, mau itu pemilihan presiden, pemilihan gubernur, sampe pemilihan kades" 

"Tapi Kenapa disebut pesta Mat, kan cuma memilih?" Tanya pak Mukhlis

"karena dalam demokrasi, sistem pemerintahannya diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dimana kita sebagai warga punya hak dalam mengambil bagian perihal keputusan yang akan mempengaruhi kehidupan dalam bernegara, salah satunya dalam hal memilih pemimpin, termasuk kepala desa. Jadi pesta disini artinya kita semua punya hak yang sama untuk bisa memilih secara bebas"

"Tapi Mat, saya gak terlalu peduli dengan keputusan yang mempengaruhi kehidupan bernegara, lagian juga warga disini kebayakan gak peduli sama hal yang kamu bicarakan tadi. Yang penting saya dapat sembako dan amplop. Yang namanya pesta demokrasi itu, para cakades yang mengadakan pesta dan kita semua yang menikmati pesta tersebut. Siapa yang paling gede isi amplop nya dan paling banyak isi sembako nya, dia yang akan dipilih oleh warga dan jadi kepala desa" Sanggah Pak Doyok

"Nah bener tuh Mat, dari Pilkades sebelum-sebelumnya juga udah membudaya cakades bagi-bagi sembako dan amplop ke warga" Tambah Bi Ijah.

Mamat yang baru saja menjadi mahasiswa kebingungan, pasalnya pemahaman yang selama ini ia dapat di kampus berbeda dengan pemahaman warga di desa nya. Walau hanya beberapa kali mengikuti mata kuliah pengantar Ilmu Politik, tapi Mamat tau ia sebagai mahasiswa punya peranan sebagai agent of change. Dalam hal ini bagaimana caranya merubah pandangan warga desa tentang politik dan demokrasi. Mamat tidak boleh menjawab secara spontan dan sembarangan, ia harus berpikir keras bagaimana menyampaikan cara berdemokrasi yang benar dengan cara sesederhana mungkin.  

"Tapi sebenernya berapa sih gaji kades itu, sampe cakades berani ngeluarin modal gede, sampe nekat jual mobil sama tanah" Tanya Pak Mukhlis

"Yang pasti gaji nya kades, lebih besar dari penghasilan warkop saya sih" celetuk Bi Ijah

"Walaupun kecil khlis, tapi kades itu punya wewenang dalam banyak hal, terutama soal perizinan dan lain-lain. Penghasilan kades bukan cuma dari gaji dan tunjungan tapi ada dari yang lain-lain juga, Nah disitu kades bisa balik modal" Jawab pak Doyok

Mamat yang masih kebingungan dengan tanggapan pak Doyok sebelumnya dibuat tambah binggung dengan jawaban pak Doyok perihal penghasilan kades. Pasalnya yang ia tau, money politics is a mother of corruption. Politik uang itu akar dari korupsi. Dan pak Doyok secara sadar mengetahui kalau para kades yang akan ia pilih punya kemungkinan untuk korupsi. 

"Belajar politik di kuliah aja bikin pusing, ditambah realita ini bikin tambah pusing" Ucap Mamat dalam hatinya 

"Setau saya ya pak, bi, dalam demokrasi, rakyatlah yang berhak menuntut pertanggungjawaban pemimpin. Tapi, kalau calon pemimpin beli suara, kita sebagai pemilih yang justru dimintai pertanggungjawabannya, karena kita mau  menukar mandat demokratis dengan sembako dan uang yang gak seberapa" Mamat mencoba menjawab pertanyaan

"Jadi kalau kades yang kita pilih korupsi atau melalukakan kesalahan, kita gak bisa minta pertanggungjawaban beliau dong Mat? Karena suara kita sudah dibeli" ujar pak Mukhlis

"Bener tuh pak Mukhlis, rakyat atau warga tidak lagi memiliki kedaulatan penuh atas suara dan partisipasi nya dalam sebuah pagelaran politik karena suaranya sudah dibeli"

"politik uang itu adalah the mother of corruption, artinya politik uang itu akar dari korupsi. Sangat besar potensi nya untuk korupsi. Mau gimana pun juga, kades akan berpikir bagaimana cara balik modal terlebih dahalu dibanding bagaimana mensejahterakan warga. Jadi jangan kaget kalau nanti ada bantuan dari pemerintah disunat sama pihak desa" tambah Mamat 

"Alah kamu Mat, omongan kamu terlalu ribet. Kalau kades nya korupsi ya salah kades nya dong. Dosa juga dosa yang melalukan korupsi. Saya sebagai warga, cuma mau ikut memeriahkan pesta demokrasi ini aja "

"Lagian lumayan juga karena ada pesta demokrasi ini, cakades setiap minggu buat acara silaturahmi dan makan-makan. Kadang dikasih amplop juga. Kan lumayan Mat, bibi gak perlu masak dan ada tambahan buat belanja" Tambah Bi Ijah

"Kamu ada benernya Mat, Tapi malah aneh kalau pesta demokrasi gak ada bagi-bagi sembako dan amplop. Mubajir juga kalau kamu dikasih sembako atau amplop malah nolak. Apalagi diajak silaturahmi dan makan-makan sama warga yang lain. Kan gak enak kalo nolak" 

Mamat semakin mengerti apa yang selama ini yang katakan oleh dosennya "demokrasi tidak akan terjadi jika tidak ada transaksi". Dan Ia semakin yakin apa yang dikatakan oleh  seorang satiris, aktifis politik dan juga seorang penulis esai dan novel yaitu George Bernard Shaw yang berbicara soal demokrasi. "Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang dipergilirkan melalui pemilu, di mana orang banyak yang tak kompeten menunjuk sedikit orang yang korup." Mamat menyaksikan langsung apa yang dikatakan oleh Shaw, dimana orang yang tak kompeten menunjuk sedikit orang yang korup. 

Praktik money politics yang terjadi membuat Mamat sadar bahwa sistem demokrasi tidak lagi sesuai dengan definisi "ideal" yang ia pelajari selama di sekolah dan kuliah. Dimana rakyat tidak lagi memiliki kedaulatan penuh atas suara dan partisipasi nya dalam sebuah pesta demokrasi. Paraktek money politics di anggap sebagai suatu kewajaran oleh warga dikampungnya tanpa tau seberapa bahaya dan merusak sistem demokrasi. Money politics juga tidak dianggap sebagai sesuatu yang salah secara normatif. Sehingga warga membiarkan hal itu. 

Mamat juga tahu kalau praktek money politics bukan hanya terjadi pada saat pilkades, namun lumrah terjadi juga pada pesta demokrasi yang lebih besar. Demokrasi dan money politics seolah dua kata yang sulit dipisahkan, apalagi ketika membahas soal demokrasi di Indonesia. 

Mamat gelisah dengan apa yang terjadi di desa nya. Ia sempat bercita-cita menjadi Kades suatu saat nanti. Tapi Mamat sadar ia hanyalah orang biasa yang tidak punya kemampuan finansial yang mumpuni untuk bisa bersaing dalam kancah pesta demokrasi, walaupun hanya di tingkat desa. Tapi dia tetap optimis akan ada perubahan untuk desa nya dan sistem demokrasi di Indonesia. Pertanyaan Mamat sampai saat ini hanya satu "bisakan saya menjadi kades hanya dengan modal intelektual dan moral?"

Penulis : Muhammad Naufal Nabilludin

Pemilihan Umum di Desa
Ilustrasi Pemilihan Umum di Desa. Photo via kpud-medankota.go.id

Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,4,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Amin Rais,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Anugerah Pesona Indonesia,1,Aplikasi,1,Aplikasi SehatQ,1,Argentina,1,Atambua,12,Baby Boomer,1,Badan Kurus,1,Badminton,1,Bali,1,Banjir,1,Bank Indonesia,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,4,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Bencana Siklon Seroja,1,Bisnis,4,Boba,1,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,9,Bulutangkis,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Cafe Amor Dualaus,1,Catur,2,Cerita,16,Cerita Pendek,15,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Copa America 2021,1,Covid-19,22,CPNS,3,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,7,Debat Pilkada,1,Demokrasi,2,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Direktori Penyakit,1,Dokumen,1,Drama Hukum,1,Drama Korea,1,Drama Korea Tentang Hukum,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,13,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Euro 2020,1,Fabio Carvalho,1,Fanatisme,1,Features,1,Film Hukum,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fresh Graduate,1,Fulan Fehan,2,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Ghetto,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,19,Hukum Film,2,Ide Kreatif,1,IKADAR Bali,1,Ikawiga,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,2,Internasional,2,Ir. Soekarno,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,16,Keadilan Sosial,1,Kejaksaan,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,2,Komunitas,1,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Liburan Kuliah,1,Lokastithi Giribadra,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,8,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,6,Malang,1,Malang United,1,Mama,1,Maret,1,Matematika,1,Media Sosial,1,Membaca,1,Membangun Setting Lokasi,1,Membuat SKCK,1,Memperpanjang SKCK,1,Mena,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,Messi,1,Michael Focault,1,MICIN,1,Milenial,15,Millenial,9,Minuman boba,1,Miskin Cinta,1,Motivasi,15,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,2,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasib Negeri Kanibal,1,Nasional,5,Neo Ghetto,1,New Normal,1,News,9,NTT,4,Nusa Tenggara Timur,9,Olahraga,12,Omnibus Law,2,Opini,197,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pana Mone Hill Stone,1,Pancasila,2,Pandemi Covid-19,11,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,PCPM 36,1,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,5,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Pesta Demokrasi,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pikabo,1,Pilihan Redaksi,25,Pilkada,1,Politik,8,Politik Uang,1,Pompa ASI,1,Posko Babarsari Yogyakarta,1,Potensi Diri,1,PPPK,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,46,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Purbalingga,1,Quarter Life Crisis,1,Quote,2,Quotes Kata-Kata Bijak,2,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,4,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,Regional,4,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,30,SehatQ,1,Sei,1,Sejuta,1,Semua Berita,18,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,4,SKCK,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,69,Sponsored,2,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Sumba,1,Taekwondo,1,Tahun Baru 2021,1,Tamtama,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,They Feynman,1,TikTok,1,Timor Leste,3,Tips,22,Tips Kepemimpinan,1,Tips Menulis,1,TNI AU,1,Toraja,1,Trash Hero Belu,1,Travel,13,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Timor,1,Universitas Widyagama,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Video Game,1,Virus Corona,13,Webinar,1,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,Youtube,1,Youtuber,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: Pesta Demokrasi yang Dipahami Masyarakat Desa
Pesta Demokrasi yang Dipahami Masyarakat Desa
Cerita Pendek Berjudul Pesta Demokrasi yang Dipahami Masyarakat Desa karya Muhammad Naufal Nabilludin
https://1.bp.blogspot.com/-KAqfDu4v2NM/YVgYl2kzF8I/AAAAAAAABo4/TKGObwEVjXAfv8nriAnvvaaF3nGInCKRwCLcBGAsYHQ/w640-h426/Pemilu%2Bdi%2BDesa.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-KAqfDu4v2NM/YVgYl2kzF8I/AAAAAAAABo4/TKGObwEVjXAfv8nriAnvvaaF3nGInCKRwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/Pemilu%2Bdi%2BDesa.jpg
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2021/10/pesta-demokrasi-yang-dipahami.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2021/10/pesta-demokrasi-yang-dipahami.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA Topik Terkait ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Topik Terkait Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content