Kiat Pengelolaan Informasi Agar Terhindar Dari Berita Hoaks, Konspirasi, dan Logical Fallacy

SHARE:

Logical Fallacy atau sesat pikir adalah jenis argumen atau opini yang terlihat benar, namun sebenarnya mengandung kesalahan dalam penalarannya.

Baca Juga :
Interaksi yang begitu masif dengan sosial media membuat generasi saat ini hidup berdampingan dengan yang namanya berita. Kebanjiran berita tidak selalu membawa kesan positif, karena sifat informasi adalah tergantung kepada bagaimana individu menerima, mengolah, dan memanifestasikan kembali berita tersebut. Hidup dengan informasi juga berpeluang besar bersentuhan dengan yang namanya hoaks. Hoaks maknanya adalah to cheat, "menipu", merupakan mantra yang diucapkan penyihir pada abad ke 17. Pemaknaan hoaks dengan kabar bohong tidak sepenuhnya tepat. Tapi tulisan ini tetap akan mengikuti istilah popular, maka hoaks di sini akan diartikan sebagai kabar bohong.

Pembuat Hoaks Terbaik Adalah Penguasa?

Jika diperhatikan ada hal yang menarik antara ketersediaan data dengan penerimaan data. Dalam hemat saya ini sangat mempengaruhi bagaimana kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi. Beberapa bulan yang lalu sempat beredar sebuah video sekelompok orang yang mengatasnamakan diri mereka sebagai asosiasi persatuan dokter dunia yang menyatakan Corona adalah hoaks. Dan cukup banyak orang yang mempercayai video tersebut. Tapi kenyataannya bukan keberadaan Corona yang hoaks, tapi video tersebut lah yang hoaks. Di sini juga dapat diperhatikan suatu informasi akan lebih dapat diterima ketika yang menyampaikan informasi tersebut memiliki keistimewaan. Saya teringat dengan kata-kata Rocky Gerung soal pembuat hoaks terbaik adalah penguasa. Ya, karena mereka punya power.

Kebenaran suatu informasi tidak dipengaruhi oleh identitas yang berada di sekitar informasi. Mau dia penguasa, pemuka agama, atau rakyat jelata tidak ada pengaruhnya. Informasi yang datang dari pejabat belum tentu benar, dan informasi yang disampaikan oleh buruh belum tentu salah. Kebenaran suatu informasi, argumen, data, tergantung pada kelogisan yang terdapat pada premis yang dibangun.

Kira-kira seperti itulah sifat suatu kebenaran dalam sebuah informasi. Tapi kenapa kebenaran bisa diputar balikkan? Kebenaran merupakan isi dari informasi. Sedangkan kulit, pembalut dari kebenaran tersebut adalah informasi. Informasi inilah yang bisa dihias, dipengaruhi, dioles, dipermainkan oleh penyampai informasi sesuai dengan kepentingannya. Misalnya dalam masalah pencurian, ada dua pelaku pencurian yang dicurigai oleh warga. Yang satu adalah anaknya pak lurah, yang satu lagi anaknya petani. Lalu Pak Lurah yang mengetahui kebenarannya bahwa anaknya yang melakukan pencurian, tapi untuk menjaga nama baik, Pak Lurah menyampaikan kepada warga bahwa yang mencuri adalah anak si petani tadi. Para warga mempercayainya, meski ada satu dua yang tidak percaya, karena yang menyampaikan adalah perangkat desa. Tetapi pernyataan Pak Lurah tersebut bukanlah kebenaran (real), tapi kebenaran yang dibenarkan. Inilah yang kita katakan tadi kebenaran tidak dapat dipengaruhi tapi informasi itulah yang dipengaruhi. Benar tetaplah benar.

Menemukan Kebenaran Dari Informasi

Lalu bagaimana menemukan kebenaran yang sangat rentan untuk dimanipulasi tadi? Tergantung kepada aspek kedua: penerimaan terhadap informasi. Inilah sebabnya suatu informasi wajib untuk dikuliti terlebih dahulu, tidak boleh untuk ditelan mentah-mentah. Sikap penerimaan dapat diartikan sebagai suatu upaya filterisasi. Filter di sini agak berbeda, filter disini maksudnya bukan mengambil yang baik lalu membuang yang buruk. Itu hanya akan mengantarkan kepada kesubjektifan dan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut oleh seseorang --ingat kebenaran tidak boleh mempunyai dan dipengaruhi oleh apapun, ia harus berada pada dirinya sendiri.

Bagaimana cara seseorang dalam memahami suatu informasi akan mempengaruhi tindakan yang akan diambil berikutnya. Seberapa berpengaruh hal tersebut? Itu tergantung kepada ruang lingkup informasi yang telah diterima dan dikelola oleh si penerima tadi disebarkan kembali. Jika si penerima memutuskan untuk konsumsi sendiri maka ia akan menciptakan kebenarannya sendiri terhadap peristiwa serupa. Jika ia menyebarkan untuk orang banyak maka akan mempengaruhi ruang publik. Yang unik dari hal ini adalah bahwa suatu informasi tidak pernah bersifat final karena ketika disebarkan maka akan tetap ada interpretasi atasnya. Ini juga yang menyebabkan seakan-akan kebenaran itu selalu subjektif. Tidak pernah ada yang namanya kebenaran yang real (objektif).

Kemudian apa itu benar? Ini lebih jauh lagi, dan saya tidak akan menguliknya di sini. Kita sederhanakan saja pembahasan ini. Kebenaran adalah keorisinilan, sifat dan bentuk apa adanya dari suatu informasi ketika disampaikan pun ketika disebarkan kembali setelah difilter. Jika ada suatu informasi yang berupa A maka ketika disebarkan kembali mestilah tetap A setelah disaring tanpa menghasilkan, A+, -A, A² dan seterusnya.

Tujuan dari tulisan ini adalah, saya ingin mengatakan di tengah maraknya berita hoaks, konspirasi, dan logical fallacy yang digandrungi karena tidak menuntut pemercayanya untuk sedikit mengernyitkan dahi dalam berpikir, kita semua harus memajukan nalar sehat untuk menerima suatu informasi. Cara penerimaan nalar yang baik adalah dengan cara menanggalkan kesubjektifan, keberpihakan, kefanatikan, karena hanya akan memicu sentimental yang justru akan mengacaukan jalan berpikir. Biasanya yang disasar adalah fanatisme, karena sedikit sekali orang yang mau menantang nilai-nilai yang dianutnya sendiri. Kuncinya adalah untuk menyehatkan ruang publik maka setiap orang bertanggung jawab untuk menyehatkan pemikirannya sendiri.

Penulis : Daniel Osckardo
Hindari Hoaks, Konspirasi dan Logocal Fallacy
Hindari Hoaks, Konspirasi dan Logocal Fallacy. Photo by Connor Danylenko via pexels.com
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,4,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Amin Rais,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Anugerah Pesona Indonesia,1,Aplikasi,1,Argentina,1,Atambua,12,Baby Boomer,1,Badminton,1,Banjir,1,Bank Indonesia,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,3,Beasiswa,5,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Bencana Siklon Seroja,1,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,9,Bulutangkis,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Cafe Amor Dualaus,1,Catur,2,Cerita,13,Cerita Pendek,12,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Copa America 2021,1,Covid-19,20,CPNS,3,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,7,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Dokumen,1,Drama Hukum,1,Drama Korea,1,Drama Korea Tentang Hukum,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,13,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Euro 2020,1,Event,2,Fabio Carvalho,1,Fanatisme,1,Features,1,Film Hukum,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fresh Graduate,1,Fulan Fehan,2,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Ghetto,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Himpunan Mahasiswa Islam,1,HMI,1,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,21,Hukum Film,2,Ide Kreatif,1,IKADAR Bali,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,2,Internasional,2,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,16,Keadilan Sosial,1,Kejaksaan,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,2,Komunitas,1,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Liburan Kuliah,1,Lokastithi Giribadra,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,8,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,6,Malang,1,Mama,1,Maret,1,Matematika,1,Media Sosial,1,Membaca,1,Membuat SKCK,1,Memperpanjang SKCK,1,Mena,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,Messi,1,Michael Focault,1,MICIN,1,Milenial,15,Millenial,9,Miskin Cinta,1,Motivasi,15,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasib Negeri Kanibal,1,Nasional,4,Neo Ghetto,1,New Normal,1,News,7,NTT,4,Nusa Tenggara Timur,9,Olahraga,11,Omnibus Law,2,Opini,198,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pana Mone Hill Stone,1,Pancasila,2,Pandemi Covid-19,9,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,PCPM 36,1,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,4,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,39,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pilihan Redaksi,21,Pilkada,1,Politik,7,Pompa ASI,1,Posko Babarsari Yogyakarta,1,Potensi Diri,1,PPPK,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,46,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Purbalingga,1,Quarter Life Crisis,1,Quote,2,Quotes Kata-Kata Bijak,2,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,4,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,Regional,4,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,29,Sei,1,Sejuta,1,Semua Berita,16,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,3,SKCK,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,71,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Sumba,1,Tahun Baru 2021,1,Tamtama,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,They Feynman,1,TikTok,1,Timor Leste,3,Tips,22,Tips Kepemimpinan,1,TNI AU,1,Toraja,1,Trash Hero Belu,1,Travel,13,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Video Game,1,Virus Corona,13,Webinar,3,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,Youtube,1,Youtuber,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: Kiat Pengelolaan Informasi Agar Terhindar Dari Berita Hoaks, Konspirasi, dan Logical Fallacy
Kiat Pengelolaan Informasi Agar Terhindar Dari Berita Hoaks, Konspirasi, dan Logical Fallacy
Logical Fallacy atau sesat pikir adalah jenis argumen atau opini yang terlihat benar, namun sebenarnya mengandung kesalahan dalam penalarannya.
https://1.bp.blogspot.com/-A_DROA4JN0I/YOaUJWCAl3I/AAAAAAAABjA/N2TRrGN0AfQJt2x4VISlVc38yrHqeJphACLcBGAsYHQ/w640-h426/pexels-photo-2538122.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-A_DROA4JN0I/YOaUJWCAl3I/AAAAAAAABjA/N2TRrGN0AfQJt2x4VISlVc38yrHqeJphACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/pexels-photo-2538122.jpeg
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2021/07/kiat-pengelolaan-informasi-agar.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2021/07/kiat-pengelolaan-informasi-agar.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA Topik Terkait ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Topik Terkait Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content