Merekonstruksi Perspektif Tentang Politik

SHARE:

Politik itu ada sebagai akibat dari adanya inetraksi antar manusia sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindarinya

Baca Juga :
Kita telah memasuki musim politik, sebuah musim yang identik dengan suhu panasnya yang diakibatkan oleh maneuver-manuver politik yang menimbulkan ketegangan antar kelompok yang saling berhadapan untuk mencapai tampuk kekuasaan, musim politik bisa juga dikatakan sebagai musim hujan yang banjirnya diisi oleh agenda – agenda lain yang dilakukan kelompok maupun individu yang sarat dengan muatan politik.

Menariknya di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin membuka peluang publik untuk menumbuhkan budaya berpolitik, dan di tengah – tengah kenyataan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat terlepas dari ranah politik, terdapat kelompok-kelompok yang melihat dunia politik terlalu tendesius pada sisi negatifnya. Anggapan yang memandang politik mutlak hanya seabgai sesuatu yang kotor dan berlendir, sangat tepat jika hal yang demikian dikatakan sebagai langkah mundur dalam kehidpan bermsyarakat, jika kami amati proses kehidupan kita dari mulai anak-anak sampai dewasa tidak lupt dari proses pembelajaran politik, sebagai contohnya kita telah distimulus berpolitik saat di sekolah dan di lingkungan masyarakat sebagai lingkungan real.

Sebagai langkah untuk menuju bangsa dan Negara yang lebih baik, harus ada rekontruksi perspektif politik yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat kita. Dimana politik yang selama ini ada dan terjadi hanya disorot dari visi sempitnya belaka, yakni perilaku para politisi yang menyimpang dari etika seorang negarawan, lalu hal ini dijadikan semacam generalisasi terhadap seluruh orang yang berkecimpung secara aktif di dunia perpolitikan, bukan melihat dari fungsi esensial dari sistem politik yang berperan dalam mengatur bagaimana suatu Negara dapat berjalan dengan stabil.

Sikap impulsif yang berkembang dalam masyarakat khususnya ikhwal politik, bisa jadi dikarenakan media yang masih kurang dalam menyajikan pembelajaran politik yang memadai. Media dirasa terlalu tendesius dalam menyajikan pemberitaan politik. Dimana, media terlalu sering menggambarkan kebobrokan politik yang menggambarkan sisi positif dari politik itu sendiri.

Skap alergi terhadap politik, tentu saja akan menghambat terbentuknya masyarakat Madani, sebuah masyarakat yang memliki budaya dan kesadaran politik yang tinggi, sehingga akan mengaburkan hak-hak politik masyarakat pada umumnya yang justru pada giliran selanjutanya memberikan dampak kerugian bagi masyarakat luas. Sebaliknya, sebagaimana pendapat Aristoteles yang menyebutkan jika manusia adalah “anima politicon” , yang itu artinya politik adalah sesuatu yang telah kita hadapi secara alami bahkan sejak kita anak-anak. Dibandingkan kita sibuk dengan menujukkan sikap antipati kita terhadap segala sesuatu yang berbau politik, tentu akan lebih baik jika kita memahami bahwa kesadaran akan pentingnya pemahaman politik itu sangat dibutuhkan, mengingat kita semua yang dalam bahasa Aristoteles adalah anima Politicon, yang sedang dan akan selalu bergelut dengan politik, baik sebagai objek maupun subjek.

Selain itu memahami dan menyadari pentingnya pemahaman politik akan semakin menguatkan control pengawasan yang dilakukan oleh publik terhadap pejabat Negara, sehingga masyarakat dikemudian hari tidak mudah dikelabui oleh para ulah-ulah pejabat yang sudah banyak terjadi. Sehingga diharapkan dinamika politik yang belakangan ini sedang sdang bergeliat dengan segala bumbu-bumbunya, semakin mendorong masyarakat untuk memahami politik dari sisi yang bersifat konstruktif bukan melulu dari sisi sebaliknya. Sebagai Negara yang demokratis, keikutsertaan masyarakat dalam ranah politik khusunya dalam pastisipasi politik secara konvesional memang harus ada sebagai pengokoh ke-demokratis-an di Indonesia itu sendiri. Kondisi ini tidak akan terwujud jika kita bersikap “persetan dengan politik”

Memang benar, politik dalam gambaran Said Nursy Badiuzzaman, dilukiskan dengan kalimat terkenalnya yakni “A’udzubillahi min asy-Syaithani wa min as-Siyasah” (Aku berlindung kepada Allah dari setan dan dari politik)”, yang dengan jelas menujukkan betapa politik itu adalah sesuatu yang sepatutnya kita jauhi, namun kembali lagi dari mana dan bagaimana cara kita melihatnya. Jika kita memang benar memiliki kepedulian terhadap sesama, dan jika kita memang ingin adanya sebuah pembaharuan di masyarakat, maka jalan yang paling ideal untuk mewujudkan itu adalh dengan melalui ranah politik.

Jika kita ingin membantu banyak orang maka cara yang paling efektif adalah dengan terjun ke dunia politik, karena dengan terjun ke dunia politik ini, aka nada banyak orang. Kita juga harus melihat secara cermat, bagaimanapun pembentukan gambaran politik yang negatif pada kenyataannya disebankan oleh masyarakat itu sendiri. Politik Money, tentu tidak akan tumbuh subur jika masyarakatnya dengan tegas menolak praktik politik money pada masa kampanye. Sehingga pada giliran selanjutnya, politik money akan melahirkan korupsi sebagai jalan ditempuh untuk mengembalikan secara cepat modal akibat politik money yang dilakukannya oknum pejabat tersebut.

Dalam menyambut tahun politik ini, sekiranya perlu ditenkankan lagi bahwa harus ada rekostruksi perspektif tentang apa itu politik yang sudah terlanjur diartikan sebagai sesuatu yang negatif karena bagaimanapun juga politik tidak melulu dengan kompetisi perebutan kekeuasaan dengan segala hal-hal negatifnya, ada sisi lain dari politik seperti tentang kepemimpinan yang memang wajib ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar terciptanya budaya politik yang tinggi dalam bentuk partisipasinya demi kebaikan bersama. Politik itu ada sebagai akibat dari adanya inetraksi antar manusia sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindarinya karena memang politik itu adalah sesuatu yang dibutuhkan, dan yang harus dilakukan adalah berusaha menciptakan budaya politik sebagaimana masyarakat madani.

Penulis : Azalia Elian Faustina
Merekonstruksi Perspektif Tentang Politik
Photo by Vincent M.A Janssen via pexels.com

Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,1,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Anugerah Pesona Indonesia,1,Aplikasi,1,Atambua,12,Baby Boomer,1,Badminton,1,Banjir,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Bencana Siklon Seroja,1,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,9,Bulutangkis,1,Bung Karno,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Cafe Amor Dualaus,1,Catur,2,Cerita,9,Cerita Pendek,5,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,14,CPNS,2,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Dokumen,1,Drama Hukum,1,Drama Korea,1,Drama Korea Tentang Hukum,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,14,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,4,Event Hunter Indonesia,1,Fabio Carvalho,1,Featured,3,Features,1,Film Hukum,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fresh Graduate,1,Fulan Fehan,2,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Ganjar Pranowo,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gubernur Jawa Tengah,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,1,HMI,1,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,23,Hukum Film,2,Ide Kreatif,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,1,Internasional,2,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jawa Tengah,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,16,Keadilan Sosial,1,Kejaksaan,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,2,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,8,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,7,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Media Sosial,1,Membaca,1,Membuat SKCK,1,Memperpanjang SKCK,1,Mena,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,7,Miskin Cinta,1,Motivasi,15,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Muslimah,1,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasib Negeri Kanibal,1,Nasional,5,New Normal,1,News,3,NTT,5,Nusa Tenggara Timur,8,Olahraga,6,Omnibus Law,2,Opini,199,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pana Mone Hill Stone,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,2,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,4,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pilihan Redaksi,19,Pilkada,1,Politik,7,Pompa ASI,1,Posko Babarsari Yogyakarta,1,Potensi Diri,1,PPPK,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,47,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,2,Quotes Kata-Kata Bijak,2,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,4,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Regional,4,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,29,Sei,1,Sejuta,1,Seminar,1,Semua Berita,12,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,2,SKCK,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Soekarno,1,Sosial,71,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tamtama,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,They Feynman,1,Timor Leste,2,Tips,18,Tips Kepemimpinan,1,TNI AU,1,Toraja,1,Trash Hero Belu,1,Travel,13,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Vaksin,1,Video Game,1,Virus Corona,8,Webinar,4,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: Merekonstruksi Perspektif Tentang Politik
Merekonstruksi Perspektif Tentang Politik
Politik itu ada sebagai akibat dari adanya inetraksi antar manusia sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindarinya
https://1.bp.blogspot.com/-q1A0ZFx4VWY/YJOlbJVJsmI/AAAAAAAABbc/TS-ciJ6zYW0kwGNLRz2S_ZnqiCmevFwzwCLcBGAsYHQ/w640-h426/pexels-photo-2698473.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-q1A0ZFx4VWY/YJOlbJVJsmI/AAAAAAAABbc/TS-ciJ6zYW0kwGNLRz2S_ZnqiCmevFwzwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/pexels-photo-2698473.jpeg
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2021/05/merekonstruksi-perspektif-tentang.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2021/05/merekonstruksi-perspektif-tentang.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content