Mengenal Dunia Filantropis Serta Relevansinya Dengan Peran Millenial Di Era Sekarang

SHARE:

Secara harfiah filantropi adalah konseptualisasi dari praktik memberi (giving), pelayanan (services) dan asosiasi (association) secara sukarela

Baca Juga :
“Good habits formed at youth make all the difference”

(Aristotle)
    

Setiap zaman memilki generasi penggerak yang menjadi poros penting perkembangan zaman itu sendiri. Saat ini poros pergerakan dunia lambat laun telah dinahkodai oleh para Milenial dan Generasi Z. Taspcott dalam bukunya Grown Up Digital, menyebutkan bahwa Generasi Milenial atau yang biasa disebut generasi Y adalah generasi yang lahir antara tahun 1977-1997. Sedangkan Generasi Z atau Generation Net adalah generasi yang lahir antara tahun 1999 hingga 2009. Generasi inilah yang saat ini menguasai demografi penduduk.

Indonesia sendiri sedang berada dalam bonus demografi dimana rasio usia produktif lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk nonproduktif. Bonus demografi merupakan fenomena langka karena hanya terjadi satu kali dalam sejarah suatu bangsa. Diperikakan pada tahun 2020 ini, generasi milenial yang berada pada rentang usia 20 hingga 40 tahun tengah memasuki usia produktif yang tentunya akan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Berdasarkan demografi penduduk, milenial memiliki persentase terbesar yaitu (33,75%), diikuti generasi Z (29,23%), generasi X (25,74%), dan yang terendah adalah generasi baby boomers dan veteran (11,27%).

Fenomena bonus demografi dimana para para milenial memegang peranan penting dalam kemajuan bangsa tentunya harus dilandasi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena menjadi percuma, jika memasuki bonus demografi namun kualitas SDM yang dimiliki tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Terlebih lagi saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0 dimana segala hal khususnya pembangunan yang semula bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam akan bergeser pada penguasaan teknologi informasi kompetensi angkatan kerja. Revolusi Industri 4.0 dapat diartikan sebagai era industri dimana seluruh entitas yang ada didalmnya dapat saling berkomunikasi secara real time, kapan saja dengan berlandaskan pemanfaatan teknologi internet dan Cyber Physical System (CPS) untuk mencapai tujuan terciptanya kreasi nilai baru ataupun optimasi nilai yang sudah ada dari setiap proses di industri.

Kehadiran industri 4.0 bagai dua mata pisau, disatu sisi akan mampu menghadirkan banyak kemudahan dengan digitalisasi, peluang usaha baru dan lapangan kerja baru di berbagai industri. Namun disisi lain, kehadiran industri 4.0 juga akan menjadi ancaman bagi usaha-usaha yang telah ada, karena profesi dan lapangan kerja tentunya akan lebih banyak mengandalkan sistem otomatisasi dan robot yang tentunya jauh lebih efisien. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan ketahanan, kemampuan adaptasi, berfikir kritis dan kemampuan berinovasi.

Pola pikir peningkatan kemampuan milenial sebagai upaya terintegrasi terhadap peningkatan perekonomian demi kemajuan bangsa tentunya menjadi fokus utama dalam mengarungi industri 4.0 ini. Namun, ditengah semangat tersebut generasi milenial juga tidak dapat menutup mata akan semangat gotong royong dan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini menjadi karakteristik bangsa Indonesia. Jangan sampai, kaum milenial menjadi generasi yang hanya mengejar kepentingan material belaka namun berpaling dari mereka yang membutuhkan pertolongan.

Dunia Filantropi

Istilah filantropi mungkin masih sangat awam dikalangan masyarakat Indonesia, namun pada pada dasarnya praktiknya dunia filantropi telah mengakar sebagai jati diri bangsa. Budaya gotong royong, sedekah, zakat dan sebagainya sejatinya merupakan bagian dari dunia filantropi itu sendiri. Istilah filantropi berasal dari bahasa yunani, philos (cinta) dan antrhopos (manusia). Secara harfiah filantropi adalah konseptualisasi dari praktik memberi (giving), pelayanan (services) dan asosiasi (association) secara sukarela untuk membantu pihak lain yang membutuhka sebagai ekspresi dari rasa cinta.

Sifat kedermawanan masyarakat Indonesia sudah tidak diragukan lagi, banyak survei yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat gemar berderma kepada orang yang membutuhkan. Seperti survei yang dilakukan oleh Charities Aid Foundation (CAF) yang menempatkan Indonesia di posisi pertama sebagai negara paling dermawan di dunia, di ikuti Australia dan Selandia Baru diurutan kedua dan ketiga. Dalam survei tersebut terdapat tiga poin penting penilaian, yakni membantu orang lain, mendonasikan uang dan menjadi sukarelawan dalam negara tersebut. Hal ini membuktikan bahwa semangat filantropi benar-benar menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.

Namun pada dasarnya budaya filantropi di Indonesia masih cenderung berupa filantropi yang sifatnya tradisional dimana filantropi hanya dimaknai berupa pemberian bantuan dana secara langsung (direct giving). Hal ini banyak dijumpai dimasyarakat, berupa pemberian bantuan berupa dana maupun barang kepada korban bencana, fakir miskin dan lain-lain. Padahal filantropi memiliki makna yang lebih luas mulai dari bentuk kesadaran, dukungan, komitmen, dedikasi dan partisipasi masyarakat dalam mengatasi isu-isu kemiskinan dan tentunya memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut.

Geliat Filantropis Milenial di Era Saat Ini

Gerakan-gerakan filantropi yang selama ini erat dengan generasi tua lambat laun telah berubah menjadi gerakan yang di inisiasi oleh para generasi milenial dengan ide-ide yang lebih variatif. Jika selama ini hanya berupa bantuan dana, ditangan para milenial dunia filantropi dibawa kearah yang lebih luas, program yang variatif dan jangkauan yang lebih luas. Dunia filantropi yang dibawa oleh milenial memiliki perbedaan dengan gaya filantropi zaman dahulu, dimana gerakannya banyak dilakukan melalui komunitas-komunitas dengan tentunya memanfaatkan teknologi informasi yang menjadi senjata utama kaum milenial. Para filantrop milenial inipun berasal dari berbagai latar belakang mulai dari pelajar, mahasiswa, enterpreuner, ahli IT, Pegiat seni dan lain-lain. Aktifitasnya pun jauh lebih beragam, mulai dari penyantunan, pelayanan sosial, penanganan bencana, pendidikan, kesehatan, lingkungan sampai pemberdayaan ekonomi.

Erna Witoelar, Ketua Badan Pengarah Filantropi Indonesia mengungkapkan bahwa generasi milenial telah memperluas bentuk kontribusi dari filantropi menjadi enam bentuk, yaitu: Pengetahuan/keterampilan, waktu, suara/aspirasi (voice), jaringan, cinta (kinesthetic ability) dan dana. Dengan menggabungkan enam bentuk pemberian tersebut, generasi milenial tidak hanya melihat filantropi sebagai kegiatan sosial, tapi sebagai investasi sosial yang berdampak luas dan dan berkelanjutan.

Perkembangan dunia filantropi yang diprakarsai oleh para milenial memiliki karakteristik tersendiri yaitu penggunaan teknologi informasi yang dominan. Mulai dari aplikasi-aplikasi smartphone yang bergerak diranah sosial kemanusiaan, penggunaan website dan media sosial seperti instagram, facebook, twitter dan lain-lain sebagai jalur informasi dan kampanye sosial, pengumpulan dana digital hingga keterlibatan para influencer atau tokoh publik terkenal untuk menarik para donatur. Hal ini menjadi bukti bahwa para filantrop milenial telah mampu memanfaatkan era industri 4.0 sebagai senjata untuk memajukan dunia filantropi di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir peran dan keterlibatan para generasi milenial dalam dunia filantropi meningkat secara signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya komunitas-komunitas pemuda yang bergerak dibidang kemanusiaan. Public Interest Research and Advocay (PIRAC) telah mengidentifikasi lebih dari 99 organisasi komunitas yang secara khusus dibentuk dan dikembangkan untuk mengambangkan kegiatan filantropi di Indonesia. Tidak hanya kemunculannya yang sangat masif, manfaat yang dirasakanpun semakin besar karena program filantropi milenial lebih menjangkau kalangan yang lebih luas.

Eksistensi Filantropi milenial dapat dilihat dari masif dan beragamnya platform maupun komunitas-komunitas sosial yang bergerak membantu sesama. Mulai dari kitabisa.com yang melakukan digital fundrising, 1000 Guru dan 1001 Buku yang bergerak dibidang pendidikan, Indorelawan yang menjembatani antara relawan dan komunitas sosial, serta Rumah Faye yang berfokus pada perlindungan anak. Selain itu ada juga komunitas-komunitas sosial seperti Ayo Dongeng Indonesia, Pandu Lisane, Bee-Youth! (Be Environmental Youth), Teman Berbagi, Sahabat Bicara dan puluhan komunitas sosial lain yang tersebar diseluruh penjuru nusantara.

Iklim filantropi milenial semakin berkembang di Indonesia setelah lahirnya Filantropi Indonesia. Filantropi Indonesia sendiri adalah lembaga nirlaba dan mandiri yang dimaksudkan untuk memajukan filantropi di Indonesia agar dapat berkontribusi dalam pencapaian keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Aksi nyata yang dilakukan oleh Filantropi Indonesia adalah terselenggaranya NEXT GENEOUSion Festival 2019, yaitu festival pertama yang mengususng aktivitas filantropi anak muda. Berbagai kegiatan seperti: Filantrop Muda (pameran), Panggung Inspirasi, Bedah Aksi dan Solusi, Digital Fundrising Campaign, Pojok Donasi, School Social Project Competition, Young Social Bususiness Competition dan pemberian penghargaan untuk filantrop muda serta peluncuran Pekan Donasi Online (Pedoeli Indonesia).

Sebarkan Semangat Menginspirasi

Kepedulian yang tinggi terhadap sesama, kreativitas dan penguasan teknologi informasi di era Industri 4.0 menjadi senjata para milenial Indonesia dalam membangun iklim filantropi di Indonesia. Para milenial ini telah mentranformasi filantropi yang selama ini hanya berupa direct giving menjadi gerakan yang lebih berkelanjutan. Sehingga masyarakat yang dibantu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan kesejahteraannya, melalui gagasan dan program-program kreatif.

Seperti kutipan Aristoteles diawal bahwa kebiasaan baik yang dipupuk dimasa muda akan membawa perubahan yang lebih baik dimasa depan. Generasi Milenial Indonesia melalui dunia filantropi telah menjadi gambaran nyata bahwa Indonesia memiliki generasi yang tidak hanya menjadi generasi yang berdiri, bergerak dan mengembangkan diri sendiri. Namun juga senantiasa berdiri, bergerak dan mengembangkan orang-orang yang memiliki ketebatasan berdiri diatas kaki mereka sendiri.

Penulis : Galang Ramadhan,S.H.,

Referensi:

R Willya Achmad W dkk,. 2019. Potret Generasi Milenial Pada Era Industri 4.0. Jurnal Pekerjaan sosial, Vol.2 No 2 Desember 2019. Hlm.190.

Indah Budiati, dkk., 2018. Statistik Gender Tematik: Profil Generasi Milenial Indonesia. Jakarta, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hlm.22.

Hoedi Prasetyo dan Wahyudi Sutopo. 2018. Industri 4.0: Telaah Klasifikasi Aspek dan Arah Perkembangan Riset, J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri, Vol. 13, No. 1, Januari 2018 ,Hlm.19.

John M. Echols Dan Hasan Shadily.1997. Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: PT: Gramedia, Hlm.427

Ananda Syaifullah. 2019. Filantropi Indonesia, Melawan Kemiskinan, Untuk Kemanusiaan & Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. http://indonesiabaik.id/infografis/filantropi-indonesia-melawan-kemiskinan-untuk-kemanusiaan-mewujudkan-pembangunan-berkelanjutan , diakses pada 17 Juni 2020 Pukul 20:00 WITA.

Anonim.2016. Generasi Milenial Ubah Peta Filantropi Indonesia. https://filantropi.or.id/kabar/kabar-terdahulu/philanthropy-learning-forum-generasi-millenial-ubah-peta-filantropi-indonesia, diakses pada 17 Juni 2020 Pukul 20:15 WITA.

Anonim.2019.Filantropi Indonesia Gelar Next Genereusion Festival, https://jayakartanews.com/filantropi-indonesia-gelar-next-generousion-festival/, diakses pada 18 Juni 2020 Pukul 18:40 WITA.
Mengenal Dunia Filantropis Serta Relevansinya Dengan Peran Milenial Di Era Sekarang
Millenial dan Dunia Filantropis. Photo by Charlotte May via pexels.com


Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,1,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Anugerah Pesona Indonesia,1,Aplikasi,1,Atambua,12,Baby Boomer,1,Badminton,1,Banjir,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Bencana Siklon Seroja,1,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,9,Bulutangkis,1,Bung Karno,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Cafe Amor Dualaus,1,Catur,2,Cerita,9,Cerita Pendek,5,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,14,CPNS,2,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Dokumen,1,Drama Hukum,1,Drama Korea,1,Drama Korea Tentang Hukum,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,14,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,4,Event Hunter Indonesia,1,Fabio Carvalho,1,Featured,3,Features,1,Film Hukum,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fresh Graduate,1,Fulan Fehan,2,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Ganjar Pranowo,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gubernur Jawa Tengah,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,1,HMI,1,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,23,Hukum Film,2,Ide Kreatif,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,1,Internasional,2,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jawa Tengah,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,16,Keadilan Sosial,1,Kejaksaan,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,2,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,8,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,7,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Media Sosial,1,Membaca,1,Membuat SKCK,1,Memperpanjang SKCK,1,Mena,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,7,Miskin Cinta,1,Motivasi,15,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Muslimah,1,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasib Negeri Kanibal,1,Nasional,5,New Normal,1,News,3,NTT,5,Nusa Tenggara Timur,8,Olahraga,6,Omnibus Law,2,Opini,199,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pana Mone Hill Stone,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,2,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,4,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pilihan Redaksi,19,Pilkada,1,Politik,7,Pompa ASI,1,Posko Babarsari Yogyakarta,1,Potensi Diri,1,PPPK,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,47,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,2,Quotes Kata-Kata Bijak,2,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,4,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Regional,4,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,29,Sei,1,Sejuta,1,Seminar,1,Semua Berita,12,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,2,SKCK,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Soekarno,1,Sosial,71,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tamtama,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,They Feynman,1,Timor Leste,2,Tips,18,Tips Kepemimpinan,1,TNI AU,1,Toraja,1,Trash Hero Belu,1,Travel,13,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Vaksin,1,Video Game,1,Virus Corona,8,Webinar,4,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: Mengenal Dunia Filantropis Serta Relevansinya Dengan Peran Millenial Di Era Sekarang
Mengenal Dunia Filantropis Serta Relevansinya Dengan Peran Millenial Di Era Sekarang
Secara harfiah filantropi adalah konseptualisasi dari praktik memberi (giving), pelayanan (services) dan asosiasi (association) secara sukarela
https://1.bp.blogspot.com/-dtLyyaDuLI8/YJLK_R400aI/AAAAAAAAGC4/2JBik09Fv3AbNiQg1z07uWN7T1RCaeutgCLcBGAsYHQ/w640-h426/pexels-photo-5965865.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-dtLyyaDuLI8/YJLK_R400aI/AAAAAAAAGC4/2JBik09Fv3AbNiQg1z07uWN7T1RCaeutgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/pexels-photo-5965865.jpeg
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2021/05/mengenal-dunia-filantropis-serta.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2021/05/mengenal-dunia-filantropis-serta.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content