Masihkah Aceh Menolak Vaksin?

SHARE:

Dengan adanya pengalaman dari ulama yang telah menerima vaksin Covid-19, masyarakat Aceh seharusnya tidak akan menolak lagi vaksin tersebut

Baca Juga :
Dalam survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) dengan dukungan dari UNICEF dan WHO, banyak masyarakat Indonesia bersedia untuk menerima vaksin Covid-19. 

Beberapa provinsi yang ada di Pulau Papua, Jawa, dan Kalimantan terdapat tingkat penerimaan vaksin yang lebih tinggi. Sedangkan beberapa provinsi yang ada di Sumatera, Sulawesi, dan Maluku terdapat tingkat penerimaan vaksin yang lebih rendah. Provinsi Papua Barat memiliki persentase tingkat penerimaan vaksin yang paling tinggi, yaitu 74%, apabila dibandingkan dengan seluruh provinsi lainnya. Sedangkan Provinsi Aceh memiliki persentase penerimaan vaksin yang paling rendah, yaitu 46%. 

Survei tersebut menjelaskan bahwa alasan penolakan beberapa masyarakat Indonesia terhadap vaksin Covid-19 berkaitan dengan keamanan vaksin tersebut. Sebanyak 22%, beberapa di antara mereka menolak vaksin karena meragukan efektifitas vaksin. Kemudian, beberapa orang yang menolak karena tidak percaya terhadap vaksin ada 13%. Sedangkan 12%, beberapa orang khawatir terhadap efek samping dari vaksin, seperti demam dan nyeri, sehingga mereka menolak vaksin. Dan yang terakhir, 8% menyatakan bahwa mereka menolak vaksin karena alasan keagamaan. 

Wajar saja apabila alasan keagamaan memengaruhi seseorang untuk menolak vaksin Covid-19. Hal itu karena kehidupan masyarakat Indonesia sangat dipengaruhi oleh keyakinan tertentu, seperti adanya agama. Masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat di Aceh, hidup sebagai masyarakat yang harus menaati berbagai aturan yang ada di daerahnya. Kebanyakan, masyarakat di Aceh memeluk Agama Islam sehingga kehidupan orang-orang yang tinggal di Aceh dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. 

Dominasi Agama Islam di Aceh juga memengaruhi peraturan daerah sehingga peraturannya juga berkaitan dengan syari’at Islam. Oleh karena itu, para tokoh agama, seperti ulama, mampu memengaruhi cara berpikir masyarakat di Aceh. Hal itu karena mereka sangat dihormati oleh masyarakat Islam. Apa yang dikatakan oleh seorang pemimpin, masyarakat akan menurutinya. Dengan demikian, ulama menjadi panutan bagi masyarakat sehingga ia memiliki pengaruh yang kuat bagi kehidupan sosial di Aceh, khususnya bagi mereka yang memeluk Agama Islam. 

Hidayatullah, seorang jurnalis di Aceh, melaporkan bahwa sejumlah tokoh agama masih berkampanye melalui saluran resmi milik pemerintah dalam mengupayakan vaksin. Apabila tokoh agama, seperti ulama, menjadi penggerak utama bagi masyarakat yang ada di Aceh, segala tindakan dan keputusan masyarakat bergantung pada tindakan dan keputusan ulama. Oleh karena itu, ulama menjadi cerminan bagi masyarakat di Aceh. Mereka dapat menerima vaksin Covid-19 apabila ulama terlebih dahulu menerima vaksin Covid-19. 

Ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 halal bagi seluruh masyarakat Indonesia, masyarakat Aceh pastinya meyakini bahwa vaksin tersebut halal. Meskipun vaksin tersebut halal, beberapa di antara mereka masih meragukan vaksin tersebut. Contohnya seperti pernyataan Yulzi Muammar, seorang pemuda Aceh, yang menyatakan bahwa dia menolak vaksin karena dia takut efek samping dari vaksin tersebut. Kemudian, Rahmida Sari Pagan, seorang mahasiswi di Aceh, menyatakan bahwa dia takut dengan efek samping dari virus tersebut. Meskipun dia mengetahui kabar tentang vaksin Covid-19, dia juga mencurigainya karena kabar tersebut belum tentu benar. Padahal, Amirsyah Tambunan, Sekretaris Jenderal MUI, menyatakan bahwa beliau tidak mengalami efek samping dari vaksin tersebut. Bahkan sebelum dan sesudah vaksinasi, kondisi beliau sehat walafiat sehingga vaksin tersebut aman untuk digunakan oleh masyarakat, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang beragama Islam. 

Dengan adanya pengalaman dari ulama yang telah menerima vaksin Covid-19, masyarakat Aceh seharusnya tidak akan menolak lagi vaksin tersebut karena berbagai alasan yang berkaitan dengan keamanannya. Apabila masyarakat Aceh masih menolak, barangkali media perlu untuk menayangkan proses vaksinasi terhadap tokoh agama, khususnya para ulama, secara streaming agar hal tersebut mampu meyakinkan masyarakat Aceh. Apabila sudah diupayakan seperti demikian, apakah Aceh masih menolak vaksin

Penulis : Stefanus Lumen Christian
Vaksin Covid-19. Photo by Gustavo Fring via pexels.com
Cloud Hosting Indonesia
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,1,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,9,Baby Boomer,1,Badminton,1,Banjir,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Berita,3,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,8,Bulutangkis,1,BWF,1,Cerita,9,Cerita Pendek,4,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,14,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,12,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,4,Event Hunter Indonesia,1,Featured,3,Features,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fulan Fehan,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,4,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,2,HMI,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,22,Hukum Film,1,Ide Kreatif,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,1,Internasional,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,10,Keadilan Sosial,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,1,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,5,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,7,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Membaca,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,6,Miskin Cinta,1,Motivasi,12,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Muslimah,1,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasional,1,New Normal,1,News,1,NTT,5,Nusa Tenggara Timur,1,Olahraga,3,Omnibus Law,2,Opini,189,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,1,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,3,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pilihan Redaksi,18,Pilkada,1,Politik,6,Potensi Diri,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,42,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,1,Quotes Kata-Kata Bijak,1,R.A Kartini,1,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Review,1,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,29,Sejuta,1,Seminar,1,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,1,SJ182,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,3,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,2,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,67,Sriwijaya Air,1,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,Tips,23,Tips Kepemimpinan,1,Trash Hero Belu,1,Travel,11,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Vaksin,1,Virus Corona,8,Webinar,4,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,YummyApp,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Masihkah Aceh Menolak Vaksin?
Masihkah Aceh Menolak Vaksin?
Dengan adanya pengalaman dari ulama yang telah menerima vaksin Covid-19, masyarakat Aceh seharusnya tidak akan menolak lagi vaksin tersebut
https://1.bp.blogspot.com/-f_W4PznmuLQ/YGcc0pczb-I/AAAAAAAAF_g/GsdWbHsRw3oblqvvVOiG7xsjnH4RsM8jgCLcBGAsYHQ/s320/pexels-photo-3985170.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-f_W4PznmuLQ/YGcc0pczb-I/AAAAAAAAF_g/GsdWbHsRw3oblqvvVOiG7xsjnH4RsM8jgCLcBGAsYHQ/s72-c/pexels-photo-3985170.jpeg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2021/04/masihkah-aceh-menolak-vaksin.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2021/04/masihkah-aceh-menolak-vaksin.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content