Pemikiran Utilitarian John Rawls Dalam Theory Of Justice dan Relevansinya Dengan Hidup Bersama

SHARE:

John Rawls Adalah salah seorang filsuf Amerika kenamaan di akhir abad ke-20

Baca Juga :
Dewasa ini, perkembangan jaman juga amat mempengaruhi bagaimana aspek kehidupan dan juga bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan. Ada banyak sekali fenomena baru-beru ini yang kemudian dikaji hingga memampukan seorang ilmuan atau pemikir mencetuskan sebuah teori atau ilmu yang baru, utilitarianisme salah satunya. 

Utilitarianisme sejatinya merupakan sebuah aliran pemikiran yang muncul atas reaksi terhadap ciri metafisis dan abstrak dari filsafat hukum pada abad ke-18. Dimulai dari pensistemasian pemikiran ini oleh Jeremy Bentham dan John Stuart Mill pada abad ke-19. Aliran ini diberi nama utilitarianisme atau disebut pula utilitisme, utilistis, atau eudaemonistis. Hal ini dikarenakan hukum harus memberikan manfaat (utility) kepada manusia lain, sedangkan yang dimaksud memberikan manfaat adalah menghindarkan keburukan dan mendapatkan kebaikan.

John Rawls dan Pemikirannya

Salah satu tokoh yang kemudian juga mengembangkan teori ini adalah John Rawls yang merupakan salah seorang filsuf Amerika kenamaan di akhir abad ke-20. Didasari oleh telaah pemikiran lintas disiplin ilmu secara mendalam, John Rawls dipercaya sebagai salah seorang yang memberi pengaruh pemikiran cukup besar terhadap diskursus mengenai kajian utilitarianisme dan nilai-nilai keadilan hingga saat ini. Dalam pemikirannya ini, kajian Rawls erat hubungannya dengan bidang politik, sosial dan hukum namun juga Rawls tetap tidak menghilangkan indentitasnya sebagai seorang filsuf yang mengejar tentang kebijaksanaan.

Teorinya yang amat tersohor adalah teorinya tentang keadilan dalam karyanya yang berjudul A Theory of Justice. Pada karyanya ini, Rawls berusaha untuk membedah kembali pemermasalahan yang ada pada kajian filsafat politik dengan didasarkan pada prinsip kebebasan dan persamaan. Ia kembali menelaan kajian ini dengan menggunakan kacamata etika dan moral. Pemikirannya ini disebut sebagai upaya untuk melampaui paham utilitarianisme yang sangat dominan di era sebelumnya serta merekonstruksi warisan teori kontrak sosial dari Hobbes, Locke dan Rousseau sebagai titik tolak untuk merumuskan sebuah teori keadilan yang menyeluruh dan sistematis.

Berangkat dari paham utilitarianisme yang merupakan suatu teori yang ingin menjamin kebahagiaan yang terbesar bagi manusia dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya (the greatest good of the greatest number). Pada hakikatnya menurut teori ini tujuan hukum adalah manfaat dalam menghasilkan kesenangan atau kebahagiaan yang terbesar bagi jumlah orang yang terbanyak. Rawls berpendapat bahwa keadilan adalah kebajikan utama dari hadirnya institusi-institusi sosial (social institutions). Akan tetapi, menurutnya, kebaikan bagi seluruh masyarakat tidak dapat mengesampingkan atau menggangu rasa keadilan dari setiap orang yang telah memperoleh rasa keadilan, khususnya masyarakat lemah. Dari sinilah kemudian Rawls mencetuskan utilitarian gaya baru yang bertumpu pada teorinya tentang keadilan.

Teori tentang keadilan ini sendiri menurutnya terkandung dua tujuan didalamnya, yakni pertama, teori ini mau mengartikulasikan sederet prinsip-prinsip umum keadilan yang mendasari dan dan menerangkan berbagai keputusan moral yang sungguh-sungguh dipertimbangkan dalam keadaan-keadaan khusus kita. Yang dimaksudkan dengan “keputusan moral” adalah sederet evaluasi moral yang telah kita buat dan sekiranya menyebabkan tindakan sosial kita. Keputusan moral yang sungguh dipertimbangkan menunjuk pada evaluasi moral yang kita buat secara refleksif. Kedua, Rawls mau mengembangkan suatu teori keadilan sosial yang lebih unggul atas teori utilitarianisme. Rawls memaksudkannya “rata-rata” (average utilitarianisme). 

Maksudnya adalah bahwa institusi sosial dikatakan adil jika diabdikan untuk memaksimalisasi keuntungan dan kegunaan. Sedang utilitarianisme rata-rata memuat pandangan bahwa institusi sosial dikatakan adil jika hanya diandikan untuk memaksimilasi keuntungan rata-rata perkapita. Untuk kedua versi utilitarianisme tersebut “keuntungan” didefinisikan sebagai kepuasan atau keuntungan yang terjadi melalui pilihan-pilihan. Rawls mengatakan bahwa dasar kebenaran teorinya membuat pandangannya lebih unggul dibanding kedua versi utilitarianisme tersebut. Prinsip-prinsip keadilan yang ia kemukakan lebih unggul dalam menjelaskan keputusan moral etis atas keadilan sosial.

Rawls memusatkan diri pada bidang utama keadilan yang menurut dia adalah susunan dasar masyarakat. Fungsi susunan dasar masyarakat adalah mendistribusikan beban dan keuntungan sosial yang meliputi kekayaan, pendapatan, makanan, perlindungan, kewibawaan, kekuasaan, harga diri, hak-hak dan kebebasan. Manusia yang lahir dalam posisi sosial yang berlain-lainan mempunyai prospek hidup berlainan pula, dan hal itu ditentukan sebagian oleh sistem sosial, politik dan ekonomi. Dalam hal inilah institusi-institusi sosial berupaya mempengaruhi dan mengubah situasi awal tersebut bagi prospek hidup selanjutnya. Dalam ketidak samaan awal itu prinsip-prisip keadilan sosial harus diterapkan. Prinsip-prinsip keadilan sosial mengatur pilihan-pilihan konstitusi politik dan unsur-unsur utama dari sitem sosial dan ekonomi. Itulah sebabnya bagi Rawls bidang utama keadilan adalah struktur dasar msyarakat.

Dalam kaitannya dengan teorinya tersebut, Rawls kemudian berusaha untuk mewujudkan masayarakat yang adil dengan mengupayakan untuk memosisikan kebebasan akan hak-hak dasar sebagai nilai yang tertinggi dan kemudian harus diikuti dengan adanya jaminan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk menduduki jabatan atau posisi tertentu dalam masyarakat.

Pengaruh Pemikiran Rawls Terhadap Utilitarianisme  

Pemikiran Rawls tentang keadilan ini, kemudian sedikit banyak mempengaruhi bagaimana pemahaman baik tentang utilitarianisme maupun keadilan itu sendiri. Topik mengenai keadilan memanglah sebuah topik yang tiada habisnya diperdebatkan dalam kajian filsafat. John Rawls kemudian berusaha mensistematisasikan pemikirannya mengenai bagaimana ia memandang keadilan yang didasari oleh kritiknya atas utilitarianisme. 

Rawls melihat bahwa masih ada cela ketika masyarakat secara penuh menganut aliran utilitarianisme ini. Ia melihat bahwa distribusi keadilan yang dijalankan oleh aliran ini masih kurang merata, mengingat bagaimana semboyan utilitarianisme yang berbunyi keadilan terbesar bagi jumlah terbesar. Namun ternyata sembonyan ini masih kurang pengaplikasiannya jika diterapkan pada kondisi masyarakat masa kontemporer. Ia melihat ada kurangnya distibusi tentang keadilan bagi mereka yang lemah, atau tersisih. 

Karnanya utilitarian kini dimaknai sebagai pendistibusian kebijakan bagi mereka yang menganut mayoritas, sedangkan mereka yang minoritas akhirnya ‘dipaksakan’ menerima bagaimana kebijakan itu sudah terlanjur dibuat.

Rawls kemudian memunculkan pemikiran tetang bagaimana sesungguhnya manusia pada dasarnya memiliki keadaan asali yang sama (bdk. Kontrak sosial) sehingga kemudian berhak untuk mendapatkan kebebasan atau keadilan dengan jatah yang sama pula. Hal ini kemudian menjadi problematik ketika dihadapkan dengan kondisi utilitarian yang cenderung memaksakan kebijakan berdasarkan suara mayoritas. Rawls kemudian menaruh pokok keprihatinannya atas keadaan ini dengan berusaha memunculkan masyarakat yang adil dan bebas serta terjamin dengan adanya teori keadilan ini dan juga memprioritaskan mereka yang memiliki posisi lemah dalam masyarakat. Dalam teorinya ini ia mengatur tentang bagaimana kebijakan itu harusnya menjamin keadilan bagi seluruh pihak dengan didasari oleh prinsip tentang kebebasan dan kesamaan. Atas dasar teorinya ini kemudian memunculkan banyak tanggapan dari para pemikir setelahnya. 

Relevansi Teori John Rawls 

Teori Rawls hingga saat ini masih banyak diadopsi oleh berbagai versi hukum dan diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.

Relevansi yang amat terlihat pada masyarakat dewasa ini adalah adanya kebijakan-kebijakan yang mengatur tentang keadilan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Contoh nyata yang ada pada kehidupan kita adalah adanya undang-undang atau bahkan landasan negara (sila kelima pada Pancasila) yang mengatur tentang hal tersebut sehingga pendistribusian keadilan dan juga hak pada setiap individu pada berbagai lapisan masyarakat dapat terjamin dengan baik. Dalam konsepsi Rawls, keadilan sosial tersebut dapat ditegakkan melalui koreksi terhadap pencapaian keadilan dengan cara memperbaiki struktur dasar dari institusi-institusi sosial yang utama, seperti misalnya pengadilan, pasar, dan konstitusi negara.

Kendatipun demikian, Rawls tetap membuka ruang adanya pembatasan terhadap kebebasan berpolitik. Akan tetapi pembatasan tersebut haruslah memberikan jaminan dan manfaat yang sama bagi kelompok atau golongan yang kurang beruntung (the least advantaged).

Penulis : Nabilla Chandrawati

John Rawls
John Rawls. Photo via CNN.com

Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,4,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Amin Rais,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Anugerah Pesona Indonesia,1,Aplikasi,1,Aplikasi SehatQ,1,Argentina,1,Atambua,13,Baby Boomer,1,Badan Kurus,1,Badminton,1,Bali,1,Banjir,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Belajar,2,Bencana,1,Bermanfaat Untuk Lingkungan,1,Bisnis,4,Boba,1,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,10,Bulutangkis,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Cafe Amor Dualaus,1,Catur,2,Cerita,16,Cerita Pendek,15,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Copa America 2021,1,Covid-19,22,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,7,Debat Pilkada,1,Demokrasi,2,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Direktori Penyakit,1,Dokumen,1,Drama Hukum,1,Drama Korea,1,Drama Korea Tentang Hukum,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,13,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Euro 2020,1,Fabio Carvalho,1,Fanatisme,1,Film Cinta Bete,1,Film Hukum,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fresh Graduate,1,Fulan Fehan,3,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Ghetto,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,19,Hukum Film,2,Ide Kreatif,1,IKADAR Bali,1,Ikawiga,1,Indonesia,5,Influencer,1,Inggris,2,Internasional,2,Ir. Soekarno,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,4,Keadilan Sosial,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,2,Komunitas,1,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Liburan Kuliah,1,Liga 3,1,Lokastithi Giribadra,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,1,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,6,Malang,2,Malang United,2,Mama,1,Maret,1,Matematika,1,Media Sosial,1,Membaca,1,Membangun Setting Lokasi,1,Membuat SKCK,1,Memperpanjang SKCK,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,Messi,1,Michael Focault,1,MICIN,1,Milenial,15,Millenial,9,Minuman boba,1,Miskin Cinta,1,Motivasi,15,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,2,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasib Negeri Kanibal,1,Nasional,5,Neo Ghetto,1,New Normal,1,News,9,NTT,4,Nusa Tenggara Timur,10,Olahraga,11,Omnibus Law,2,Opini,207,Opinion,3,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pana Mone Hill Stone,1,Pancasila,2,Pandemi Covid-19,11,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,5,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Pesta Demokrasi,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pikabo,1,Pilihan Redaksi,25,Pilkada,1,Politik,8,Politik Uang,1,Pompa ASI,1,Potensi Diri,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,46,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Purbalingga,1,Quarter Life Crisis,1,Quote,2,Quotes Kata-Kata Bijak,2,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,3,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,Regional,1,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,30,SehatQ,1,Sei,1,Semua Berita,14,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,5,SKCK,1,Skripsi,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,70,Sponsored,3,Status Sosial,1,Suku di Indonesia,1,Sumatera Barat,1,Sumba,1,Taekwondo,1,Tahun Baru 2021,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,They Feynman,1,TikTok,1,Timor Leste,3,Tips,24,Tips Kepemimpinan,1,Tips Menulis,1,Toraja,1,Tradisi,1,Trash Hero Belu,1,Travel,14,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Timor,1,Universitas Widyagama,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Video Game,1,Virus Corona,13,Webinar,1,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,Youtube,1,Youtuber,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: Pemikiran Utilitarian John Rawls Dalam Theory Of Justice dan Relevansinya Dengan Hidup Bersama
Pemikiran Utilitarian John Rawls Dalam Theory Of Justice dan Relevansinya Dengan Hidup Bersama
John Rawls Adalah salah seorang filsuf Amerika kenamaan di akhir abad ke-20
https://1.bp.blogspot.com/-MythUGS8_YA/YAUsxnIUKtI/AAAAAAAABTQ/xLZp9fuxY2UsHFf1UYtridHHCWj7ZcXpgCLcBGAsYHQ/w640-h360/130723123817-john-rawls-horizontal-large-gallery.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-MythUGS8_YA/YAUsxnIUKtI/AAAAAAAABTQ/xLZp9fuxY2UsHFf1UYtridHHCWj7ZcXpgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/130723123817-john-rawls-horizontal-large-gallery.jpg
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2021/01/pemikiran-utilitarian-john-rawls-dalam.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2021/01/pemikiran-utilitarian-john-rawls-dalam.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA Topik Terkait ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Topik Terkait Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content