Pandemi Covid 19: Dari Keterpurukan Menuju Progres

SHARE:

Manusia berefleksi dan berusaha untuk mewujudkan situasi yang lebih baik lagi dari hari ke hari, dari keterpurukan menjadi progres yang nyata

Baca Juga :
Manusia tidak bisa hidup terlepas dari konteks zamannya. Konteks zaman mempengaruhi kehidupan manusia. Dari konteks hidupnya, manusia berupaya untuk merefleksikan zamannya dan situasi yang melanda hidupnya. Dunia dewasa ini dikejutkan dengan kehadiran penyakit mematikan yang bermula dari wabah kecil, menjadi pandemi di seluruh dunia. Semua orang menyebut virus ini dengan sebutan virus Covid-19. Sebelum pandemi, manusia hidup dengan kebudayaan yang berjalan masing-masing dalam komunitasnya. Semua seakan berjalan baik-baik saja. 

Mungkin masyarakat merasa bahwa permasalahan yang terjadi pada umumnya tetap berkaitan tentang kemakmuran jasmani dan rohani pribadi. Misalnya: masalah keagamaan, permasalahan sosial, kebijakan-kebijakan pemerintah dan lain sebagainya. Lalu hadir pandemi covid-19 yang membuat semuanya “berubah”. Covid-19 menjadi masalah baru dalam hidup masyarakat karena bagaimanapun juga tetap berkaitan dengan hidup dan mati manusia. Dari sini saya mengatahui bahwa memang benar hasrat alamiah manusia selalu menjauhi yang buruk (tidak enak) dan mendekati yang enak. Manusia selalu berusaha untuk menjauhi situasi-situasi batas yang ada dalam hidupnya, dari pengalaman yang tidak mengenakkan hingga pengalaman kematian. 

Pandemi Covid-19 nampaknya menjadi suatu “situasi batas” dalam hidup manusia. Pandemi Covid-19 yang nampaknya menjadi suatu hal baru dan “menambah” permasalahan manusia menjadi lebih kompleks ini nampaknya tetap tidak membuat permasalahan lain sebelumnya (masalah keagamaan, permasalahan sosial, kebijakan-kebijakan pemerintah dan lain sebagainya) tidak hilang begitu saja. Masalah-masalah itu tetap ada dan membarengi masalah baru, Covid-19 ini.

Namun manusia menurut saya merupakan makhluk yang istimewa karena ia memiliki akal budi dan “fakultas-fakultas” lain dalam dirinya sehingga ia dapat berpikir dan mencoba untuk melakukan sesuatu keluar dari masalah yang melandanya. Memang orang akan takut ketika berhadapan dengan korona ini. Namun sebagian orang yang tak henti-hentinya berjuang untuk melanjutkan hidup akan menemukan cara-cara yang kreatif dan secara perlahan keluar dari masalah yang melandanya. Pandangan-pandangan yang menakutkan tentang Covid-19 secara perlahan luntur oleh karena orang-orang yang terus-menerus memberikan wacana kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap Covid-19. Ada nilai yang baik ketika manusia berusaha memecahkan masalah yang melanda hidupnya.

Dalam pengalaman saya, pada awal masa pandemi orang-orang berada pada situasi yang chaos. Masyarakat bingung dalam bersikap dan larut dalam ketakutan yang melandanya. Mungkin ada orang-orang yang merasa cuek, acuh-tak acuh terhadap covid yang muncul di tengah mereka. Lalu dari situasi yang chaos itu, manusia mencoba memikirkan hal-hal apa yang sekiranya dapat dilakukan untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. Permasalahan umum sejenak “ditinggalkan” dan berfokus pada masalah Covid-19 ini. Setelah semua hal mulai ditangani, masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru mereka. Namun apakah masalah selesai? Nampaknya tidak. Bidang-bidang penting manusia terdampak dan bahkan hingga saat ini orang merasa bahwa masalah tidak kunjung selesai. Masalah-masalah besar itu beberapa diantaranya adalah Kesehatan, Pendidikan, Isu Perempuan dan Anak-anak, dan Ekonomi.

Covid-19 pertama-tama memang adalah soal sakit-penyakit. Penyakit ini menyerang manusia secara fisik. Selanjutnya hal yang ditimbulkan, seseorang menjadi terjangkit. Sistem imun manusai yang sehat, memberikan sedikit kemungkinan penyakit ini menular kepada mereka. Namun ketika sistem imun manusia buruk, maka dampak yang ditimbulkan juga buruk dan yang paling mengkhawatirkan ialah orang mengalami kematian. Vaksin yang sampai sekarang selalu dalam tahap pembuatan dan pengecekan, juga tes-tes terhadap virus covid-19 yang tidak murah menjadi permasalahan tersendiri. Dari sini, sisi kesehatan menjadi penting sebab ini merupakan hal pertama bagaimana problem tentang covid-19 ini muncul dan memporak-porandakan segala hal. Dari masalah kesehatan ini, memunculkan berbagai masalah yang berbuntut menjadi masalah lain misalnya adalah ekonomi, dan keamanan masyarakat.

Selanjutnya Covid-19 juga mempengaruhi dunia pendidikan. Pendidikan adalah suatu hal yang penting bagi manusia sebagai cara yang paling muktahir (paling tidak untuk saat ini) untuk membuat manusia berkembang dalam hal intelektual. Intelektual yang dimaksud tidak sekedar bagaimana manusia memperoleh pengetahuan, tapi juga bagaimana manusia itu mengambil sikap dalam hidupnya, kemampuan-kemampuan untuk memecahkan masalah, dan lain sebagainya. Kekhawatiran terhadap virus corona membuat pendidikan juga tidak bisa dijalankan sebagaimana “normalnya”. Sekolah-sekolah, perkuliahan, (kegiatan belajar mengajar apapun itu) terpaksa ditutup guna mengantisipasi persebaran Covid-19. Maka menurut saya, kekreatifitasan menjadi kunci bagaimana kegiatan belajar mengajar dapat dijalankan kembali walaupun tidak dengan tatap muka. Metode-metode baru dari hari ke hari selalu muncul dan menjadi inspirasi bagi model pengajaran yang satu dengan yang lain. Manusia dengan akal budinya selalu dituntut untuk kreatif, inovatif, dan reflektif, misalnya dalam hal pendidikan ini.

Isu perempuan dan anak juga tak kalah menarik dibahas ketika covid-19 melanda dunia. Dalam beberapa pencarian di internet, tingkat kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan perempuan dan anak semakin marak terjadi. Pandemi covid-19 tidak membuat kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak turun, tapi justru hal itu semakin meningkat. Perempuan dan anak pada hakikatnya juga manusia yang bermartabat luhur, mempunyai akal budi sebagaimana manusia lain miliki. Namun kerapkali mereka dipandang rendah oleh karena egoisme dan sikap merasa diri lebih baik-tinggi-bermartabat dari orang lain. Perempuan dan anak memiliki juga memiliki peran yang penting selama situasi pandemic berlangsung. Sikap-sikap alami mereka yakni kelemah-lembutan dan berpikir detail kerap kali menjadi suatu oase bagi kehidupan berkeluarga, walaupun tidak bisa semuanya dipukul rata seperti itu. Dalam beberapa hal, perempuan justru menjadi “suami’ dalam keluarga oleh karena menjadi tulang punggung bagi pasangan dan anak-anak. Isu-isu tentang kesetaraan gender perlu selalu digaungkan agar perspektif manusia tentang kesetaraan gender juga semakin lebih baik, lebih-lebih dalam situasi covid semacam ini.

Bidang ekonomi ternyata terdampak cukup besar pula dalam masa pandemi Covid-19 ini. Situasi pandemi nyatanya membuat laju perekonominan terhambat. Banyak perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja kepada para karyawan mereka oleh karena tidak adanya pemasukan yang diterima oleh suatu perusahaan. Pizza Hut yang menjadi salah satu restoran cepat saji juga mengalami kebangkrutan, pihak marketing sampai-sampai menjual pizza mereka seharga Rp 100.000 saja untuk dalam jumlah banyak. Namun jika kita melihat realitas awal keadaan ekonomi Indonesia saat pandemi, ada banyak oknum yang melakukan penimbunan sejumlah barang guna keuntungan pribadi yang sebenarnya sangat merugikan banyak orang. Pemutusan hubungan kerja yang berakibat pada peningkatan jumlah pengangguran juga mempunyai dampak lain terhadap pendidikan, kesehatan, dan sosial masyarakat. Pemerintah dan masyarakat harus selalu bekerja sama dalam mewujudkan situasi ekonomi yang kondusif, tidak saling menyalahkan, tapi mampu mewujudkan bonum comunne di tengah situasi yang terpuruk ini.

Setelah melihat beberapa bidang yang besar terdampak covid-19 ini, saya melihat adanya peningkatan secara perlahan dari masyarakat untuk mewujudkan situasi yang semakin kondusif. Dari sisi kesehatan, para tonggak medis sedikit demi sedikit mampu memulihkan kesehatan masyarakat dan menurunkan daerah-daerah yang terkena zona merah. Dalam dunia pendidikan, para kaum pendidik berusaha untuk menciptakan metode-metode yang semakin menarik tanpa memberatkan siswa dalam memperoleh pendidikan yang hasilnya sudah baik jika dibandingkan di awal pandemi. Di sisi perempuan dan anak, kaum perempuan dan anak-anak secara diam-diam mengambil beberapa peran penting dalam masyarakat. Ini menjadi buktu bahwa kesetaraan gender itu nyata dan layak untuk diperjuangkan. Dari sisi ekonomi, secara perlahan pula kondisi ekonomi Indonesia membaik. Semua ini menunjukkan bahwa manusia berefleksi dan berusaha untuk mewujudkan situasi yang lebih baik lagi dari hari ke hari, dari keterpurukan menjadi progres yang nyata, walaupun semuanya ini tetap perlu dipertanyakan dan ditinjau terus-menerus.

Penulis : Hilarius Andika Kurniawan
Bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19
Bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19. Photo by Ava Motive via Pexels.com

Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,1,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,11,Baby Boomer,1,Badminton,1,Banjir,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,9,Bulutangkis,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Catur,1,Cerita,10,Cerita Pendek,5,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,15,CPNS,1,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,14,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,4,Event Hunter Indonesia,1,Fabio Carvalho,1,Featured,3,Features,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fulan Fehan,1,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,2,HMI,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,23,Hukum Film,1,Ide Kreatif,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,1,Internasional,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,14,Keadilan Sosial,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,1,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,7,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,7,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Membaca,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,6,Miskin Cinta,1,Motivasi,14,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Muslimah,1,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasional,3,New Normal,1,News,2,NTT,5,Nusa Tenggara Timur,1,Olahraga,5,Omnibus Law,2,Opini,201,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,2,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,4,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pilihan Redaksi,19,Pilkada,1,Politik,7,Potensi Diri,1,PPPK,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,46,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,1,Quotes Kata-Kata Bijak,1,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,3,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Regional,3,Review,1,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,30,Sejuta,1,Seminar,1,Semua Berita,7,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,1,SJ182,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,72,Sriwijaya Air,1,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tamtama,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,Timor Leste,2,Tips,14,Tips Kepemimpinan,1,TNI AU,1,Trash Hero Belu,1,Travel,11,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Vaksin,1,Virus Corona,9,Webinar,4,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,YummyApp,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: Pandemi Covid 19: Dari Keterpurukan Menuju Progres
Pandemi Covid 19: Dari Keterpurukan Menuju Progres
Manusia berefleksi dan berusaha untuk mewujudkan situasi yang lebih baik lagi dari hari ke hari, dari keterpurukan menjadi progres yang nyata
https://1.bp.blogspot.com/-av8fysQzM8I/YAPhRSXkhTI/AAAAAAAABS4/OEV08I0Hdb4pCbPyVZxlVmt5mFojiXe0wCLcBGAsYHQ/w640-h426/pexels-photo-1236678.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-av8fysQzM8I/YAPhRSXkhTI/AAAAAAAABS4/OEV08I0Hdb4pCbPyVZxlVmt5mFojiXe0wCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/pexels-photo-1236678.jpeg
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2021/01/pandemi-covid-19-dari-keterpurukan.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2021/01/pandemi-covid-19-dari-keterpurukan.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content