MEC (Micro Economy Community) Sebagai Sebuah Inovasi Dalam Sistem Praktis Ekonomi Tingkat Lokal Guna Memulihkan Ekonomi Nasional

SHARE:

Penerapan Berbagai bentuk model MEC untuk pemulihan ekonomi dapat disesuikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di satu wilayah tertentu

Baca Juga :
Pandemi Covid-19 yang mewabah keseluruh dunia sudah memasuki kurang lebih satu tahun sejak ditemukannya kasus pertama di China. Semua bidang kehidupan mendapatkan efek yang begitu siginifikan, dari mulai kesehatan, ekonomi, politik, pendidikan, sampai pada pola kehidupan sosial masyarakat semuanya berubah drastis. Selain dari kesehatan, tentu bidang yang paling terdampak serius adalah dalam hal ekonomi karena secara langsung bersentuhan dan menyangkut pada tatanan kehidupan masyarakat setiap harinya dari mulai tingkat terkecil hingga terbesar.

Sektor UMKM yang Paling Terdampak

Kegiatan ekonomi ini tentu tidak lepas dari bisnis. Dikala pandemi ini terjadi, berbagai sektor bisnis mengalami guncangan. Penurunan pendapatkan begitu drastis terjadi, bahkan sampai ada yang mengalami kebangkrutan karena tingkat likuiditas keuangannya rendah seperti pada jenis bisnis UMKM. Ketua umum Asosiasi UMKM Indonesia, M Ikhsan Ingratubun mengungkapkan dalam data yang dimiliki pihaknya mencatat terdapat 30 Juta UMKM yang sudah bangkrut dari total 63 Juta UMKM. Padahal sektor bisnis UMKM ini menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja yang bagitu besar. Akibatnya bertambahnya pengangguran pun tak bisa dielak lagi. Sri Mulyani menyatakan, jumlah pengangguran akibat pandemi ini bertambah mencapai 2,67 Juta orang.

Terjadinya Resesi Ekonomi

Menurunnya tingkat produksi akibat banyaknya kebangkrutan pada sektor UMKM ini pun yang menjadi salah satu akibat Indonesia mengalami resesi. Secara resmi hal ini pula dinyatakan oleh ketua BPS Suhariyanto, bahwa setelah pada kuartal II 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32% kemudian pada triwulan III 2020 juga masih mengalami kontraksi sebesar 3,49%, sehingga ketika dua kuartal berturut – turut pertumbuhan ekonomi indonesia mengalami kontraksi maka dinyatakan sudah masuk pada jurang resesi.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa “biang kerok” dari Indonesia mengalami kontraksi ekonomi ini adalah salah satunya dari konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2020 masih minus 4,04%. Hal ini menunjukkan tingkat daya beli masyarakat yang masih lesu dan minim. Padahal pemerintah telah mengeluarkan berbagai program guna kembali menaikkan tingkat konsumsi masyarakat sebagai upaya untuk menanggulangi resesi dan pemulihan ekonomi nasional.

Kebijakan Pemerintah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Sebagai respons guna mengembalikan pemulihan ekonomi nasional akibat wabah pandemi covid-19 ini kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang secara rinci penyalurannya pada 6 sektor, yaitu kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, Kementrian/Lembaga dan Pemda serta pembiayaan korporasi yang penyerapannya hingga data terbaru disebutkan oleh ketua satgas PEN Budi Gunardi sebesar 60,5% dari jumlah program anggaran sebesar 695,2 Triliun.

Menteri koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menilai program PEN ini efektif, berperan cukup penting dalam proses pemulihan ekonomi nasional khususnya untuk tetap menjaga daya beli masyarakat ditengah pandemi. Bahkan kerja keras dari KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) pun terbilang berhasil dan telah diakui oleh dunia internasional, dalam hal ini IMF. Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT)-G20 beberapa waktu lalu, IMF menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini terbaik kedua setelah China.

Sementara itu, lain halnya dengan Direktur INDEF (Institute for Development of Economic and Finance ) Tauhid Ahmad ysng menyoroti akan lambannya dalam penyerapan PEN ini, padahal pemerintah hanya memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk mencairkannya. Ini menjadi catatan ketika semua berharap PEN dapat menyelesaikan permasalahan pemulihan ekonomi.

Selain dari penyerapannya yang lamban. Tauhid juga menilai, PEN kurang efektif dalam mendorong konsumsi rumah tangga. Hal ini terlihat dari data mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga yang masih tumbuh minus 4%, sekaligus menjadi penyumbang kontraksi terbesar pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut. Hal ini membuktikan adanya permasalahan mendasar pada program perlindungan sosial dalam PEN. Baik itu dari segi skemanya ataupun jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal senada juga disebutkan oleh peneliti INDEF, Bhima Yudistira. Terkait rendahnya daya beli masyarakat, pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan, misalnya bagi kalangan pekerja dibawah gaji 5 Juta. Mereka yang memenuhi kriteria akan mendapatkan dana sebesar 2,4 juta, yang disalurkan dua tahap. Tujuannya untuk mengurangi beban pekerja sekaligus meningkatkan perputaran uang dipasar dan menggerakkan sektor - sektor perekonomian di bawah, namun INDEF mencatat justru semakin banyak orang yang memiliki uang untuk menabungkannya di bank. Hal ini terjadi lantaran kekhawatiran untuk belanja diluar rumah masih cukup tinggi sehingga kelas menengah dan atas mengalihkan uangnya ke simpanan perbankan atau aset aman. Situasi ini sulit alami perubahan apabila masalah fundamental gerak masyarakat terbatas karena pandemi belum juga bisa diselesaikan.

Sebuah Inovasi Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional

Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diuraikan diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk memulihkan kembali perekonomian Indonesia adalah dengan meningkatkan daya beli masyarakat dengan disertai juga kepercayaan akan perlindungan kesehatan. Dan juga bagaimana agar efektivitas dari penyaluran program pemulihan ekonomi ini bisa berdampak langsung pada pemulihan ekonomi nasional.

Menarik menurut apa yang diungkapkan oleh wakil menteri keuangan, Suahasil Nazara, bahwa memutar kegiatan perekonomian adalah upaya yang perlu dilakukan ditengah pandemi, agar ekonomi dan kegiatan usaha tetap berjalan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menggelorakan ekonomi tingkat lokal. Sehingga para petani tetap memproduksi produk – produk pertanian, UMKM tetap memproduksi berbagai produk dari mulai makanan, minuman, kerajinan, berbagai keperluan rumah tangga dan produk – produk lainnya yang berada diwilayah lokal tersebut.

Secara umum, penulis sependapat dengan apa yang diungkapkan diatas sebagai upaya guna memulihkan perekonomian Indonesia. namun mesti dirincikan kembali secara praktis pada sistem perekonomian terpadu dalam lingkup masyarakat lokal tersebut. Diperlukan inovasi yang bisa menjadi sebuah alternatif.

Berikut ini merupakan sebuah sistem praktis sederhana dari penulis yang bisa dilakukan sebagai formula alternatif bentuk sistem perekonomian terpadu masyarakat lokal atau penulis sebut dengan Micro Economic Community (MEC) :

1. Dasar perilaku ekonomi MEC

Berikut ini beberapa hal yang menjadi dasar dari perilaku ekonomi MEC ;

a. Saling tolong menolong

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam sistem ekonomi terpadu ini adalah perilaku ekonomi yang berdasar pada upaya saling tolong menolong. Sikap ini penting guna menimbulkan rasa memiliki satu sama lain antar masyarakat lokal tersebut.

b. Saling menjaga

Selanjutnya dasar dari perilaku MEC ini adalah saling menjaga satu sama lain. Utamanya sekarang masih dalam situasi pandemi sehingga proses ekonomi dari mulai produksi, konsumsi hingga distribusi semuanya mesti menerapkan protokol kesehatam sesuai arahan pemerintah.

c. Saling percaya

Terakhir hal yang menjadi dasar dari perilaku MEC adalah saling percaya satu sama lain. Semua unsur dari MEC dari mulai pengelola, produsen dan konsumen mesti bertanggung jawab dan amanah sehingga akan timbul rasa saling percaya satu sama lainnya.

2. Ruang lingkup MEC

Ruang lingkup MEC atau Komunitas Mikro Ekonomi ini bisa disesuaikan kembali dengan keinginan dan situasi kondisi masyarakat tersebut, karena pada dasarnya kehidupan sosial ekonomi kemudian lingkungan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya juga daerah perkotaan dan pedesaan pasti terdapat perbedaan. Dalam praktiknya ruang lingkup MEC bisa dari mulai cakupan berupa rukun tetangga (RT) hingga pada tingkat desa atau kelurahan.

3. Sistem pada model bisnis MEC

Secara sederhana sistem dari MEC ini adalah menggunakan model bisnis B2C (Bussines to Costumer) yang bisa juga melebur dengan C2C (Customer to Customer) dengan menggunakan media secara daring dan luring. Pengelola dari model sistem MEC ini pun bisa diserahkan kepada organisasi kepemudaan karang taruna. Dimana didalam struktur organisasinya terdapat divisi ekonomi atau kewirausahaan sehingga bisa dijadikan sebagai sebuah program kerja yang nantinya bisa menguntungkan jika dikelola dengan baik atau bisa juga jika tingkat cakupannya desa dengan adanya BUMDES dapat mengorganisir ini, namun tetap saja dalam teknis pelaksanaanya akan bekerja sama dengan karang taruna. Berikut ini beberapa bentuk model bisnis yang bisa dilakukan dan diaplikasikan;

a. Via Media sosial

Pemanfaatan media sosial tentu menjadi hal yang perlu dimaksimalkan, meskipun digunakan dalam lingkup kecil. Fungsi dari media sosial ini adalah sebagai tempat pengenalan produk dan menjadi media penghubung antara konsumen dengan produsen. Pembuatan fanspage atau grup dari media sosial facebook merupakan contoh pengaplikasiannya. Disana produsen dan konsumen bisa secara langsung bertransaksi. Sementara pihak pengelola bisa memanfaatkan jasa pengiriman produk tersebut.

b. Menggunakan admin

Model selanjutnya adalah sentralisasi informasi pemesanan produk menggunakan admin. Dimana admin mempunyai informasi katalog produk diwilayah lokal tersebut dan menjadi penghubung dari mulai pemesanan hingga proses pengiriman produk. Masyarakat jika memerlukan berbagai jenis produk tidak perlu menghubungi beberapa produsen produk tersebut, namun cukup menghubungi satu admin yang mengelola keperluan pembelanjaan produk yang diinginkan sehingga akan lebih memudahkan konsumen.

c. Sentralisasi produk pada satu tempat

Model ini dilakukan dimana semua produsen ditempatkan dan dipusatkan disatu titik daerah di wilayah tersebut. Model ini bisa dilakukan jika terdapat lahan luas yang kiranya bisa digunakan, misalnya di halaman masjid atau lapangan kampung jika memungkinkan. Sehingga masyarakat lokal akan mudah ketika mencari produk tertentu karena semuanya sudah terpusat pada satu titik.

Disisi lainnya juga ketika hal ini diaplikasikan, maka tentu akan bisa menambah nilai jual lain seperti pada pembuatan gazebo – gazebo dan sejenisnya. Sebagai tempat berkumpul keluarga dan masyarakat sekitar guna menambah keakraban antar warga lokal. Bahkan ketika di manajerial dengan baik terutama pada penataan tempat, akan mendatangkan masyarakat dari wilayah lain untuk berkunjung yang nantinya akan menambah jumlah nilai produksi bagi daerah ini. Tentunya untuk tidak dilupakan juga adalah tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dari Berbagai bentuk model MEC diatas kembali disesuikan dengan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan dari masyarakat di satu wilayah tertentu itu sendiri. Bisa ketiga bentuk tersebut diaplikasikan secara langsung ataupun hanya salah satunya.

Penulis : Yasril Nur Iskandar

Pemulihan Ekonomi
Pemulihan ekonomi. Via ekbis.sindonews.com
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,4,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Amin Rais,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Anugerah Pesona Indonesia,1,Aplikasi,1,Aplikasi SehatQ,1,Argentina,1,Atambua,12,Baby Boomer,1,Badan Kurus,1,Badminton,1,Bali,1,Banjir,1,Bank Indonesia,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,3,Beasiswa,4,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Bencana Siklon Seroja,1,Bisnis,4,Boba,1,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,9,Bulutangkis,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Cafe Amor Dualaus,1,Catur,2,Cerita,13,Cerita Pendek,12,Cianjur Foundation,1,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Copa America 2021,1,Covid-19,22,CPNS,3,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,7,Debat Pilkada,1,Demokrasi,2,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Direktori Penyakit,1,Dokumen,1,Drama Hukum,1,Drama Korea,1,Drama Korea Tentang Hukum,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,13,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Euro 2020,1,Fabio Carvalho,1,Fanatisme,1,Features,1,Film Hukum,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fresh Graduate,1,Fulan Fehan,2,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Ghetto,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Himpunan Mahasiswa Islam,1,HMI,1,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,20,Hukum Film,2,Ide Kreatif,1,IKADAR Bali,1,Ikawiga,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,2,Internasional,2,Ir. Soekarno,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,16,Keadilan Sosial,1,Kejaksaan,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,2,Komunitas,1,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Liburan Kuliah,1,Lokastithi Giribadra,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,8,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,6,Malang,1,Malang United,1,Mama,1,Maret,1,Matematika,1,Media Sosial,1,Membaca,1,Membuat SKCK,1,Memperpanjang SKCK,1,Mena,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,Messi,1,Michael Focault,1,MICIN,1,Milenial,15,Millenial,9,Minuman boba,1,Miskin Cinta,1,Motivasi,15,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasib Negeri Kanibal,1,Nasional,5,Neo Ghetto,1,New Normal,1,News,11,NTT,4,Nusa Tenggara Timur,10,Olahraga,12,Omnibus Law,2,Opini,201,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pana Mone Hill Stone,1,Pancasila,2,Pandemi Covid-19,11,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,PCPM 36,1,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,5,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,40,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pikabo,1,Pilihan Redaksi,24,Pilkada,1,Politik,7,Politik Uang,1,Pompa ASI,1,Posko Babarsari Yogyakarta,1,Potensi Diri,1,PPPK,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,47,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Purbalingga,1,Quarter Life Crisis,1,Quote,2,Quotes Kata-Kata Bijak,2,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,4,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,Regional,6,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,30,SehatQ,1,Sei,1,Sejuta,1,Semua Berita,20,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,4,SKCK,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,71,Sponsored,2,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Sumba,1,Taekwondo,1,Tahun Baru 2021,1,Tamtama,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,They Feynman,1,TikTok,1,Timor Leste,3,Tips,22,Tips Kepemimpinan,1,TNI AU,1,Toraja,1,Trash Hero Belu,1,Travel,13,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Timor,1,Universitas Widyagama,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Video Game,1,Virus Corona,13,Webinar,1,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,Youtube,1,Youtuber,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: MEC (Micro Economy Community) Sebagai Sebuah Inovasi Dalam Sistem Praktis Ekonomi Tingkat Lokal Guna Memulihkan Ekonomi Nasional
MEC (Micro Economy Community) Sebagai Sebuah Inovasi Dalam Sistem Praktis Ekonomi Tingkat Lokal Guna Memulihkan Ekonomi Nasional
Penerapan Berbagai bentuk model MEC untuk pemulihan ekonomi dapat disesuikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di satu wilayah tertentu
https://1.bp.blogspot.com/-j_k7zlJusP0/X-wKH_2froI/AAAAAAAABMw/Nd7F5w_KAwwWZgseSzaL7et7F34gd-V4gCLcBGAsYHQ/w640-h426/kedisiplinan-dan-3t-buka-peluang-perbaikan-ekonomi-nasional-di-semester-ii-rhz.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-j_k7zlJusP0/X-wKH_2froI/AAAAAAAABMw/Nd7F5w_KAwwWZgseSzaL7et7F34gd-V4gCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/kedisiplinan-dan-3t-buka-peluang-perbaikan-ekonomi-nasional-di-semester-ii-rhz.jpg
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2020/12/mec-micro-economy-community-sebagai.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/12/mec-micro-economy-community-sebagai.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA Topik Terkait ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Topik Terkait Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content