Long Life Learning : Akses Pembelajaran Melalui Website Sekolah. Seperti Film Hollywood?

SHARE:

Penerapan Website sekolah dan akses gratis sangatlah dibutuhkan saat ini disebabkan pengaruh pandemi Covid-19 dan untuk kemajuan pendidikan seterusnya

Baca Juga :
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia per 14 Maret lalu, berbagai permasalahan bangsa sama-sama kita hadapi. Pendidikan menjadi salah satu sorotan. Ribuan bahkan jutaan siswa maupun siswi dari Sabang sampai Merauke mulai dari tingkat menengah ke bawah tidak dapat merasakan pembelajaran tatap muka. Beriringan dengan hal itu, banyak siswa maupun pelajar tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal disebabkan akses yang terbatas. Hal tersebut secara langsung berpengaruh terhadap pengetahuan dan pemahaman terhadap materi yang diberikan oleh pendidik atau tenaga pengajar. Perbedaan pemahaman tersebut tentu berdampak terhadap sumber daya manusia itu sendiri yakni guru sebagai pendidik dan siswa sebagai pelajar. 

Jangkauan akses yang terbatas tanpa disadari menyebabkan perbedaan pendapat terhadap kurikulum dimana muatan dan kompetensi inti maupun dasarnya belum tercapai dengan maksimal. Ironisnya, dampak yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 tersebut juga sangat dirasakan oleh banyak siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain kualitas pendidikan Indonesia yang semakin menurun akibat pengaruh Covid-19 juga ekonomi masyarakat terlebih para orang tua juga menjadi tantangan tersendiri dalam memfasilitasi anak-anaknya dalam belajar.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2015) dari tahun 2015 telah mencanangkan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGS) sebagai kesepakatan pembangunan global dimana disepakati oleh oleh 193 Kepala negara yang hadir dan dari Indonesia sendiri diwakili oleh Wakil Presiden Jussuf Kalla pada saat itu. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tengah menghadapi pembangunan manusia yang sama dengan negara yang lainnya, yakni adanya standar hidup yang rendah, ketimpangan pendapatan yang parah, kesehatan yang buruk dan terlebih kurang memadainya sistem pendidikan. Sedangkan dari sisi pembangunan manusia dapat kita lihat adanya tingkat produktivitas yang rendah, pertumbuhan penduduk dan beban ketergantungan yang tinggi. Berdasarkan publikasi Human Development Goals Index 2017.

Index pembangunan manusia Indonesia juga masih berada di angka 116 dunia dengan posisi IHD menengah dengan index 0,694 di bawah Negara Filiphina, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Artinya, dari sini penulis bisa simpulkan bahwa kondisi tersebut sebenarnya menggambarkan situasi Index Development Goals (IDG) yang ada di berbagai daerah di Indonesia masih belum merata. Hanya beberapa pulau yang menjadi prioritas pembangunan seperti halnya pulau Jawa dan Sumatera.

Dilansir dari laman Kompas.com Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) Indonesia, Nadiem Makarim mengungkapkan, ada dua hal yang menjadi kunci dalam mencari solusi, yakni mitigasi krisis pembelajaran dan mitigasi krisis ekonomi di sektor pendidikan. Ia juga menerangkan bahwa “kami di kemendikbud harus berpikir dan mencari solusi yang out of the box agar manfaatnya pun dapat dirasakan saat ini juga”.

Berbagai inovasi pembelajaran yang didesain pun muncul di berbagai daerah seperti yang ada di pulau Jawa misalnya. Inovasi pendidikan mulai dari menukar sampah dengan fasilitas gratis akses wifi juga sempat dilakukan oleh pemerhati pendidikan di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, di Nusa Tenggara Barat misalnya juga memiliki keprihatinan yang sama melihat pendidikan saat ini. Oleh sebab itu, komunitas Alam Daur yang bergerak di bidang pendidikan juga turut serta berinovasi dalam memajukan pendidikan terutama untuk anak-anak. Perkembangan teknologi digital dan pengalihan metode pembelajaran menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan oleh komunitas tersebut. Mau tidak mau akhirnya mereka (Komunitas) mulai berinovasi dengan cara mengajarkan animasi digital hingga Training For Trainer dalam membimbing anak-anak yang belajar. Maksud penulis adalah dari ke dua kegiatan tersebut dapat memberikan sentuhan terhadap peserta didik dan tenaga pengajar supaya tetap “Cinta belajar” meskipun di tengah pandemi saat ini. Untuk memfasilitasi akses tersebut, pengurus komunitas bekerjasama dengan pihak desa dan Universitas melalui program turunan dalam memfasilitasi pembelajaran digital hingga Training For Trainer dengan akses wifi portable dalam menunjang pembelajaran.

Pendidikan Dalam Kacamata Undang-Undang

Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Sedangkan menurut H. Fuad Ihsan (2005:1) menjelaskan bahwa dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai “usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan”.

Terkait dengan pengertian di muka, pemerintah dengan berbagai cara sudah berpikir dan mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran mulai dengan pemberian kuota gratis terhadap siswa di seluruh Indonesia. Namun hal tersebut nampaknya masih belum optimal dalam capaian maupun pemanfaatan pembelajaran. Siswa dengan berbagai latar belakang pendidikan, wilayah, serta pengetahuan dan pengetahuan atau Konteks peserta didik menjadi persoalan dalam mengikuti perkembangan pembelajaran layaknya di wilayah perkotaan atau seperti film Hollywood.

Permasalahan tersebut juga disampaikan secara langsung oleh Executive Vice Chairman ERICAN Education Group yakni Dr. HC Aslam Khan dalam sesi webinar International berjudul “The New Normal In 21st Century Language Education: Linking Theories And Pedagogical Practice In Challenging Times”. Konteks peserta didik, fasilitas pembelajaran, serta akses juga sangat penting dipertimbangkan sebelum memulai pembelajaran di kelas. Hal tersebut menjadi tugas besar seorang guru, pendidik, dan juga fasilitator pendidikan.

Analisa Permasalahan

Bukan cerita baru lagi permasalahan pendidikan di Indonesia banyak sekali mengalami ketimpangan. Mulai dari akses pembelajaran dimana sejak masuknya virus Covid-19 ke Indonesia per Maret 2020 lalu, proses pembelajaran secara serentak dialihkan ke metode online alias virtual. Hal tersebut menjadi kesukaran tersendiri bagi sebagian siswa dalam menuntut ilmu pelajaran. Konteks permasalahan seperti tidak adanya akses untuk mengikuti pelajaran melalui media daring seringkali kita dengar akibat pengalihan metode pembelajaran tersebut. 

Belum lagi fasilitas penunjang pembelajaran seperti finansial dan gawai untuk kebutuhan pulsa maupun kuota nampaknya banyak sekali dirasakan oleh siswa terutama masalah finansial yang latar belakang keluarga masih menengah ke bawah. Seperti contoh kasus yang disampaikan oleh Ketua Komisi 10 DPR RI Syaiful Huda bahwa, “banyak sekali para orang tua siswa yang terdampak juga tidak bisa memenuhi keperluan pulsa maupun kuota untuk pembelajaran jarak jauh. Sehingga berdampak pada kegiatan pembelajaran”. Lalu bagaimana inovasi-inovasi pendidikan dalam kemandirian pendidikan bangsa ke depan?

Mulalilah Beradaptasi

Seperti yang dikatakan filsuf Amerika Serikat, Donald Schön, yang kita butuhkan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan. Artinya adalah bagaimana kita bisa menyesuaikan diri membuat pembelajaran interaktif dan tidak monoton dalam perkembangannya. Dalam pandangan yang sama juga disampaikan oleh Filsuf kelahiran Brazil yakni Paulo Friere dalam teorinya yang berjudul Pendidikan gaya Bank dimana guru hanya berperan sebagai Transfer Banking terhadap anak dan selesai. Sehingga tidak adanya keterikatan atau interaksi yang mendalam saat proses pembelajaran tersebut. Maksud penulis adalah, dari sekarang mulailah beradaptasi dengan perubahan-perubahan global saat ini dimana pembelajaran juga bisa interaktif dengan pemanfaatan teknologi tersebut.

Cara pandang kita yang masih lemah di dalam melihat fenomena itu sebenarnya perlu diubah. Era globalisasi saat ini mestinya harus dilihat sebagai celah untuk selalu berinovasi dan berkreasi terutama dalam hal pendidikan. Penciptaan buku digital, animasi digital, pembelajaran melalui video digital ternyata belum cukup optimal guna membuat siswa merasa puas disebabkan oleh interaksi dan pemahaman yang masih kurang. Hal yang sama juga dikemukakan oleh para guru dan akademisi berpendapat bahwa pengalaman belajar tatap muka tetap lebih memuaskan dibandingkan pembelajaran digital. Namun, bukankah cara pandang tersebut adalah cara orang malas berfikir di tengah kondisi saat ini?

Secara historis, ibarat sebuah industri. Dulu, orang tua penulis selalu kesulitan di dalam memasak nasi di pagi hari. Penulis yang setiap pagi harus pergi ke sekolah tidak bisa jalan jika belum sarapan. Oleh karena hal tersebut, mau tidak mau ibu harus memasak menggunakan alat masak yang sangat sederhana alias tradisional seperti menggunakan kayu bakar. Bukan hal yang biasa ibu selalu jengkel dan kesal karena setiap hari merasa kesulitan akibat kewajibannya tersebut. Setelah revolusi Industri atau biasa kita sebut dengan era 4.0 maka muncul lah inovasi baru seperti adanya “MagicJer” atau alat masak “Magicom” yang kita kenal sekarang dengan istilah “Rice-Cooker” yang cukup sederhana dan banyak manfaatnya. Nah cara pandang seperti itulah yang penulis maksud dimana harus ada kegigihan dalam mencari solusi, inovasi bukannya malah banyak memperkeruh keadaan yang tidak ada manfaatnya.

Website Sekolah

Keterbatasan kuota atau pulsa yang besar dengan penggunaan platform pembelajaran Massively Open Online Course (MOOC) tidak selalu merata yang didapatkan oleh siswa. Faktor ekonomi keluarga dan wilayah mejadi permasalahannya. Oleh sebab itu diperlunya pembuatan Website sekolah di tiap-tiap sekolah yang ada di Indonesia baik itu sekolah negeri maupun swasta. Hal itu berguna terhadap akses siswa supaya merata. Permasalahan salah satu siswa misalnya yang tidak memiliki akses seperti smartphone dan juga kuota dapat meminjam gawai milik temannya terlebih dahulu untuk melihat dan belajar melalui Website sekolah yang telah dibuat.

Amerika misalnya, pemanfaatan website sekolah sudah biasa ditemukan di tiap-tiap sekolah. Maksudnya adalah, dengan adanya Website sekolah tersebut, siswa tidak lagi harus memiliki smartphone atau kuota yang banyak dan berlimpah untuk menuai pembejaran dan melihat materi yang diberikan. Cukup dari rumah dan dapat dengan leluasa browsing dengan akun atau Website sekolahnya masing-masing. Alternatifnya juga siswa dapat dengan mudah menyewa atau rental hanya untuk mencari pelajaran yang sudah diunggah ke laman website sekolah oleh guru. Hal itu hanya memerlukan kebiasaan dan percobaan yang berani oleh sekolah dengan sosialisasi terhadap peserta didik. Kita hanya butuh keberanian untuk sedikit berinovasi beriringan dengan era globalisasi dimana teknologi menjadi faktor utama keberhasilan.

Diah Wulandari dan kawan-kawan (2016) dalam Jurnalnya berjudul Penerapan Principal Component Analysis Untuk Mereduksi Dimensi Data Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Pendidikan di Sekolah juga menerangkan hal yang sama terkait teknologi dalam pembelajaran dimana di tengah pandemi saat ini, kombinasi pembelajaran konvensional ke virtual juga sangat diperlukan terhadap kemampuan pencapaian pembelajaran dengan meningkatkan konsentrasi siswa dan tingkat kepercayaan diri siswa. Adapun yang perlu menjadi pertimbangan dalam penggunaan teknologi atau digital tersebut adalah jumlah jam belajar menggunakan teknologi, media yang digunakan dan kemampuan guru dalam pemanfaatannya.

Sederhananya, pemanfaatan teknologi digital juga sangat diperlukan. Selain dapat menumbuhkembangkan tingkat kepercayaan diri peserta didik, pemanfaatan teknologi berbasis website di sekolah juga dapat menjadi aktivitas pembelajaran yang “long life learning” dalam penggunaannya. Siswa dapat dengan mudah mengakses pelajaran dengan batasan waktu eksplorasi yang luas. Siswa juga bisa dengan mudah mempelajari kembali apabila mereka lupa terhadap mata pelajaran yang sudah diberikan dengan cukup membuka website sekolah. Sehingga life-long learning menurut Pihenro dan Simones dapat dianggap sebagai salah satu kunci keberhasilan pendidikan dengan mengembangkan potensi dan kreatifitas dari semua individu baik itu guru maupun siswa (Active learning) didukung sejumlah instruksi yang melibatkan kelompok siswa untuk mencapai tujuan akademisnya.

Sehingga penggunaan teknologi bukanlah apa-apa. Hal yang penting adalah memiliki keyakinan terhadap orang lain, dimana mereka pada dasarnya baik dan pintar, dan jika kamu memberikan mereka peralatan, mereka akan melakukan hal yang menakjubkan dengan alat-alat itu (Steve Jobs).

Pembuatan Akses Website Tak Terbatas

Latar belakang pendidikan di Indonesia yang beragam terutama disebabkan oleh kurangnya akses pembelajaran sehingga penting kemudian penciptaan sebuah Website resmi khusus untuk memfasilitasi siswa dengan memberikan sumber-sumber yang jelas. Seperti mata pelajaran sejarah misalnya, para pemuda, akademisi, relawan dapat mengunggah tulisan mereka di sana dengan gratis namun tetap menjaga kesederhanaan sebuah tulisan tersebut disesuaikan terhadap pembacanya. Jika pembacanya adalah seorang siswa maka tulisan yang diunggah haruslah sederhana dan bukan ilmiah.

Hal yang sama juga diterapkan oleh Wikimedia saat ini, dimana semua tulisan terkait mata pelajaran diunggah di laman Website yang sudah disediakan dengan cara kompetisi. Maksud penulis adalah hal tersebut sangatlah bermanfaat dan bisa dirasakan langsung oleh siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudahan mengakses dan mencari sumber informasi juga dapat dengan mudah didapatkan oleh siswa tanpa harus pergi ke perpustakan dan mencari sumber-sumber yang jelas seperti yang penulis alami , dulu.

Banyaknya akses Website yang premium alias berbayar membuat siswa malas untuk menelusuri lebih jauh dalam penggunaan internet. Siswa bahkan mahasiswa diharuskan membayar guna mencari sumber informasi yang jelas terhadap masalah atau tulisan yang hendak ditulis. Sehingga ke depan, harapan penulis terhadap pemerintah adalah bagaimana menciptakan sebuah Website resmi yang gratis dan tak terbatas dalam penggunaannya. Keberadaan akses atau Website di masing-masing sekolah juga sangat dibutuhkan disebabkan pengaruh pandemi saat ini dan untuk seterusnya. Sehingga pendidikan di Indonesia mampu bersaing dengan Negara-negara lainnya seperti di film Hollywood dimana kemajuan teknologi secara massive dipertontonkan terhadap dunia. Pada akhirnya, dengan kemajuan teknolgi pendidikan terutama di dalam negeri, siswa maupun guru tidak lagi harus susah mencari materi yang mereka tidak dapatkan di pertemuan sebelumnya. Cukup lihat dan belajar melalui Website sekolah masing-masing dari rumah.

Maka dari itu, harapan untuk negeri terutama pendidikan di Indonesia harus bisa sejalan dengan adanya media pembelajaran digital, penerapan teknologi berbasis media seperti website sekolah dan akses gratis sangat lah dibutuhkan saat ini disebabkan pengaruh pandemi Covid-19 dan untuk kemajuan pendidikan seterusnya. Pada akhirnya, kini kita juga dipanggil dan tertantang untuk senantiasa berpikir dan mendesain model pembelajaran tanpa beranjak dari depan layar digital.

Penulis : M. Zaenal Abidin
Belajar Online
Belajar online. Via Pexels.com
Cloud Hosting Indonesia
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,1,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,9,Baby Boomer,1,Badminton,1,Banjir,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Berita,3,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,8,Bulutangkis,1,BWF,1,Cerita,9,Cerita Pendek,4,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,14,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,12,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,4,Event Hunter Indonesia,1,Featured,3,Features,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fulan Fehan,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,4,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,2,HMI,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,22,Hukum Film,1,Ide Kreatif,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,1,Internasional,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,10,Keadilan Sosial,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,1,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,5,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,7,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Membaca,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,6,Miskin Cinta,1,Motivasi,12,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Muslimah,1,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasional,1,New Normal,1,News,1,NTT,5,Nusa Tenggara Timur,1,Olahraga,3,Omnibus Law,2,Opini,189,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,1,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,3,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pilihan Redaksi,18,Pilkada,1,Politik,6,Potensi Diri,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,42,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,1,Quotes Kata-Kata Bijak,1,R.A Kartini,1,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Review,1,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,29,Sejuta,1,Seminar,1,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,1,SJ182,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,3,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,2,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,67,Sriwijaya Air,1,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,Tips,23,Tips Kepemimpinan,1,Trash Hero Belu,1,Travel,11,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Vaksin,1,Virus Corona,8,Webinar,4,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,YummyApp,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Long Life Learning : Akses Pembelajaran Melalui Website Sekolah. Seperti Film Hollywood?
Long Life Learning : Akses Pembelajaran Melalui Website Sekolah. Seperti Film Hollywood?
Penerapan Website sekolah dan akses gratis sangatlah dibutuhkan saat ini disebabkan pengaruh pandemi Covid-19 dan untuk kemajuan pendidikan seterusnya
https://1.bp.blogspot.com/-_mS_L9mxTkU/X-BEBPq76vI/AAAAAAAABKU/5w1Nzc4jvhAPVs4OPQtaKfdqqCqQMTjmACLcBGAsYHQ/w640-h428/pexels-photo-4143791.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-_mS_L9mxTkU/X-BEBPq76vI/AAAAAAAABKU/5w1Nzc4jvhAPVs4OPQtaKfdqqCqQMTjmACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h428/pexels-photo-4143791.jpeg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/12/long-life-learning-akses-pembelajaran.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/12/long-life-learning-akses-pembelajaran.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content