IMPIAN SAYA (Implementasi Pemodelan Ilmu Matematika Terapan Sayang Budaya)

SHARE:

Saatnya kita memandang kebudayaan lokal bukan sebagai suatu hal yang kuno, akan tetapi menjadi sebuah simbol Indonesia yang harus terus dijaga.

Baca Juga :
Kebudayaan merupakan suatu identitas yang menunjukkan jatidiri masyarakat Indonesia yang beragam. Kebudayan adalah kebiasaan masyarakat yang mengandung nilai luhur, yang nantinya akan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun regenerasi kebudayaan saat ini tidak berlangsung optimlal, sebab revolusi industri 4.0 telah memberikan dampak besar terhadap segala bidang kehidupan.

Globalisasi dan teknologi informasi yang bergerak cepat telah memberikan dampak yang besar terhadap gaya hidup masyarakat. Gaya hidup masyarakat sekarang dengan dahulu sangatlah berbeda. Saat ini telah berkembang teknologi canggih yang berperan besar dalam kehidupan masyarakat. Namun, tanpa disadari kemajuan terknologi telah merubah sudut pandang generasi muda terhadap kebudayaan.

Kini kebudayaan Indonesia juga selalu mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Perubahan ini terjadi karena masyarakat telah melakukan akulturasi budaya lokal dengan unsur globalisasi. Unsur globalisasi telah masuk tanpa kendali merasuki kebudayaan nasional yang merupakan jelmaan dari kebudayaan lokal yang ada disetiap daerah.

Kebudayaan merupakan aset bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan agar keaslian dan eksistensinya tidak terkikis oleh derasnya arus globalisasi. Namun, kenyataannya sekarang banyak anak muda yang justru menggemari dan meniru kebudayaan barat dibandingkan dengan kebudayaannya sendiri. Contohnya yaitu generasi muda lebih suka lagu, film, dan dance kontemporer dari budaya barat daripada lagu daerah, cerita legenda, dan tarian tradisional. Hal ini mengakibatkan mereka tidak mempunyai persepsi dan antusias yang baik terhadap budaya lokal dan nasional yang ada di negaranya sendiri. Lantas bagaimana cara agar eksistensi kearifan lokal dan nasional tetap terjaga di era revolusi industri 4.0?

Berdasarkan pemaparan permasalahan di atas, penulis merasa perlu memberikan sebuah masukan atau pendapat mengenai cara melestarikan, menggali, dan mengembangkan kebudayaan lokal dan nasional pemuda di tengah revolusi industri 4.0 melalui pendekatan ilmu matematika terapan. Cabang ilmu matematika terapan yang penulis gunakan disini yaitu “Aljabar dan Transformasi Geometri.”.

Aljabar dapat didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu matematika terapan yang mempelajari konsep atau prinsip penyederhanaan serta pemecahan masalah dengan menggunakan simbol atau huruf tertentu. Dalam hal ini, cabang Aljabar yang digunakan adalah fungsi kuadrat. Fungsi dalam istilah matematika adalah pemetaan setiap anggota sebuah himpunan. Dalam menjaga eksistensi budaya diperlukan pemetaan dalam upaya untuk pelestarian, promosi dan pengembangan. Pemetaan tersebut berupa upaya yang dilakukan melalui berbagai cara dan tahapan agar tercapainya tujuan. Dalam memetakan upaya pelestarian penulis berpendapat untuk menerapkan fungsi kuadrat sempurna. Dalam bentuk umum fungsi kuadrat sempurna dituliskan dengan f(x) = ax2 + bx + c. Dalam rumus tersebut terdapat beberapa simbol, yaitu a dan b sebagai koefisien, x sebagai variabel, c sebagai konstanta, dan f(x) sebagai hasil akhir dari pemetaan. Untuk dapat berprinsip pada fungsi kuadrat, maka harus mempelajari konsep dan peluang upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan kebudayaan terlebih dahulu, agar ditemukan pemecahan masalahnya. Konsep dan peluang tersebut mencangkup segala sesuatu yang berpotensi untuk mempertahankan eksistensi kebudayaan dan kecintaan pemuda pada budaya nasional. Setelah itu, menentukan teknik tertentu untuk menyelesaikan permasalahan.

Dalam hal ini simbol pada rumus di atas menggambarkan upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga eksistensi kebudayaan lokal maupun nasional. Simbol yang pertama adalah huruf c sebagai konstanta. Dimana konstanta adalah bilangan tetap dalam sebuah fungsi kuadrat. Dapat dijabarkan bahwa huruf c menggambarkan hal dasar yang dapat dilakukan generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan pada kebudayaannya sendiri. Cara itu dapat ditempuh dengan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa. Menumbuhkan kesadaran pada generasi muda dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan karakter, baik melalui media konvensional maupun melalui literasi digital. Contohnya yaitu dengan menyampaikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, serta meneguhkan nilai keagamaan yang moderat kepada anak muda sebagai benteng dari dampak arus globalisasi. Kita juga bisa memanfaatkan kemajuan teknologi 4.0 seperti, video, animasi, meme, kuis tebakan, game mobile maupun musik sebagai media literasi digital.

Lalu huruf a dan b dinyatakan sebagai koefisien dalam persamaan kuadrat. Koefisien didefinisikan sebagai angka yang berada di depan variabel x. Sebagai angka, a dijabarkan sebagai upaya pertama yang harus ditempuh untuk mempertahankan eksistensi budaya. Upaya itu adalah ikut melestarikan budaya dengan berpartisipasi dalam pelaksanaannya. Yang dimaksud pelaksanaan disini yaitu generasi muda harus bergerak untuk terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman budaya (culture exsperience). Contohnya adalah jika kebudayaan lokal tersebut dalam bentuk musik tradisional gamelan, maka generasi muda dapat berlatih cara memainkan gamelan sampai benar-benar menguasi. Kemudian generasi-generasi muda tersebut akan dilibatkan dalam pentas budaya diberbagai festival tahunan. Sedangkan dalam bidang seni tari pada era revolusi industri 4.0, saat ini kita dapat menggunakan teknologi motion capture. Teknologi motion capture merupakan sebuah teknologi untuk menangkap atau mendokumentasikan gerakan-gerakan, yang menghasilkan model digital dalam bentuk vektor, sehingga dapat memudahkan generasi muda untuk belajar budaya tarian tradisional Indonesia tanpa terkendala waktu, jarak dan biaya. Jadi tidak ada halangan bagi anak muda untuk terjun dalam pengalaman budaya. Apabila banyak pemuda yang berpartisipasi dalam culture experience, maka kebudayaan lokal akan dikenal banyak pihak, sehingga eksistensi budaya dapat terjaga.

Sedangkan huruf b dijabarkan sebagai langkah kedua. Maksudnya, generasi muda akan berperan dan terlibat langsung dalam mensosialisasikan dan mempromosikan budaya yang ada (cultural promotion). Promosi ini dapat dilakukan dengan membangun pusat informasi mengenai kebudayaan. Pusat informasi ini dapat diwujudkan dalam bentuk komunitas. Pembentukan ini bertujuan untuk edukasi kebudayaan (culture education). Dengan begitu generasi muda dapat menambah wawasan tentang kebudayaanya sendiri. Pihak komunitas dapat menggandeng pemerintah untuk bekerjasama dalam upaya pelestarian. Disini pemerintah dapat mengenalkan kebudayaan nasional kepada masyarakat luas dengan melibatkan kebudayaan daerah dalam event Internasional. Contohnya seperti pementasan “Kebudayaan Indonesia” berupa persembahan tarian dan fashion show baju adat tradisional Indonesia di negara-negara sahabat.

Kemudian huruf x pada persamaan kuadrat dinyatakan sebagai variabel yang merupakan faktor penentu hasil dari f(x). Disini x dijabarkan sebagai komponen yang menentukan keberhasilan dari upaya yang berada di koefisien a dan b. Komponen itu adalah rasa apresiasi. Untuk Ikut melestarikan budaya dengan culture exsperience dan cultural promotion, maka generasi muda harus memiliki rasa apresiasi. Apresiasi adalah suatu bentuk keterpesonaan penikmat terhadap suatu budaya, yang diikuti dengan “pemahaman” bagi pengamatnya. Dengan apresiasi, maka kita dapat menghargai dan memahami keberagamaan budaya Indonesia. Tentu untuk menjaga eksistensi budaya nasional kita diharuskan memahami berbagai budaya di Indonesia. Untuk memahami nilai dari sebuah budaya, kita harus mampu menghargai semua aspek yang terkait. Contohnya bila kita ingin mengetahui tentang budaya Ngaben di Bali, maka kita harus menghargaii kehidupan sosial masyarakat Bali baik dari segi cara beribadah, berpakaian, dan norma yang berlaku.

Variabel x yang pertama terdapat di depan koefisien a yaitu x2. Tanda pangkat dua pada variabel x menunjukkan bahwa apresiasi dalam culture experience ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang penonton dan pelaksana. Contohnya, saat kita memperagakan suatu tarian, maka kita akan mengapresiasi tarian tersebut dari sudut pandang penonton (keindahan kostum) sekaligus pelaku tari (kerumitan teknik yang digunakan). Sedangkan variabel x yang ada di koefisien b menunjukkan dalam Curtural promotion generasi muda hanya menggunakan sudut pandang penonton, karena mereka hanya memahami suatu kebudayaan dari apa yang dilihat.

Simbol f(x) dijabarkan sebagai hasil pemetaan akhir dari fungsi kuadrat. f(x) adalah hasil yang yang akan dicapai apabila kita mampu menerapkan upaya-upaya di atas yaitu menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut. Dengan menumbuhkan rasa memiliki dan mencintai budaya sendiri, anak muda akan termotivasi untuk mempelajarinya sehingga eksistensi budaya lokal dan nasional akan terus terjaga.

Melalui metode rumus matematika “Aljabar” di atas, diharapkan tercipta pripsip “Tranformasi Geometri” untuk melestarikan, menggali, dan mengembangkan eksistensi kebudayaan nasional. Pengertian transformasi geometri adalah proses perpindahan posisi titik koordinat pada suatu bidang. Artinya proses yang dapat mengubah posisi titik dimana kebudayaan lokal dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman menjadi titik dimana kebudayaan lokal dianggap menjadi ciri khas Indonesia di era revolusi industri 4.0 yang perlu di pertahanankan. Berikut bagian-bagian transformasi geometri:

Pertama, rotasi atau perputaran, artinya memutar kembali kebiasaan pemuda nusantara agar peduli terhadap kebudayaan lokal, yang merupakan jatidiri diri Indonesia di mata dunia. Kedua, refleksi atau pencerminan, artinya nilai kebudayaan lokal merupakan pencerminan dari karakter bangsa Indonesia. Masyarakat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya, sebagai warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Ketiga, translasi atau pergeseran, artinya menggeser kebudayaan lokal menjadi bagian dari objek wisata Indonesia yang mampu menarik perhatian wisatawan. Sehingga eksistensi kebudayaan Indonesia akan bertahan di tengah revolusi Industri 4.0. Keempat, dilatasi atau pensklaan, artinya melakukan penskalaan dan regenerasi agar kebudayaan lokal tetap eksis dan nilai-nilai kearifan lokal akan tetap terjaga. Dengan regenerasi kebudayaan akan bertahan secara turun-temurun.

Dari penjelasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa, melalui metode ilmu matematika dapat menjadi upaya untuk melestarikan, menggali, dan mengembangkan budaya lokal di Indonesia. Eksistensi budaya dapat terjaga bila generasi muda dapat menempatkan budaya nasional sebagai sebuah jatidiri bangsa dan memahami budaya dengan terjun langsung dalam pelaksanaannya.

Saatnya kita memandang kebudayaan lokal bukan sebagai suatu hal yang kuno, akan tetapi menjadi sebuah simbol Indonesia yang harus terus dijaga. Semoga generasi mendatang akan tetus melestarikan kebudayaan Indonesia. Kalau bukan kita semua yang melestarikan, lalu siapa lagi?

Penulis : Tety Nur Bayti
IMPIAN SAYA  (Implementasi Pemodelan Ilmu Matematika Terapan Sayang Budaya)
Budaya Indonesia. Via Pexels.com
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,4,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Amin Rais,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Anugerah Pesona Indonesia,1,Aplikasi,1,Aplikasi SehatQ,1,Argentina,1,Atambua,12,Baby Boomer,1,Badan Kurus,1,Badminton,1,Bali,1,Banjir,1,Bank Indonesia,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,3,Beasiswa,4,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Bencana Siklon Seroja,1,Bisnis,4,Boba,1,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,9,Bulutangkis,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Cafe Amor Dualaus,1,Catur,2,Cerita,13,Cerita Pendek,12,Cianjur Foundation,1,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Copa America 2021,1,Covid-19,22,CPNS,3,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,7,Debat Pilkada,1,Demokrasi,2,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Direktori Penyakit,1,Dokumen,1,Drama Hukum,1,Drama Korea,1,Drama Korea Tentang Hukum,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,13,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Euro 2020,1,Fabio Carvalho,1,Fanatisme,1,Features,1,Film Hukum,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fresh Graduate,1,Fulan Fehan,2,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Ghetto,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Himpunan Mahasiswa Islam,1,HMI,1,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,20,Hukum Film,2,Ide Kreatif,1,IKADAR Bali,1,Ikawiga,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,2,Internasional,2,Ir. Soekarno,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,16,Keadilan Sosial,1,Kejaksaan,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,2,Komunitas,1,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Liburan Kuliah,1,Lokastithi Giribadra,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,8,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,6,Malang,1,Malang United,1,Mama,1,Maret,1,Matematika,1,Media Sosial,1,Membaca,1,Membuat SKCK,1,Memperpanjang SKCK,1,Mena,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,Messi,1,Michael Focault,1,MICIN,1,Milenial,15,Millenial,9,Minuman boba,1,Miskin Cinta,1,Motivasi,15,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasib Negeri Kanibal,1,Nasional,5,Neo Ghetto,1,New Normal,1,News,11,NTT,4,Nusa Tenggara Timur,10,Olahraga,12,Omnibus Law,2,Opini,201,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pana Mone Hill Stone,1,Pancasila,2,Pandemi Covid-19,11,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,PCPM 36,1,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,5,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,40,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pikabo,1,Pilihan Redaksi,24,Pilkada,1,Politik,7,Politik Uang,1,Pompa ASI,1,Posko Babarsari Yogyakarta,1,Potensi Diri,1,PPPK,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,47,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Purbalingga,1,Quarter Life Crisis,1,Quote,2,Quotes Kata-Kata Bijak,2,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,4,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,Regional,6,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,30,SehatQ,1,Sei,1,Sejuta,1,Semua Berita,20,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,4,SKCK,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,71,Sponsored,2,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Sumba,1,Taekwondo,1,Tahun Baru 2021,1,Tamtama,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,They Feynman,1,TikTok,1,Timor Leste,3,Tips,22,Tips Kepemimpinan,1,TNI AU,1,Toraja,1,Trash Hero Belu,1,Travel,13,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Timor,1,Universitas Widyagama,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Video Game,1,Virus Corona,13,Webinar,1,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,Youtube,1,Youtuber,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: IMPIAN SAYA (Implementasi Pemodelan Ilmu Matematika Terapan Sayang Budaya)
IMPIAN SAYA (Implementasi Pemodelan Ilmu Matematika Terapan Sayang Budaya)
Saatnya kita memandang kebudayaan lokal bukan sebagai suatu hal yang kuno, akan tetapi menjadi sebuah simbol Indonesia yang harus terus dijaga.
https://1.bp.blogspot.com/-doTVrp55Iio/X8GvXTr1y-I/AAAAAAAAA_c/4sSGN1iSNOAQQRwfMPw8EBar_B2-HafzwCLcBGAsYHQ/w640-h426/FOTO%2BFIANOSA.png
https://1.bp.blogspot.com/-doTVrp55Iio/X8GvXTr1y-I/AAAAAAAAA_c/4sSGN1iSNOAQQRwfMPw8EBar_B2-HafzwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/FOTO%2BFIANOSA.png
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2020/11/impian-saya-implementasi-pemodelan-ilmu.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/11/impian-saya-implementasi-pemodelan-ilmu.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA Topik Terkait ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Topik Terkait Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content