Perdamaian Kelas (Borjuis - Proletar)

Pada kongres Komintern ke IV Lenin sempat bersitegang dengan Tan Malaka. Bagi Lenin tidak mungkin untuk bekerjasama dengan kelompok pan isla...

Pada kongres Komintern ke IV Lenin sempat bersitegang dengan Tan Malaka. Bagi Lenin tidak mungkin untuk bekerjasama dengan kelompok pan islamisme karena mereka adalah kelompok borjuis kecil, dan sebaliknya Tan Malaka menginginkan untuk bekerjasama demgan kelompok pan islamisme untuk mencapai masyarakat komunis --masyarakat tanpa kelas. Agaknya Lenin memegang marxisme secara dogmatik, bukan dialektik, dimana satu-satunya kelompok yang paling revolusioner adalah kelompok proletar. Sedangkan kaum borjuis adalah musuh yang mementingkan kapital di atas segalanya dan bertujuan menghisap kaum proletar. Jadi, tidak mungkin ada kerjasama antara proletar dan borjuis --termasuk kelompok pan islamisme, karena kedua kelas itu saling bertentangan. 
Perdamaian Kelas (Borjuis - Proletar)
Ilustrasi persekutuan kelas borjuis-proletar. Photo via pemkotsemarang2016.wordpress.com


Jika dilirik soal kehidupan pendirinya, Karl Marx, maka persekutuan antara proletar dan borjuis sah-sah saja terjadi. Dibalik pemikiran-pemikiran masyhur Marx terdapat Engels yang memberikan sokongan, termasuk dalam hal bantuan dana. Marx, akibat pemikirannya yang revolusioner terpaksa hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain serta hidup dalam garis kemiskinan. Dalam keberlangsungan hidupnya dan penerbitan karya-karyanya Marx disubsidi oleh Engels. Marx di satu sisi adalah orang yang tidak memiliki alat produksi sedangkan Engels adalah anak seorang pengusaha kaya raya dari daratan Britania Raya yang memiliki pabrik tekstil dan mempekerjakan sepersekian tenaga buruh di pabriknya. 

Belajar dari kehidupan bapak sosialisme tersebut sekaligus pencetus teori pertentangan kelas, persekutuan proletar dan borjuis hanya mungkin terjadi jika memenuhi satu syarat: humanis. Beberapa ahli membedakan antara Marx muda yang lebih humanis, dengan Marx tua yang lebih ilmiah (materialis). Marxisme memiliki tujuan yang sangat suci, yaitu masyarakat yang egaliter, tidak ada lagi penindasan manusia atas manusia. Maka jikalau pun ada dua orang dari kelas berbeda namun sama-sama humanis bisa saja bersekutu. 

Persekutuan antara proletar dan borjuis pada zaman kita ini jauh lebih kompleks. Kalau persekutuan antara Marx dan Engels dilatarbelakangi oleh cita-cita ideologis, persekutuan proletar dan borjuis saat ini lebih kepada inklusifitas di ruang publik tanpa determinan terhadap penguasaan atas alat produksi sehingga persekutuan itu berjalan lebih intens. Saya kira fenomena ini luput dari analisis Marx, bagaimana mungkin anak-anak muda proletar bisa minum kopi dan tertawa bersama dengan anak-anak muda borjuis. 

Persoalan pertama yang mesti kita periksa adalah apakah kapitalisme telah berubah menjadi humanis? Tidak, nyatanya kapitalisme masih menempatkan kapital sebagai keinginan tertinggi dan meninggalkan di belakangnya bencana kemanusiaan, penindasan, kemelaratan, penderitaan, eksploitasi, dimana kesejahteraan hanyalah milik segelintir orang. Kelompok borjuis masih tetap saja menguasai alat produksi dengan keserakahan, sebisa mungkin mereka membengkakkan kapital tanpa mempedulikan nasib orang-orang melarat di sekitarnya. Agaknya kapitalisme tidak akan pernah menjadi humanis, sesuatu yang sulit untuk dibayangkan. 

Globalisasi telah menyebabkan setiap orang lebih bebas dalam mengakses ruang publik. Ruang publik seperti kedai kopi, salon, supermarket, yang dalam pandangan Heidegger merupakan ruang bagi borjuis, pada saat ini juga telah mudah diakses oleh mereka dari kelas proletariat. Namun bukan berarti kapitalisme telah berhasil mengatasi penyakit kronis kontradiktif yang ada pada dirinya, kapitalisme hanya mampu menyembunyikan kesan buruk dengan cara yang lebih elegan. Pembauran yang terjadi antara borjuis dan proletar dalam ruang publik telah menjadikan pertentangan kelas menjadi kabur, tapi isinya tetap sama: segelintir orang sejahtera, kebanyakan orang melarat. 

Budaya pop memainkan peran yang sangat penting dalam pengkaburan kepentingan kelas. Dimana fashion, gaya hidup konsumtif dan glamor dipromosikan oleh kalangan atas telah melenakan dan secara tidak langsung menjadikan orang-orang kelas bawah berpikiran untuk menjadi demikian. Sehingga lahir lah kelompok-kelompok progressif yang nyeleneh. Mengaku sosialis, tapi gaya hidup kapitalis, mengaku kiri tapi kelakuan kanan. Hal ini juga turut melemahkan perjuangan kaum proletar. Seperti singa yang telah dipatahkan taringnya, kelas proletar telah dijinakkan oleh borjuis dengan institusi-isntitusi mapan yang ada: ceramah agama, kata-kata motivasi, bakat, bias gender yang terkadang sangat rasis. 

Penting untuk diperhatikan adalah apa keuntungan dari hubungan timbal balik diantara dua kelas tersebut. Apakah keduanya benar-benar bisa berdamai sehingga menciptakan kehidupan yang rukun dalam tatanan masyarakat. Atau apakah ini yang disebut dengan akal-akalan dari kelas borjuis agar lebih leluasa untuk merampas milik proletar. Tesis pertama --perdamaian kelas --mungkin saja terjadi akibat budaya popular atau akses ruang publik yang lebih terbuka. Kemungkinan-kemungkinan ke arah itu cukup terbuka memperhatikan perubahan sosial dalam lima tahun terakhir. Namun sejauh ini hubungan keduanya masih terlihat sangat rapuh, diluar kesadaran memang tudak lagi berkaitan dengan alat produksi namun setiap individu dibentuk dengan jelas dar kelas mana mereka berasal. Bisa saja seorang mahasiswa yang miskin di perantauan menemukan kawan anak seorang pejabat lalu hubungannya menjadi intim. Namun tetap saja budaya keduanya tetap menjadi jurang pemisah pada kebanyakan aspek. 

Penghisapan dan keterasingan sudah pernah muncul dalam literatur Marx. Penghisapan berkaitan dengan nilai lebih yang diambil oleh borjuis terhadap hasil kerja proletar dalam proses produksi. Sedangkan keterasingan yang dimaksud Marx adalah ketika buruh dipisahkan dari alat produksi mereka, jerih payah buruh ditukarkan dengan kapital tok. Jadi buruh tidak lagi menemukan diri mereka pada alat produksi, itu merupakan hal negatif dalam kapitalisme, karena menurut Marx esensi manusia itu dilihat dari kerjanya. Dengan kata lain kita bicara tentang pembahasan paling essensial dalam ekonomi marxis (sosialis): produksi. Kapitalisme untuk dapat bertahan maka mereka harus terus menerus mempertahankan ketimpangannya sembari menemukan sumber daya-sumber daya, dan pasaran-pasaran baru agar kapital itu tetap berputar. Di sisi lain karena kaum melarat lagi tertindas ini adalah mayoritas penghuni bumi, maka mereka adalah sasaran dari komoditas-komoditas kapitalis tadi. 

Pertanyaannya adalah bagaimana supaya komoditas tersebut masih tetap diminati oleh kaum mayoritas yang melarat lagi tertindas tersebut? Maka cara pertama adalah dengan cara memberikan angan-angan kosong kepada mereka, seperti ceramah-ceramah agama bahwa rezki sudah ada yang mengatur, kata-kata motivasi oleh motivator, etos kerja keras, pembukaan ruang-ruang, yang pada inti sebenarnya hanyalah opium yang terus menerus disusupi kepada kaum melarat itu sehingga pertentangan kelas menjadi kabur. Karena mereka sudah dapat melebur dengan orang-orang hippie tersebut, mereka merasa tidak lagi sebagai kelas lain yang dimelaratkan. Namun dibalik semuanya kita tentu berharap lahirnya Engels-engels baru, hidupnya kembali spirit stoisisme untuk sebuah tatanan yang fair bagi semua kelompok.

Penulis : Daniel Osckardo
Name

Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,9,Bawaslu,2,Beasiswa,4,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Belajar,2,Bisnis,4,Budaya,7,Cerita,8,Cerita Pendek,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Covid-19,4,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,2,Event Hunter Indonesia,1,Featured,5,Features,1,Filosofi Stoisisme,1,Fulan Fehan,1,google classroom,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,3,Hari Kartini,1,Hari Keehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,1,HMI,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,17,Hukum Film,1,Influencer,1,Internasional,1,Isak Tangis,1,Islam,1,Kaboax,1,Karir,9,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,2,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Lomba,3,Lomba Menulis,1,Lowongan kerja,5,Mahasiswa,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Membaca,1,Meningkatkan Fokus,1,Menyenangkan,1,Milenial,13,Motivasi,14,MTQ Nasional 28,1,New Normal,1,NTT,5,Olahraga,2,Omnibus Law,1,Opini,133,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paus Fransiskus,1,Pemimpin,1,Pendidikan,20,Pengabdian,1,Perkawinan,1,Pilihan Redaksi,13,Politik,1,Potensi Diri,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,31,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,R.A Kartini,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Review,1,Revolusi Industri,3,sastra,10,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,SMA 7 September 99 Atambua,3,SMP 7 September 99 Atambua,2,Sociopreneurship,1,Sosial,42,Sumatera Barat,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,3,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,Tips,13,Trash Hero Belu,1,Travel,10,Tuhan Bangkit,1,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Virus Corona,3,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,6,YummyApp,1,zoom,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Perdamaian Kelas (Borjuis - Proletar)
Perdamaian Kelas (Borjuis - Proletar)
https://1.bp.blogspot.com/-8JrNirzCyOs/X5OhcyccSwI/AAAAAAAAAzs/VLfyvREmgWYvqsfgXEUdfR6OUb1jxJ6WACLcBGAsYHQ/w640-h424/cafe-outdour.png
https://1.bp.blogspot.com/-8JrNirzCyOs/X5OhcyccSwI/AAAAAAAAAzs/VLfyvREmgWYvqsfgXEUdfR6OUb1jxJ6WACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h424/cafe-outdour.png
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/10/perdamaian-kelas.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/10/perdamaian-kelas.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content