Manifesto Komunis: Buku Panduan Pembebasan Rakyat

"Brosur ini (Manifesto Komunis) sama berharganya dengan berjilid-jilid buku utuh," demikian komentar Lenin terhadap Manifesto Komu...

"Brosur ini (Manifesto Komunis) sama berharganya dengan berjilid-jilid buku utuh," demikian komentar Lenin terhadap Manifesto Komunis yang ditulis oleh Karl Marx dan dibantu oleh koleganya Friedrich Engels pada tahun 1848 silam. Buku ini ditulis sebagai pedoman (semacam AD/ART) bagi Internasionale I di Jerman waktu itu. Seperti yang dikatakan Lenin bahwa Manifesto hanyalah semacam brosur setebal 30 halaman, bukan buku yang tebal, tetapi dampak yang ditimbulkannya luar biasa besar. Dalam buku ini Marx memotret pertentangan kelas-kelas sosial yang ada dalam masyarakat kapitalisme. Terkait dengan pengaruh buku Manifesto Komunis Eric Hobsbawn memberikan komentar, "kapan dan dimana pun masalah terjadi maka Manifesto menjadi pegangan. Ketika semuanya tenang, buku ini menghilang. Ketika masalah datang, buku ini muncul lagi. Orang yang sudah lupa, akan kembali ingat. Ketika rezim fasis berkuasa, buku ini akan masuk dalam daftar buku yang wajib dibaca." 

Via Instagram.com/blackboardjournal

"Tetapi zaman kita, zaman borjuasi, pmempunyai sifat yang istimewa ini: ia telah menyederhanakan pertentangan kelas. Masyarakat seluruhnya semakin lama semakin terpecah menjadi dua golongan besar yang langsung berhadapan satu dengan yang lain --borjuasi dan poletariat," demikian lah yang ditulis Marx dalam Manifesto. Kendati buku ini ditulis 172 tahun silam untuk mengkritisi pemerintahan Prusia saat itu, tapi ia masih sangat relevan terhadap masyarakat hari ini. Omnibus Law memperjelas pertentangan kepentingan kedua kelas tersebut, kelas korporat bersikukuh untuk mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja dengan dalih UU No 23 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan memuat banyak regulasi yang berbelit dan menghambat investasi. Demikian juga dari pihak otoritas --eksekutif dan legislatif -- yang secara teori, diberi amanat untuk menjaga dan menjamin kepentingan rakyat, ikut-ikutan melanggengkan. Dalam demokrasi libertarian yang menganut sistem multipartai seperti Indonesia turut menyemai pertumbuhan oligarki politik dalam tubuh negara. Yang tidak kalah penting adalah bahwa 50% dari anggota legislatif periode ini adalah korporat atau berhubungan dengan korporasi. 

Sedangkan mereka, kelompok mayoritas tapi termarginalkan, buruh, petani, kaum miskin kota, masyarakat adat--ciri umum kelas proletariat --menentang keras terhadap pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja karena mengancam eksistensi mereka, dan pastinya melemahkan keberadaan mereka. Seperti yang ditulis Marx dalam Manifesto Komunis sejarah manusia adalah sejarah pertentangan kelas: orang merdeka dan budak, patrisir dan plebejer, tuan bangsawan dan hamba, tukang ahli dan tukang pembantu; pendeknya penindas dan yang tertindas. Dalam ruang lingkup ini definisi negara yang paling tepat adalah apa yang dikemukakan oleh Marx, negara adalah alat penindasan kelas yang berkuasa. 

(Terutama) para buruh dalam konteks RUU Omnibus Law menjadi pihak yang paling dirugikan. Pasal-pasal di dalamnya tidak kenal ampun terhadap buruh. Manifestasi RUU omnibus Law Cipta Kerja adalah pro investor, dan (sama sekali) tidak pro buruh. Tidak didengarkannya suara buruh adalah bukti dari keyakinan tersebut. Sederhana saja, (seperti RUU yang sudah-sudah) yang dipermasalahkan dari RUU Omnibus Law Cipta Kerja adalah beberapa pasal yang bermasalah dan mengindikasikan serta diyakini merugikan pihak buruh. Pasal-pasal bermasalah itulah yang (sebenarnya) ditolak dan perlu direvisi ulang dengan pasal-pasal yang pro buruh. Namun apa yang terjadi adalah pemerintah sama sekali tidak bergeming, kendati hampir seluruh lapisan masyarakat --kecuali pihak korporat, tentu saja --tetap saja RUU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan apa adanya, dalam tampilannya yang pro investor. Ini mengindikasikan tidak ada suara rakyat (buruh) dalam aturan tersebut sedangkan ia akan mengikat rakyat itu sendiri. Dalam paripurna DPR sebuah kenyataan yang menggelikan terjadi, ketika Partai Demokrat salah satu fraksi yang menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja ingin melakukan interupsi, ia tidak diberikan kesempatan dan bahkan ketua DPR RI Puan Maharani mematikan mikrofon dari fraksi Partai Demokrat itu ketika ingin berpendapat. Wajar jika ada yang bertanya sebenarnya DPR mewakili siapa?. 

Dalam Manifesto Komunis terdapat sebuah kalimat yang sangat masyhur, sekaligus menjadi slogan bagi kelompok kiri dan gerakan-gerakan pembebasan lainnya. Marx dalam Manifesto menyeru, " kaum proletar tidak akan kehilangan suatu apa pun kecuali belenggu mereka, mereka akan menguasai dunia. Kaum buruh sedunia bersatulah! ". Dan pada hari ini bukan Marx yang menyeru, karena ide-ide Marx dijadikan mitos, namun hari ini di negeri zamrud khatulistiwa RUU Omnibus Law membangkitkan nada-nada yang serupa terus-menerus berdengung untuk menggerakkan kelas buruh menuntut hak-hak mereka yang didiskriminasi melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja. 

Marx menyakini kekuatan buruh terletak pada kolektivitas mereka sebagai sebuah kelas sosial yang paling progressif revolusioner. Puncak tertinggi dalam perlawanan proletariat adalah revolusi. Bicara revolusi, kita bicara tentang sesuatu yang tidak kecil, ia adalah alat untuk menggulingkan kekuasaan yang sah dan diganti dengan kekuasaan yang lainnya. Tan Malaka menulis dalam Aksi Massa (1926) "revolusi bukan sebuah ide yang luar biasa dan istimewa, bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa. Kecakapan dan sifat luar biasa seseorang dalam membangun sebuah revolusi, melaksanakan atau memimpinnya menuju kemenangan, tak dapat diciptakan oleh otaknya sendiri. Sebuah revolusi disebabkan oleh pergaulan hidup, suatu akibat tertentu dari tindakan-tindakan masyarakat. Atau dalam kata-kata yang dinamis, dia adalah akibat tertentu dan tak terhindarkan yang timbul dari pertentangan kelas yang kian hari kian tajam. 

Ketajaman pertentangan yang menimbulkan pertempuran itu ditentukan oleh pelbagai macam faktor: ekonomi, sosial, politik, dan psikologis. Semakin besar kekayaan pada satu pihak semakin beratlah kesengsaraan dan perbudakan di lain pihak. Pendeknya semakin besar jurang antara kelas yang memerintah dengan kelas yang diperintah semakin besarlah hantu revolusi. Tujuan sebuah revolusi ialah menentukan kelas mana yang akan memegang kekuasaan negeri, politik dan ekonomi, dan revolusi itu dijalankan dengan "kekerasan". Di atas bangkai yang lama berdirilah satu kekuasaan baru yang menang."

Penulis : Daniel Osckardo
Name

Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,111,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,8,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,21,REFLEKSI,2,Review,1,Sosial,28,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,YummyApp,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Manifesto Komunis: Buku Panduan Pembebasan Rakyat
Manifesto Komunis: Buku Panduan Pembebasan Rakyat
https://1.bp.blogspot.com/-hwUeee8vDdI/X4AU5mJMP_I/AAAAAAAAAvs/vm4lGgWtuJcDR6wAKevfna-9NG5QyZHRACLcBGAsYHQ/5d7fdffb-2226-45e0-b6c2-a3ff96bef5f3.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-hwUeee8vDdI/X4AU5mJMP_I/AAAAAAAAAvs/vm4lGgWtuJcDR6wAKevfna-9NG5QyZHRACLcBGAsYHQ/s72-c/5d7fdffb-2226-45e0-b6c2-a3ff96bef5f3.jpg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/10/manifesto-komunis-buku-panduan.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/10/manifesto-komunis-buku-panduan.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content