Satu Tahun Reformasi Dikorupsi : Sesudahnya Apa Lagi Yang Tersisa?

SHARE:

Salah satu peristiwa yang mencuri perhatian pada tahun 2019 lalu tentu saja ketika mahasiswa kembali ke pusaran aksi. Pada 24 September seta...

Baca Juga :
Salah satu peristiwa yang mencuri perhatian pada tahun 2019 lalu tentu saja ketika mahasiswa kembali ke pusaran aksi. Pada 24 September setahun silam mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia melakukan kuliah umum; bukan di kelas-kelas yang nyaman, bukan di gedung-gedung auditorium yang megah, tetapi di jalan-jalan yang panas, di depan gedung-gedung wakil rakyat yang congkak, di depan gedung-gedung penguasa yang hilang ingatan, disanalah kuliah itu diadakan dalam aksi yang bertajuk Reformasi Dikorupsi. 

Demo Mahasiswa 2019.
Via nasional.tempo.co

Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia --tanpa mengerdilkan peran pelajar -- dalam rangka penolakan terhadap beberapa undang-undang yang mengancam rakyat dan menguntungkan oligarki politik-ekonomi itu mendapatkan sambutan positif dan dukungan yang mengalir hampir dari semua kalangan. Beberapa potret menarik yang terjadi sepanjang aksi merupakan suatu kebanggaan, solidaritas yang penuh antara kawan-kawan mahasiswa, bantuan logistik dari masyarakat kepada peserta aksi, artis yang turut muncul ke lapangan, atau tokoh-tokoh seperti direktur YLBHI, Asfinawati yang turut menyampaikan orasinya.

Ada dua pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa reformasi dikorupsi: pertama, bahwa negara kita tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja (bahkan sampai hari ini). Saya seringkali mengatakan bahwa amanat reformasi telah dikhianati (baca tulisan saya dalam "Bayang-Banyang Korporatokrasi" yang dimuat di Berita Sumbar) . Reformasi pada 1998 silam yang harus dibayar dengan darah atau bahkan nyawa sekali pun seakan sama sekali tidak memiliki harga. Seakan-akan perjuangan masa lampau hanya sekadar nyanyian pilu dan setelah itu dilupakan.

Kedua adalah aksi Reformasi Dikorupsi mematahkan steorotip bahwa mahasiswa tidak lagi memiliki taring. Pada era saat ini pelbagai stigma buruk melekat pada diri mahasiswa, dan yang paling buruk dalam persoalan ini adalah: mahasiswa saat ini apatis dan tidak mempunyai rasa kepedulian terhadap negara. Singkatnya nalar kritis mahasiswa dipertanyakan. Dengan kembalinya mahasiswa ke pusaran aksi pada waktu itu telah mematahkan pandangan negatif tersebut. Tepat sekali apa yang disampaikan Fathur Presiden BEM UGM kepada "senior"-nya Fahri Hamzah, "setiap tahun mahasiswa selalu melakukan aksi, jadi tidak ada istilahnya mahasiswa tidur siang, apatis." Saya masih ingat waktu itu ketika seorang dosen menyampaikan, hari ini kita tidak kuliah di kelas, kita kuliah di DPRD --setelah hari sebelumnya aksi juga digelar di depan kantor Gubernur Sumbar. Bus kampus dan mobil pick up disiapkan untuk mengantar mahasiswa untuk berdemonstrasi. Disana berkumpul dengan kampus-kampus lain yang berada di Sumatera Barat.

Bagaikan mata koin yang memiliki dua sisi, maka memoar juga serupa. Kenanganan bisa saja menjadi sesuatu yang pahit diingat atau menjelma menjadi suatu kejadian yang tidak terlupakan. Tapi, bagian yang paling penting dari peristiwa (seperti) Reformasi Dikorupsi ini adalah apa yang tersisa setelahnya? Saya yakin sepertinya mahasiswa --termasuk saya --harus gigit jari. RUU KPK yang ditolak disahkan, RUU PKS yang dituntut tidak menjadi prioritas, RKUHP masih berjalan, hingga salah satu tokoh yang mencuat, Fathur presiden BEM UGM --dianggap --mengkhianati keyakinan kawan-kawan mahasiswa. Setelah semua ini apa lagi yang tersisa dari peristiwa Reformasi Dikorupsi.

Seperti apakah peristiwa itu harus dikenang? Apakah sebagai suatu yang mengindikasikan bahwa mahasiswa masih peduli atau malah sebaliknya sebuah gerakan yang berakhir dengan kegagalan total. Apa yang dituntut adalah persoalan yang jelas dan apa yang dicapai juga telah sama-sama kita saksikan. Kalau kita tidak mau menggangap memoar satu tahun aksi mahasiswa itu sebagai seremonial belaka (seperti kebanyakan peristiwa yang kita peringati, termasuk di dalamnya hari kemerdekaan, ironi!). Perjuangan mahasiswa belum selesai. Jika seandainya tidak ada kontiniutas dari aksi ini maka sia-sia semua apa yang telah kita korbankan. Ingat, aksi mahasiswa Reformasi Dikorupsi memakan tumbal, betapa banyak kawan-kawan kita di represi, ditahan, diculik (yang hingga hari ini mungkin masih ada yang belum kembali) bahkan ada yang meregang nyawa. Seharusnya mereka ini menjadi martil agar idealisme itu tetap menyala, semangat itu tetap berkobar.

Sebuah hal yang mesti kita tangkap (dan tersisa) dari aksi Reformasi Dikorupsi adalah oligarki politik-ekonomi yanh kian menjadi-jadi. Kalau tahun lalu kita dihadapkan terhadap RKUHP dan RUU KPK (yang telah disahkan) sekarang kita juga masih harus berhadapan dengan regulasi-regulasi menyebalkan semacam itu. Itu artinya ada tugas tambahan untuk mahasiswa yang didapuk sebagai agen perubahan. Mahasiswa seyogyanya tidak hanya dihentikan hanya karena pandemi. Kalau turun ke jalan tidak memungkinkan, kita punya segudang alternatif lain yang bisa dimanfaatkan. Satu kata untuk memoar satu tahun aksi Reformasi Dikorupsi adalah momentum untuk mengingat pergerakan mahasiswa tidak boleh mati.

Penulis : Daniel Osckardo
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,4,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Amin Rais,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Anugerah Pesona Indonesia,1,Aplikasi,1,Aplikasi SehatQ,1,Argentina,1,Atambua,12,Baby Boomer,1,Badan Kurus,1,Badminton,1,Bali,1,Banjir,1,Bank Indonesia,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,3,Beasiswa,4,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Bencana Siklon Seroja,1,Bisnis,4,Boba,1,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,9,Bulutangkis,1,Bupati Nganjuk,1,BWF,1,Cafe Amor Dualaus,1,Catur,2,Cerita,13,Cerita Pendek,12,Cianjur Foundation,1,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Copa America 2021,1,Covid-19,22,CPNS,3,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,7,Debat Pilkada,1,Demokrasi,2,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Direktori Penyakit,1,Dokumen,1,Drama Hukum,1,Drama Korea,1,Drama Korea Tentang Hukum,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,13,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Euro 2020,1,Fabio Carvalho,1,Fanatisme,1,Features,1,Film Hukum,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fresh Graduate,1,Fulan Fehan,2,Fulham,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,9,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Ghetto,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Himpunan Mahasiswa Islam,1,HMI,1,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,20,Hukum Film,2,Ide Kreatif,1,IKADAR Bali,1,Ikawiga,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,2,Internasional,2,Ir. Soekarno,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,Jodoh,1,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,16,Keadilan Sosial,1,Kejaksaan,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,2,Komunitas,1,Koperasi,1,Korupsi,2,KPK,1,KRI Nanggala 402,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Liburan Kuliah,1,Lokastithi Giribadra,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,8,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,6,Malang,1,Malang United,1,Mama,1,Maret,1,Matematika,1,Media Sosial,1,Membaca,1,Membuat SKCK,1,Memperpanjang SKCK,1,Mena,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,Messi,1,Michael Focault,1,MICIN,1,Milenial,15,Millenial,9,Minuman boba,1,Miskin Cinta,1,Motivasi,15,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasib Negeri Kanibal,1,Nasional,5,Neo Ghetto,1,New Normal,1,News,11,NTT,4,Nusa Tenggara Timur,10,Olahraga,12,Omnibus Law,2,Opini,201,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pana Mone Hill Stone,1,Pancasila,2,Pandemi Covid-19,11,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,PCPM 36,1,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,5,Pendaftaran Siswa Baru,2,Pendidikan,40,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pikabo,1,Pilihan Redaksi,24,Pilkada,1,Politik,7,Politik Uang,1,Pompa ASI,1,Posko Babarsari Yogyakarta,1,Potensi Diri,1,PPPK,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Prostitusi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,47,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Purbalingga,1,Quarter Life Crisis,1,Quote,2,Quotes Kata-Kata Bijak,2,R.A Kartini,1,Raiders Salomon Marpaung,4,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,Regional,6,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,30,SehatQ,1,Sei,1,Sejuta,1,Semua Berita,20,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,4,SKCK,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,4,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,3,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,71,Sponsored,2,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Sumba,1,Taekwondo,1,Tahun Baru 2021,1,Tamtama,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,They Feynman,1,TikTok,1,Timor Leste,3,Tips,22,Tips Kepemimpinan,1,TNI AU,1,Toraja,1,Trash Hero Belu,1,Travel,13,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Timor,1,Universitas Widyagama,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Video Game,1,Virus Corona,13,Webinar,1,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,Youtube,1,Youtuber,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif: Satu Tahun Reformasi Dikorupsi : Sesudahnya Apa Lagi Yang Tersisa?
Satu Tahun Reformasi Dikorupsi : Sesudahnya Apa Lagi Yang Tersisa?
https://1.bp.blogspot.com/-56rlshVpTY0/X3KXTW482rI/AAAAAAAAAuM/VybW0KoJocgOMyx6fl-BEeye7doAsdn0gCLcBGAsYHQ/874864_720.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-56rlshVpTY0/X3KXTW482rI/AAAAAAAAAuM/VybW0KoJocgOMyx6fl-BEeye7doAsdn0gCLcBGAsYHQ/s72-c/874864_720.jpg
Fianosa - Website Sumber Informasi Inspiratif
https://www.fianosa.com/2020/09/satu-tahun-reformasi-dikorupsi.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/09/satu-tahun-reformasi-dikorupsi.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA Topik Terkait ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Topik Terkait Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content