Membedah Kebutuhan Kompetensi Calon Guru Millenial dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Ketika mendengar revolusi industri, secara sederhana dapat diartikan sebagai perubahan masif yang terjadi pada sektor industri. Sementara it...

Ketika mendengar revolusi industri, secara sederhana dapat diartikan sebagai perubahan masif yang terjadi pada sektor industri. Sementara itu, industri sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengolah bahan baku menjadi barang yang lebih fungsional serta memiliki mutu atau kualitas yang tinggi guna memenuhi kebutuhan manusia. Walaupun diartikan demikian, pada faktanya revolusi industri ini bukan hanya memengaruhi sektor industri saja, melainkan berhasil mengubah dunia dari berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang diciptakan oleh adanya revolusi industri pada akhirnya menjadi bersifat sistemik. Bahkan, revolusi industri dapat hadir sebagai dorongan agar manusia mampu beradaptasi dan memposisikan diri, sehingga tidak tergilas dan terbawa arus perubahan yang tidak jelas arah bagi dirinya. 

Kebutuhan Kompetensi Calon Guru Millenial
Via.indonesia.go.id

Apabila membaca Revolusi Industri 4.0, maka secara tersirat dapat dilihat bahwa revolusi industri ini sudah pernah terjadi sebelumnya, hingga memunculkan angka 4.0 setelah kata “Revolusi Industri”. Ternyata memang benar, gagasan/konsep revolusi industri sudah terjadi sejak ditemukannya mesin uap di dunia sebagai awal munculnya perubahan besar pada sektor industri, atau dikenal sebagai Revolusi Industri 1.0. Kemudian, perubahan pada sektor industri selanjutnya muncul pada abad ke-20 dengan dimulainya produksi barang secara massal (mass production), munculnya teknologi listrik untuk membantu manusia dalam proses produksi, sehingga perubahan itu akhirnya disebut sebagai Revolusi Industri 2.0. 

Ketika hakikatnya manusia bersifat dinamis, manusia pun terus berkembang dengan melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai hal yang telah dilakukan. Hal tersebut juga membuat dinamika revolusi industri terus berlangsung dan muncullah gagasan Revolusi Industri 3.0. Munculnya Revolusi Industri 3.0 ini ditandai dengan dimulainya era digitalisasi dan mulai berkembangnya teknologi komputer. Selain itu, dalam Revolusi Industri 3.0 juga sudah mulai mengenal teknologi robotisasi, yang tentunya hal ini menjadi dasar dalam gebrakan revolusi industri terbaru yakni Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 berangkat untuk mengembangkan kembali teknologi komputer dan robotisasi yang telah ada sebelumnya. Jika tadi telah disinggung bahwa revolusi industri telah memberikan perubahan yang bersifat masif, maka tidak dapat dimungkiri bahwa Revolusi Industri 4.0 akan banyak mengubah tatanan dunia dan menggeser kebiasaan-kebiasaan yang telah dilakukan oleh manusia. Artinya, Revolusi Industri 4.0 juga akan mendorong adanya pembaruan dalam salah satu sektor yang berpengaruh dalam tatanan kehidupan yakni sektor pendidikan. 

Munculnya Revolusi Industri 4.0 akan memaksa seluruh stakeholder pendidikan, praktisi, akademisi, serta komponen lain dalam pendidikan untuk bahu membahu melakukan penyesuaian dalam bidang pendidikan guna menunjang kebutuhan di era Revolusi Industri 4.0. Sektor pendidikan harus berupaya untuk menciptakan atmosfer pendidikan yang adaptif terhadap berbagai perubahan yang serba cepat di era Revolusi Industri 4.0 ini. Adaptasi sektor pendidikan pada era Revolusi Industri 4.0 ini sudah harus dimulai baik dari bentuk pendidikan formal di sekolah, pendidikan non formal di masyarakat, maupun pendidikan informal di keluarga. 

Baca Juga : Generasi Z : Wadah Kontribusi Nyata Bagi Pendidikan Bangsa  

Jika dikerucutkan, proses adaptasi pendidikan dapat dimulai dari melakukan pembaruan (upgrade) terhadap kompetensi guru sebagai salah satu komponen yang krusial dalam pelaksanaan pendidikan formal di sekolah. Hal tersebut dapat dimulai dengan mempersiapkan kompetensi para calon guru yang kelak akan menjadi pendidik para siswa di era Revolusi Industri 4.0. Saat ini, para calon guru mayoritas merupakan generasi millenial yang tentunya turut merasakan berbagai perubahan pada era Revolusi Industri 4.0. Peran calon guru millenial tentunya sangat penting dan harus diperhatikan guna menyukseskan sektor pendidikan agar mampu berjuang (survive) dalam menghadapi perubahan yang bersifat global ini. 

Adapun, peran calon guru millenial tidaklah harus menunggu waktu setelah lulus dan resmi menjadi seorang guru. Akselerasi gerakan justru harus dilakukan, bahkan ketika proses pendidikan guru sedang dijalani. Tuntutan pendidikan yang semakin kompleks mendorong para calon guru millenial untuk segera berperan dengan segera mengetahui kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru di era Revolusi Industri 4.0.

Sebelumnya, di Indonesia sendiri telah diatur kompetensi guru sebagai sebuah standar yang tertuang dalam PP nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi guru tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, serta kompetensi profesional. Pada era Revolusi Industri 4.0 ini, maka kompetensi tersebut haruslah diperkaya kembali dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Kemudian, untuk mengetahui kompetensi yang dibutuhkan oleh para calon guru millenial dapat dipetakan melalui komponen-komponen yang menjadi ciri Revolusi Industri 4.0.

Para calon guru millenial diharapkan memiliki kompetensi untuk mengoptimalkan penggunaan internet dan teknologi informasi (TI) sebagai suplemen dalam pembelajaran. Hal tersebut menjadi bentuk implementasi dari Internet of Things (IoT) yang merupakan salah satu komponen utama dari Revolusi Industri 4.0. Para calon guru sejatinya akan dibelajarkan cara untuk mengajar siswa melalui berbagai model pembelajaran, mulai dari model pembelajaran klasik hingga model pembelajaran yang mutakhir. 

Guru tidak dapat sepenuhnya mengganti model pembelajaran tersebut dengan internet, namun internet dapat digunakan sebagai penunjang dan membantu guru dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Internet digunakan untuk menghadirkan pengalaman secara kontekstual ke hadapan siswa, sehingga pembelajaran tidak hanya dibatasi oleh dinding-dinding kelas. Artinya, guru dituntut untuk setidaknya mampu mengoperasikan dan memanfaatkan berbagai platform berbasis internet serta berinovasi dalam meningkatkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. 

Selain dalam proses membelajarkan, para calon guru sendiri juga diharapkan mampu memanfaatkan internet sebagai sarana belajar berbagai hal untuk memperkaya kompetensi. Optimalisasi pemanfaatan teknologi internet juga menunjang bagi guru dalam membimbing dan mempersiapkan siswa agar mampu memposisikan diri mereka dengan baik dalam menghadapi era Internet of Things ini. 

Baca Juga : Pendidikan Sebagai Kata Kerja 

Kemudian, para calon guru millenial dituntut untuk mampu mengembangkan kompetensi berpikir kritis serta inovatif guna menghadapi era Big Data dan Artificial Intelligence. Big Data yang merujuk pada sebuah teknologi mutakhir era Revolusi Industri 4.0 berkaitan dengan terkumpulnya data dalam jumlah besar dan akan menjadi skema (insight) yang memetakan kebutuhan manusia. Selain tujuannya untuk membantu pemenuhan kebutuhan manusia, teknologi ini juga dapat memunculkan informasi yang sangat banyak untuk disajikan kepada masyarakat. 

Para calon guru millenial hendaknya mengembangkan kompetensi berpikir kritis dalam memproses informasi yang akan disajikan kepada masyarakat. Kompetensi ini juga kelak harus diintegrasikan dalam proses pembelajaran kepada siswa. Terdapat berbagai metode yang dapat dikembangkan dalam upaya berpikir kritis. Diawali dengan selalu bersikap skeptis pada informasi yang didapatkan, kemampuan berpikir kritis bukan tidak mungkin dimiliki oleh semua orang. Guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru hendaknya selalu berpegang pada proses berpikir yang analitis dan juga sistematis ini, sehingga mampu mentransfer kebiasaan tersebut kepada siswa. Hal itu juga menjadi salah satu jalan untuk mempersiapkan generasi yang kuat secara mental dan tidak mudah terbawa arus tanpa tahu arah dan tujuan.

Kompetensi selanjutnya ialah para calon guru millenial diharapkan mampu berpikir secara fleksibel dan komprehensif. Kompetensi ini berkaitan dengan soft skill berpikir kritis dan inovatif yang telah dibahas sebelumnya. Para calon guru millenial hendaknya mampu mengembangkan pembelajaran inklusif yakni pembelajaran yang mampu menjangkau seluruh peserta didik dengan berbagai karakteristik yang berbeda. Hal tersebut memunculkan gagasan arah pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa tidak bersifat seragam. 

Munculnya gagasan artificial intelligence atau kecerdasan buatan menuntut guru berinovasi agar tidak kaku dan hanya terpaku pada pengembangan kognitif siswa saja. Dapat dilihat kini, ketika kecerdasan manusia berusaha untuk ditiru maka tujuan pendidikan hendaknya tidak mengacu pada pencapaian pengetahuan dan pemahaman saja. Melalui berpikir fleksibel dan komprehensif para calon guru kelak dapat menjangkau dan mengembangkan potensi masing-masing siswa yang bersifat individual. Dengan demikian, para calon guru millenial harus mulai mengembangkan sikap terbuka pada setiap keragaman potensi siswa yang akan dihadipnya kelak, agar siswa berkembang menjadi pribadi yang kreatif sesuai dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0.

Kemudian, melalui proses berpikir komprehensif atau menyeluruh artinya para calon guru millenial harus mampu melihat pendidikan dari berbagai sudut pandang (multidisipliner). Para calon guru millenial harus mulai mencermati pola perubahan sosial budaya sebagai dampak Revolusi Industri 4.0 di lingkungan masyarakat, sebagai referensi dalam mengembangkan arah pembelajaran yang kelak akan dilaksanakan. Kompetensi ini juga menjadi dasar agar kelak guru mampu mengintegrasikan pendidikan, antara gagasan futuristik dengan nilai-nilai serta norma yang berlaku di Indonesia melalui pendidikan karakter. 

Para calon guru millenial harus mulai menyadari pentingnya kompetensi bagi siswa yang tidak dapat digantikan oleh teknologi Artificial Intelligence. Peran guru sendiri pada hakikatnya juga tidak dapat sepenuhnya digantikan dengan teknologi-teknologi mutakhir hasil Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut karena proses pendidikan berkaitan dengan manusia sebagai individu yang kompleks dan bukan hanya dilihat dari sisi kecerdasannya saja, melainkan dari sisi emosi, sosial, maupun kepribadian. Sehingga, aspek-aspek tersebutlah yang menjadi pilar utama agar tidak terjadi degradasi moral di tengah pesatnya perubahan hasil Revolusi Industri 4.0.

Para calon guru millenial dapat berperan untuk memulai langkah progresifnya lebih dini dengan berinisiatif memperkaya pengalaman melalui kegiatan-kegiatan praktis, dalam rangka mengimplementasikan berbagai kompetensi yang tadi telah dibahas. Kegiatan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, juga mengoptimalkan sumber daya yang sudah tersedia di masyarakat. Hal tersebut merupakan sebuah rancangan tujuan jangka pendek sebagai anak tangga untuk mencapai tujuan yang lebih besar yakni siapnya sektor pendidikan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Penulis: Annisa Siti Fathonah

COMMENTS

Name

Aplikasi,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,107,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,7,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,19,REFLEKSI,2,Sosial,27,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Membedah Kebutuhan Kompetensi Calon Guru Millenial dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Membedah Kebutuhan Kompetensi Calon Guru Millenial dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0
https://1.bp.blogspot.com/-WqEelUa_32c/X2nDW8noraI/AAAAAAAAAtw/B2Thy08HBRczni4ojPgq7zIoxJDnOynSwCLcBGAsYHQ/PICTT.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-WqEelUa_32c/X2nDW8noraI/AAAAAAAAAtw/B2Thy08HBRczni4ojPgq7zIoxJDnOynSwCLcBGAsYHQ/s72-c/PICTT.jpg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/09/membedah-kebutuhan-kompetensi-calon.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/09/membedah-kebutuhan-kompetensi-calon.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content