Langkah Aktif Milenial Dalam Pemberantasan Cyberbullying

Be strong but not rude, be kind but not weak, be bold but not bully, be humble but not timed, be proud but not arrogant. -Anonymous re...


Be strong but not rude, be kind but not weak, be bold but not bully, be humble but not timed, be proud but not arrogant. -Anonymous
Langkah Aktif Milenial Dalam Pemberantasan Cyberbullying.
recode.id
Indonesia merupakan salah satu negara yang dalam teknologi memiliki ketertinggalan yang sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya semangat belajar serta tidak meratanya edukasi mengenai teknologi itu sendiri, mengenai bagaimana cara menyambut datangnya era modern dengan baik dan bagaimana cara untuk terus berkembang hingga dapat menyaingi negara-negara berkembang hingga negara maju dengan teknologi-teknologi buatan anak bangsa.

Dewasa ini, Indonesia mulai bangkit dari keterpurukan, mengejar laju perkembangan teknologi yang tertinggal mungkin selama puluhan tahun. Contohnya pada efek pandemi Covid 19 ini, sebagian besar sekolah bahkan institusi perguruan tinggi sekalipun kelabakan mencari alternatif metode pembelajaran online yang paling efektif. Dimana, tantangan dari pembelajaran online tersebut salah satunya adalah masyarakat yang masih gagap teknologi maupun kesusahan mendapatkan signal yang memang pada dasarnya belum merata di seluruh pelosok Indonesia. Hal ini menunut percepatan pembaharuan yang memang sudah dimulai oleh pemerintahan Indonesia sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga : Mental Illness Pada Millenial : Seputar QLC, Teori Psikologi Adler, dan Filosofi Stoisisme

Maraknya pembaharuan yang tengah gencar diterapkan baik dari segi infrastruktur, sistem pemerintahan, maupun pendidikan, mengalami berbagai macam kendala dalam prosesnya. Dari sisi pendidikan, penggunaan media sosial sebagai sarana pembelajaran online juga bagaikan dua sisi mata pisau, yakni memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yang didapatkan adalah mudahnya proses pembelajaran yang berlangsung karena sebagian masyarakat sudah akrab dengan kehadiran media sosial dalam kehidupan sehari-hari, memudahkan dalam mendapat akses informasi mengenai wawasan masa kini, juga tidak terlalu mengalami kendala akan signal. Namun, hal itu juga menebarkan berbagai sisi negatif sebagai dampak terlalu akrabnya masyarakat dari dewasa hingga anak-anak akan dunia virtual tersebut tanpa edukasi moral dalam penggunaannya. Oleh karena itu, sebagai contoh konkrit penulis menempatkan cyberbullying sebagai dampak yang paling umum dalam penggunaan media sosial. Intimidasi dunia maya atau dikenal dengan cyberbullying sendiri merupakan sega bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan oleh teman seusia mereka melalui dunia maya atau internet.

Dilansir dari Medcom.id, cyberbullying terus mengalami peningkatan pada tahun 2018 di kalangan para siswa yang mana merupakan pelanggaran dari hak-hak yang dimiliki anak-anak. Akibat dari cyberbullying bukan lagi sesuatu yang patut untuk diremehkan karena secara sadar atau tidak penggunaan media sosial yang overdosed ditambah dengan banyaknya komentar berisi ujaran kebencian memberikan gangguan secara teratur ke dalam mentalitas setiap pribadi.

Penggunaan media sosial yang terlalu sering juga menyebabkan kecanduan yang berdampak pada kehidupan di dunia nyata. Misalnya, bersedih karena unggahannya tidak mendapat banyak likes atau mendapat komentar yang buruk mempengaruhi perasaan seseorang bahkan untuk sepanjang hari.

Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pendidikan untuk terus melaju pada perkembangan revolusi industri serta sebisa mungkin menghambat atau meminimalisir dampak-dampak buruk dari penggunaan teknologi itu sendiri. Peran milenial generasi X dan Y tentunya tidak pula luput dari kewajibannya seabgai orang dewasa dalam turut serta memberikan edukasi mengenai bagaimana seharusnya menyambut masa Revolusi Industri 4.0 tanpa mengakarkan budaya cyberbullying. Gambaran toleransi dan sikap saling menghargai satu sama lain lah yang seharusnya ditampilkan pada generasi Z selaku generasi pemimpin bangsa di waktu mendatang.

Etika Internet pernah diusulkan oleh kedua youtuber (yang juga merupakan korban dari cyberbullying) untuk masuk ke dalam kurikulum belajar para siswa yang mana sasaran dari mata pelajaran tersebut adalah generasi Z. Mereka tidak ingin mengambil resiko akan semakin maraknya pembulian online yang terjadi kepada orang lain dan menyebabkan rakyat Indonesia dipandang sebagai orang-orang yang tidak beretika dari dunia luar. Namun, menurut Menteri Pendidikan Nadiem Makarim itu belum cukup untuk menjadi solusi dari permasalah cyberbullying yang terjadi di Indonesia. Kurikulum hanya sebagai sarana membangun pemikiran kritis di antara para siswa, namun masih banyak lagi hal yang perlu dilakukan.

Dimulai dari pendidikan yang matang disertai adanya pratik yang nyata dalam kehidupan sehari-hari mendorong secara perlahan para generasi Z pada doktrin pemikiran yang baru. Sikap saling menyemangati akan menjadi budaya yang menghantarkan calon pemimpin-pemimpin Indonesia berkarya dengan lebih baik tanpa dihantui ketakutan-ketakutan karyanya akan dicela oleh orang lain. Hal ini didukung oleh rencana Nadiem Makarim untuk merdeka dalam belajar. Artinya, keseragaman bukan lagi hal yang wajib disertakan seperti doktrin yang berkembang dalam pemikiran masyarakat saat ini. Melainkan, memberikan kesempatan kepada para siswa dalam hal ini generasi Z untuk berkembang seluas-luasnya dan menciptakan sesuatu dengan kreativitasnya tanpa dituntut untuk mempelajari apa-apa yang tidak mereka senangi salah satunya dengan mengembangkan ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika dengan kreatif.

Dengan maraknya perbedaan sejak dalam ranah pendidikan, maka perlahan akan semakin kuatnya pemahaman mengenai toleransi yang sudah seharusnya menjadi budaya mengingat semboyan dari negara kita “Bhineka Tunggal Ika” yang telah ada sejak lama. Para orang tua juga memiliki peran besar dalam proses pemberantasan cyberbullying pada generasi Z ini. Yang harus dilakukan oleh para orang tua adalah mengedukasi anak-anaknya sejak dini mengenai pentingnya toleransi dan saling menghargai satu sama lain sebagai sesama manusia, terlebih sebagai sesama warga negara Indonesia. Lebih jelasnya, berikut merupakan langkah-langkah yang bisa diikuti dalam memberikan pengajaran kepada anak-anak untuk menghindari cyberbullying.

Pertama, ajarkan anak ataupun adik anda untuk memperlakukan orang lain sebagimana ia ingin diperlakukan. Hal ini menstimulus pemikiran anak-anak bahwa apapun perlakuan yang mereka inginkan, harus juga mereka lakukan terhadap orang lain.

Kedua, ajarkan anak anda untuk memilah terlebih dahulu apapun yang ingin mereka bagikan kepada teman maupun laman media sosial. Edukasi mengenai hal-hal privasi sudah harus dilakukan sejak dini, karena dalam media sosial jejak dari postingan tersebut tidak akan sepenuhnya hilang. 

Ketiga, ajarkan mereka untuk selalu memberikan masukan-masukan positif. Biasakan mereka untuk selalu mendukung hal-hal baik yang orang lain lakukan. 

Keempat, ketika mendapati adanya bullying ajarkan merka untuk tidak turut serta melakukan hal tersebut. Berikan pemahaman bahwa bullying merupakan hal yang tidak baik dengan bahasa yang mereka mengerti.

Inti dari semua saran di atas adalah sebagai orang dewasa, seyogyanya kita selalu mendampingi dan mengawasi gerak-gerik mereka dalam bersosial media.

Penulis : Tantri Sandilla [Mahasiswi di Fakultas Syariah IAIN Purwokerto]
Name

Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,111,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,8,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,21,REFLEKSI,2,Review,1,Sosial,28,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,YummyApp,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Langkah Aktif Milenial Dalam Pemberantasan Cyberbullying
Langkah Aktif Milenial Dalam Pemberantasan Cyberbullying
https://1.bp.blogspot.com/-Dx9Vph-G6sI/X1bwaFPYmGI/AAAAAAAAAqo/ZznCwQe2jXc6RXyITb9p3twXHvyRnbc3gCLcBGAsYHQ/s640/12131.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Dx9Vph-G6sI/X1bwaFPYmGI/AAAAAAAAAqo/ZznCwQe2jXc6RXyITb9p3twXHvyRnbc3gCLcBGAsYHQ/s72-c/12131.jpg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/09/langkah-aktif-milenial-dalam.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/09/langkah-aktif-milenial-dalam.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content