Kebiasaan Yang Membiasa (Catatan Pinggir: Kebiasaan Publik Di Medsos)

SHARE:

Realitas mengungkapkan bahwa bagi masyarakat Indonesia Timur_ lebih khususnya NTT, bulan Juni-Agustus dan bahkan sampe September merupakan b...

Baca Juga :
Realitas mengungkapkan bahwa bagi masyarakat Indonesia Timur_ lebih khususnya NTT, bulan Juni-Agustus dan bahkan sampe September merupakan bulan-bulan yang sungguh menggembirakan tetapi juga menyedihkan bagi masyarakat. Menggembirakan karena ini adalah bulan-bulan pernikahan bagi pasangan muda. Disamping itu juga bisa menyedihkan karena ini juga adalah moment habis-habisin uang dan juga binatang untuk acara pernikahan..hehee. 

Keluarga Muda Menikah
Via Pexels.com

Bagi keluarga muda yang akan menikah, mungkin mereka sangat happy dan enjoy karena akan menikah (menjadi satu), tetapi bagi keluarga besar pusingnya "bukan main". Mereka harus menyiapkan segala persiapan alias "tete benge" untuk acara ini. Masyarakat di kampung sekitar juga tentu ikut pusing karena harus siap dan ikut berpartisipasi. Undangan kumpul keluarga dan juga undangan nikah datang dari berbagai sudut dan lini. Baik dari pihak laki dan juga perempuan jika yang akan menikah berasal dari sekampung. 

Baca Juga : Perkawinan Massal Di Era New Normal Baru

Dari keluarga dekat sampe keluarga terjauh bahkan hanya kenal di medsos juga melayangkan undangan jika ada "gawe" ini. Sebagai keluarga, kerabat atau kenalan tidak bisa mengelak tetapi siap menerima dan menyambut. Ini tradisi yang sudah membiasa bagi kami orang timur. Ini adalah sosiatas_nya kami. Ini adalah kebiasaan yang sudah membiasa dalam ritme pergumulan hidup kami di Timur Indonesia.

Keluarga Muda Menikah
Via Fianosa.com

Sungguh sulit bagi kami untuk merubah kebiasaan ini karena sudah membiasa alias membudaya. Kami tidak bisa melewati moment indah ini dengan acara yang simple dan praktis seperti yang terjadi pada budaya orang lain. Sungguh Memang ribet dan memusingkan tetapi kami sudah biasa. Orang katakan bahwa sistem ini dapat menimbulkan kemiskinan yang struktural karena belis_membelis dan hura-hura yang bukan hal esensial dalam pernikahan. Tetapi apalah daya. Ini sudah membudaya. Merubahnya bukan hal yang mudah. Butuh beberapa generasi dan juga orang-orang yang memiliki kemapanan serta kecakapan berpikir yang milenial.

Pasca berlangsungnya sakramen pernikahan, mempelai yang bergembira mendapat sambutan yang penuh antusias dari keluarga, kerabat dan kenalan. Entah langsung berpapasan atau melului media (fb,wa,ig, email, sms, n telpon) banyak orang berbondong-bondong mengucapkan profisiat dan selamat kepada mereka berdua. Terkadang risih, dan lucu juga..hehe.. Karena di dinding/wall medsos tak ada info lain selain di penuhi dengan foto-foto orang yang pasca acara nikah. Lagi-lagi ini adalah luapan kegembiraan kami yang sudah membiasa...hehe.

Dengan memuat foto-foto dan berbagai variasi caption di medsos, kolom komentar siap di hujahi dengan kata-kata profisiat yang sungguh sangat bervariasi. Dan dari komentar-komentar yang sejauh ini terpampang di wall medsos, ada sesuatu yang janggal, aneh dan bahkan risih bagi. Kenyataan ini muncuat ketika membaca kalimat komentar demikian: "LANGGENG SAMPE OMA OPA". Semua berbondong-bondong berkomentar demikian. Sepintas tanpa kritis mungkin kita mengamini saja.

Tetapi jika mengkritisi lebih dalam sebenarnya kalimat ini kurang tepat. Mungkin harapan dan niat kita untuk kedua mempelai adalah yang terbaik. Akan tetapi redaksi kalimat kita tidak memuat harapan baik itu. Kalimat: "LANGGENG SAMPE OMA OPA" seolah-olah kita membatasi bahwa kebersatuan mereka itu cukup sampe di oma-opa. Dan setelah itu bubar alias tidak melanjutkan relasi perkawinan itu. Padahal sejatinya perkawinan itu harus sampe maut memisahkan dan bukan berhenti di OMA-OPA. Kekekalan dan kesejatian cinta tidak pernah terukur oleh ruang dan waktu.

Baca Juga : Covid 19 Dan Pembaharuan Janji Perkawinan

Kalimat komentar: "LANGGENG SAMPE OMA-OPA" memang memuat niat yang total tetapi sesungguhnya memiliki kedangkalan makna. Mungkin karena terbiasa yang sudah membiasa. Kita katakan "no problem". Intinya baik. Tetapi harus dipahami bahwa ketika kalimat: LANGGENG SAMPE OMA_OPA tercuat kepada sang pengantin maka secara tidak sadar kita sudah membatasi waktu dan ruang cinta yang mereka bangun. Yang berikut, sstiap kalimat yang terucap adalah DOA maka dengan terucapnya kalimat ini kita sudah mendoakan mereka agar Langgeng percintaan mereka dalam keluarga berhenti di usia oma opa dan bukan sampe maut memisahkan.

Semoga kebiasaan yang sudah membiasa ini tak tercuat lagi di medsos dalam kolom kementar untuk mereka yang pasca pernikahan di moment yang akan datang. Salam sampe maut memisahkan.

Penulis : Beny Akoit [Tinggal Di Mena]
Cloud Hosting Indonesia
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,1,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,9,Baby Boomer,1,Badminton,1,Banjir,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Berita,3,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,8,Bulutangkis,1,BWF,1,Cerita,9,Cerita Pendek,4,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,14,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,12,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,4,Event Hunter Indonesia,1,Featured,3,Features,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fulan Fehan,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,4,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,2,HMI,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,22,Hukum Film,1,Ide Kreatif,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,1,Internasional,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,10,Keadilan Sosial,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,1,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,5,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,7,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Membaca,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,6,Miskin Cinta,1,Motivasi,12,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Muslimah,1,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasional,1,New Normal,1,News,1,NTT,5,Nusa Tenggara Timur,1,Olahraga,3,Omnibus Law,2,Opini,189,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,1,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,3,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pilihan Redaksi,18,Pilkada,1,Politik,6,Potensi Diri,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,42,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,1,Quotes Kata-Kata Bijak,1,R.A Kartini,1,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Review,1,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,29,Sejuta,1,Seminar,1,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,1,SJ182,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,3,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,2,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,67,Sriwijaya Air,1,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,Tips,23,Tips Kepemimpinan,1,Trash Hero Belu,1,Travel,11,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Vaksin,1,Virus Corona,8,Webinar,4,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,YummyApp,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Kebiasaan Yang Membiasa (Catatan Pinggir: Kebiasaan Publik Di Medsos)
Kebiasaan Yang Membiasa (Catatan Pinggir: Kebiasaan Publik Di Medsos)
https://1.bp.blogspot.com/-hxBZlSTPYo0/X2cO8YD77qI/AAAAAAAAAtI/3-GajrHWsGwxrsDd_pqcUBV_viBpGMocACLcBGAsYHQ/pexels-photo-70737.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-hxBZlSTPYo0/X2cO8YD77qI/AAAAAAAAAtI/3-GajrHWsGwxrsDd_pqcUBV_viBpGMocACLcBGAsYHQ/s72-c/pexels-photo-70737.jpeg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/09/kebiasaan-yang-membiasa-catatan-pinggir.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/09/kebiasaan-yang-membiasa-catatan-pinggir.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content