Generasi Z: Wadah Kontribusi Nyata bagi Pendidikan Bangsa

Pembukaan UUD 1945 Alenia ke 4 : “Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa ...

Pembukaan UUD 1945 Alenia ke 4 : “Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadian sosial,maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Generasi Z wadah kontribusi nyata bagi pendidikan bangsa
Via Pexels.com


Ya, itulah sekilas bunyi alenia 4 UUD 1945 di negara kita. Cita-cita mulia para pendiri bangsa dahulu yang berharap bangsa ini menjadi lebih baik kedepannya. “Mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah salah satu tujuan utama bangsa Indonesia yang berharap seluruh penduduknya makmur, sejahtera, jauh dari kemiskinan, dan tentram. Tetapi, jika melihat realita sekarang, masih sangat jauh dari apa yang diharapkan. Ya, masih banyak sebagian besar penduduk kita yang sulit mencari pekerjaan, pengangguran, ataupun pekerjaan yang hasilnya tak seberapa hanya cukup untuk makan sehari-hari atau bahkan terpaksa untuk menahan lapar karena tidak ada penghasilan sepeser pun.

Baca Juga : Pentingnya Pendidikan Politik Bagi Millenial di Era Revolusi Industri 4.0

Akhirnya, kesulitan ekonomi itulah yang membuat orang tua sulit untuk menyekolahkan anaknya. Jangankan sekolah, gaji pun hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Hal itu tentunya berdampak bagi kehidupan keturunannya ke depan. Dengan hal tersebut, maka rantai kemiskinan pun juga akan terus meningkat. Hal inilah yang menarik perhatian saya untuk memilih tema mengenai pendidikan. Sebenarnya, ada beberapa alasan mengapa saya memilih dan harus mengambil opini, terutama pendidikan.

Pertama, menurut saya pendidikan adalah hal yang wajib dan harus dimiliki oleh setiap manusia. Ya, dengan menjadi manusia yang terdidik, maka kualitas diri kita sebagai manusia akan meningkat. Semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, maka semakin tinggi pula kualitasnya. Cara berpikir, sikap, skill, pun juga akan berubah. Apalagi di era teknologi sekarang, pendidikan sangat diperlukan oleh kaum muda. Era modern menuntut kita untuk menjadi manusia yang kreatif, inovatif, dan berintelektual. Mau tidak mau, suka tidak suka semakin ke depan semakin berat pula tantangannya. Ya, karena kita tidak hanya bersaing dalam satu negara saja, tetapi kita bersaing dengan seluruh penduduk bumi lainnya. Oleh karena itu, peran kaum muda yang kreatif, berintelektual, dan inovatif lah yang dibutuhkan bangsa, khususnya bangsa Indonesia untuk bersaing di kancah internasional yang dimana itu semua dapat diperoleh melalui pendidikan. 

Kedua, karena saya adalah seorang calon guru yang kelak akan mendapatkan tanggung jawab dan amanah besar untuk mencetak anak-anak calon generasi emas yang cerdas sehingga dapat membawa nama harum bangsanya di kancah internasional dan tentunya ikut andil dalam mewujudkan salah satu tujuan bangsa ini. Bagaimana saya bisa mengatakan itu adalah tugas yang berat? Ya, selain opini yang telah saya sebutkan sebelumnya, guru juga menjadi faktor utama untuk membentuk karakter bagi anak didiknya. Tak hanya dituntut untuk mencerdaskan, tetapi membentuk pribadi yang sopan santun, jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan berakhlak mulia yang juga merupakan sebagai cerminan budaya bangsa kita. Karena sudah banyak kita ketahui, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terkenal dengan penduduknya yang sopan santun dan lemah lembut. Pintar saja tidak cukup tanpa diiringi dengan pribadi yang baik dalam diri seseorang. Oleh karena itu, membekali anak dengan karakter sangat penting. Menurut saya itulah mengapa saya katakan tugas itu berat. Jika sedikit saja kesalahan dalam mendidik, maka berdampak besar pada hasil kedepannya. 

Ketiga, mindset kebanyakan orang tua yang beranggapan bahwa “anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, nanti ujung-ujungnya juga dinafkahi suami, ikut suami, jadi buat apa kuliah mahal-mahal.” Secara tidak langsung, hal tersebutlah yang membuat potensi, semangat, harapan anak merasa pupus atau merasa kalah sebelum berperang. 

Gelora semangat untuk merubah nasib pun dirasa jauh dari harapan. Selain itu, bertolak belakangnya antara keinginan orang tua dan anaknya. Contohnya: Si B yang merasa bahwa potensi dan menyukai bidang tertentu dan ketika akan masuk ke perguruan tinggi akan mengambil jurusan yang sesuai dengan potensi dan minatnya. Si B ini juga telah menyiapkan secara matang bagaimana prospek kerja jika ia harus memilih jurusan tersebut, bagaimana peluangnya ia telah memikirkan secara mantap. Namun, ketika ia mengutarakan keinginannya tersebut kepada orang tua justru ia malah ditolak. Ya, dengan alasan orang tua bilang “Itu nanti kalau lulus susah cari pekerjaannya, atau kamu mau jadi apa kalau ambil jurusan itu?”. Akhirnya, mau tidak mau maka Si anak pun mengikuti kemauan orang tuanya. Sehingga, sudah bukan umum bila kebanyakan mahasiswa ketika ia sudah menjalankan study-nya hasil yang dicapai dan potensi yang didapat tidak mencapai maksimal. Sekilas, cerita yang pernah saya alami. 

Beberapa bulan lalu, saya mudik ke kampung halaman ibu saya. Tepatnya di salah satu desa yang terletak di Provinsi Sumatra Selatan. Kampung ibuku jauh dari keramaian. Tetapi juga tidak begitu sepi dan bukan juga termasuk kampung pedalaman. Angkutan umum lewat hanya dari pagi sampai jam 3 saja. Selepas itu tidak ada lagi angkutan umum yang lewat. Jangankan angkutan umum, kendaraan pribadi pun terkadang sepi. Seperti halnya tradisi desa pada umumnya, ketika sudah jam 9 maka warganya pun segera bergegas tidur namun itu tidak berlaku bagi anak-anak muda yang notabenenya masih duduk di bangku sekolah, khususnya usia anak SMP dan SMA. Yang seharusnya segera bergegas tidur agar keesokannya tidak kesiangan justru menghabiskan waktu untuk nongkrong, perempuan dan laki-laki pun tidak terkecuali. ada pula yang merokok ataupun sekedar adu motor. 

Keesokan harinya, saya bersama ibu berkunjung ke rumah teman-teman lama ibu dan dilanjutkan ke rumah saudara saya. Hal inilah yang membuat saya bernafas panjang dan sedih seolah-olah perempuan hidup hanya bergantung kepada suami saja. Ketika saya ditanya “kuliah jurusan apa?”, “Setelah lulus mau apa?”, lalu saya menjawab “Jurusan guru SD. Ya, pengennya setelah lulus ingin melanjutkan kuliah lagi kalau ada rezeki”. Jawaban saya disanggah oleh kebanyakan mereka “Nggak usahlah sekolah terus anak perempuan juga. 

Jangan tinggi-tinggi sekolahnya nanti laki-laki takut mendekat” Begitupun jawaban saya berulang-ulang ketika saya dihadapkan pada pertanyaan yang sama selama saya di desa. Akhirnya, saya pun menyimpulkan bahwa mindset orang tua seperti inilah yang menghambat kemampuan untuk berkembang, menghambat anak untuk bisa mempunyai mimpi yang besar ataupun anak takut untuk mempunyai mimpi dan lesu untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Tak heran jika seusia saya bahkan lulus SMP perempuan disana sudah dinikahkan. Ya, karena selain faktor ekonomi orang tua yang tidak berkecukupan dan rendahnya motivasi untuk belajar pada jenjang yang lebih tinggi.

Cerita selanjutnya adalah kisah tentang salah satu teman saya. Saat itu pada saat kami magang pada semester akhir, kami berbincang-bincang mengenai rencana kami kedepannya setelah lulus. Teman saya mengutarakan apa rencana kedepan yang akan dilakukannya. Dan ternyata ia pun akan bekerja yang notabene jauh dari jurusan yang diambil ketika ia kuliah. Saya pun penasaran mengapa teman saya memilih pekerjaan yang dapat dikatakan lintas jurusan. Jawabannya simple. Ya, karena orang tuanya yang memaksakan dia untuk masuk pada jurusan tersebut. 

Dari, kedua cerita yang saya alami tersebut, dapat disimpulkan hal tersebutlah yang mungkin mengapa pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya berjalan optimal atau belum merata di berbagai wilayah. Serta pola pikir yang hanya satu sudut pandang saja tanpa memikirkan efek jangka panjangnya. Oleh karena itu, peran dan kontribusi nyata generasi muda atau generasi Z sangat diperlukan bagi Indonesia untuk sekarang, nanti, dan masa yang akan datang. Saatnya generasi Z untuk berkontribusi dan berperan nyata untuk menyumbangkan ide, gagasan, dan tindakan memperbaiki keadaan pendidikan bangsa ini.

Baca Juga : Santri Siap Bergeriliya Membangun Bangsa Dan Menjawab Persoalan Masyarakat

Menurut saya ada beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan oleh para generasi Z, khususnya calon guru dari kaum generasi Z di masa sekarang. Pertama, dengan motivasi yang kuat bagi anak didik. Bahwa, keberhasilan tidak sepenuhnya ditentukan dengan diperolehnya nilai yang sempurna, melainkan potensi, usaha, dan kegigihanlah yang dapat menentukan keberhasilan seseorang. Selain itu, dengan mendesain pembelajaran yang baik, berkesan, serta guru yang ramah membuat anak didik akan gembira ketika dihadapkan dengan pembelajaran. Ya, dengan itu maka materi pun akan dirasa mudah untuk dipahami. Dan yang paling utama, bekerja dengan hati, niat, dan ikhlas. Saya percaya, kaum generasi Z khususnya untuk para calon guru muda sekarang mempunyai kreativitas yang tinggi. Karena, generasi sekarang dapat dikatakan generasi penguasa teknologi dan berwawasan luas sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa ide-ide yang akan dihasilkan kedepannya berguna dan berdampak bagi kemajuan bangsa. 

Kedua, sudah selayaknya kita harus keluar dari zona nyaman dan tak hanya berdiam di tempat. Menyambangi di berbagai daerah itu perlu. Dengan mengedukasi, memberikan seminar khususnya tentang pendidikan kepada orang tua, sehingga tidak ada lagi perbedaan antara laki-laki dalam menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kini, saatnya pemuda-pemudinya lah yang bergerak. Karena tidak dapat dipungkiri, bahwa masa yang akan datang persaingan akan semakin ketat. Zaman pun akan berubah. Maka, pendidikan sangat dibutuhkan bagi manusia ke depan agar bangsa kita dapat menjadi bangsa yang maju. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Sekian, Terima Kasih. Salam, Generasi Z Pelopor Perubahan! 

Penulis : Pressilia Yusa Pramesti
Name

Aplikasi,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,106,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,6,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,19,REFLEKSI,2,Sosial,26,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Generasi Z: Wadah Kontribusi Nyata bagi Pendidikan Bangsa
Generasi Z: Wadah Kontribusi Nyata bagi Pendidikan Bangsa
https://1.bp.blogspot.com/-YO5Ooym5ZfY/X18qIITwnwI/AAAAAAAAArs/VT_KVr6cK9EjoW-JSliTC7wes1NXCv6awCLcBGAsYHQ/s640/pexels-photo-3768129.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-YO5Ooym5ZfY/X18qIITwnwI/AAAAAAAAArs/VT_KVr6cK9EjoW-JSliTC7wes1NXCv6awCLcBGAsYHQ/s72-c/pexels-photo-3768129.jpeg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/09/generasi-z-wadah-kontribusi-nyata-bagi.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/09/generasi-z-wadah-kontribusi-nyata-bagi.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content