Aplikasi Ayo Kerja Sebagai Kontribusi Generasi Muda Dalam Memfasilitasi Akses Terhadap Lapangan Kerja

Revolusi Industri kini telah mencapai babak yang keempat dalam sejarahnya, setelah revolusi-revolusi sebelumnya dengan segala tantangan dan ...

Revolusi Industri kini telah mencapai babak yang keempat dalam sejarahnya, setelah revolusi-revolusi sebelumnya dengan segala tantangan dan dampak yang ditimbulkannya. Revolusi industri pertama terjadi pada pertengahan abad ke-18 dengan penemuan mesin uap yang digunakan pada proses produksi barang yang menggantikan tenaga manusia dalam menenun. Revolusi industri kedua terjadi pada akhir abad ke 19 dan awal abad 20 ditandai dengan pesatnya perkembangan industrialisasi dengan ditemukannya tenaga listrik.

Tentang Artificial Intelligence (AI)
Revolusi industri ketiga kemudian menyusul pada akhir abad 20 dengan robot dan komputer. Era ini juga disebut sebagai era informasi. Kemudian di era ini akhirnya kita telah sampai pada revolusi industri keempat, dengan pemanfaatan teknologi digital yang mendorong otomasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Salah satu aspek yang paling sering dibicarakan dalam Revolusi Industri keempat ini adalah Artificial Intelligence (AI). Lantas apa yang dimaksud dengan AI ini?

Ilustrasi. Via Pixabay.Com
AI sederhananya merupakan simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakannya. Istilah ini juga dapat diterapkan pada mesin apa pun yang menunjukkan sifat-sifat yang terkait dengan pikiran manusia, yang prosesnya termasuk dengan pembelajaran (perolehan informasi dan aturan untuk menggunakan informasi), penalaran (menggunakan aturan untuk mencapai perkiraan kesimpulan yang pasti) dan koreksi diri. Karakteristik ideal AI adalah kemampuannya untuk merasionalisasi dan mengambil tindakan yang memiliki peluang terbaik untuk mencapai tujuan tertentu.

AI memiliki 2 kategori yakni lemah dan kuat. AI lemah (weak AI) yang juga dikenal sebagai AI sempit adalah sistem AI yang dirancang dan dilatih untuk tugas tertentu. Asisten pribadi virtual, seperti Apple Siri, adalah bentuk AI yang lemah. Sedangkan AI kuat (strong AI), juga dikenal sebagai kecerdasan buatan umum adalah sistem AI dengan kemampuan kognitif manusia secara umum.

Ketika disajikan dengan tugas khusus, sistem AI kuat dapat menemukan solusi tanpa campur tangan manusia. Dengan kelebihan tersebut AI dapat menggantikan posisi manusia di banyak sektor. Hal tersebut tentunya menghadirkan pro kontra, dimana di satu sisi dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dengan faktor human error yang dapat dihilangkan, namun menimbulkan masalah dari segi penyerapan tenaga kerja dikarenakan banyak tenaga manusia yang semula dibutuhkan kini tidak lagi dibutuhkan. Revolusi Industri Keempat disinyalir telah mengeliminasi beberapa pekerjaan di Indonesia saat ini. Indikasinya mulai terlihat dari pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 50.000 karyawan bank di Indonesia yang dinilai karena akumulasi beberapa faktor di antaranya efisiensi dan disrupsi teknologi.


Aplikasi “Ayo Kerja” sebagai alternatif solusi
Melihat kondisi tersebut, tentunya genersi muda harus mengambil peran dalam menghadapi revolusi industri tersebut, memaksimalkan manfaat dan menghalau dampak negatif yang dapat ditimbulkannya. Revolusi Industri yang keempat ini memiliki tantangan yang berbeda dari fenomena serupa sebelumnya, dengan perkembangan AI yang kian pesat, yang dimana AI tersebut dapat “belajar” yang menyebabkan mereka dapat melakukan evaluasi terhadap pekerjaannya, sekalipun masih dalam koridor pemrograman dari AI itu sendiri. Data yang disampaikan di atas baru di sektor perbankan, jika dihitung dengan statistik yang komprehensif di semua sektor dimana tenaga kerja digunakan, tentu angkanya akan lebih besar, dan tentunya seiring dengan perkembangan AI yang lebih pesat lagi nantinya, akan memberi resiko yang lebih besar lagi. Disinilah generasi muda dapat mengambil peran dalam menghalau badai pengangguran yang beresiko untuk terjadi. Dalam tulisan ini penulis menawarkan aplikasi “Ayo Kerja” sebagai alternatif solusi.

Dalam era baru yang sering disebut “era disrupsi” ini, dunia kerja dan dunia bisnis telah jauh berubah dari era sebelumnya mengikuti kehidupan masyarakat yang bergeser dari dunia nyata ke dunia maya. Dengan bergesernya kehidupan masyarakat tersebut dunia kerja, dunia pendidikan dan khususnya dunia bisnis ikut bergeser. Bentuk pengaruh era disrupsi terhadap dunia bisnis yang dapat kita lihat adalah bangkrutnya bisnis-bisnis besar yang dikalahkan oleh kompetitor baru yang mengikuti pergeseran kehidupan masyarakat, salah satunya adalah perusahaan penyewaan film ternama seperti Blockbuster mengalami kebangkrutan dan menutup gerainya akibat kalah bersaing dengan Netflix dan iTunes. Perusahaan besar penyewaan buku seperti Barnes & Noble juga menghadapi masalah dalam persaingannya dengan toko buku online seperti Amazon yang menyediakan buku-buku online dengan format pdf yang dapat didownload dengan mudahnya tanpa harus keluar rumah.

Dalam konteks Indonesia, kita dapat melihat Gojek yang mendisrupsi bisnis transportasi dengan sistem online yang ditawarkannya, dan dalam waktu yang terhitung sangat singkat, Gojek kini sudah memiliki nilai valuasi sebesar USD 9,5 miliar, setara dengan Rp 134 trilliun, sangat jauh dari valuasi Garuda Indonesia yang telah berdiri puluhan tahun dengan valuasi sebesar Rp 11,07 trilliun. Kemunculan perusahaan transportasi online ini juga sempat menimbulkan polemik. Kita juga tentunya masih mengingat gelombang protes dari pengemudi taksi terhadap aplikasi transportasi online yang mendisrupsi bisnis taksi dikarenakan sistem online yang digunakannya, namun tentu kemajuan dan perubahan tidak bisa dihindari, alih-alih transportasi bisnis online yang mengalah, justru transportasi yang semula offline yang mengikuti perkembangan zaman dengan mengganti sistem mereka dan beradaptasi dengan era digital.

Mengutip Arthur Schopenhauer “Change alone is eternal, perpetual, immortal”, perubahan akan selalu terjadi, perubahan itu abadi, sehingga yang seharusnya dilakukan adalah beradaptasi, bukan melawan kemajuan itu sendiri. Mengacu kepada Rhenald Kasali, Guru Besar Manajemen Univeritas Indonesia dunia bisnis telah berubah, dari yang semula dimilki perorangan menjadi dimiliki secara kolektif, dari yang semula asetnya tangible (fisik/terlihat) menjadi intangible (tidak terlihat), perubahan-perubahan tersebut dapat kita lihat dari aplikasi toko online dan transportasi online. Toko-toko online tidak memproduksi sendiri produk-produk yang mereka jual, melainkan mengumpulkan penjual-penjual dan produsen dalam sebuah platform online yang menawarkan produk tersebut, contohnya seperti Bukalapak, Tokopedia dan lain-lain. Begitu juga dengan transportasi online, platform transportasi online, tidak memiliki kendaraan, tidak menjadi penyedia kendaraan, justru mereka mengumpulkan masyarakat yang memiliki kendaraan dan siap menawarkan jasanya, para pebisnis kuliner maupun toko-toko umum dalam satu platform seperti Gojek, Grab dll. Begitupun di sektor travel dan pariwisata, platform travel di era disrupsi tidak memiliki sarana transportasi yang sifatnya fisik, ataupun penginapan, mereka hanya mengumpulkan dan menyatukannya dalam satu platform. Ini yang disebut oleh Rhenald Kasali sebagai Mobilisasi dan Orkestrasi.

Konsep bisnis di era disrupsi kini menggunakan mobilisasi dan orkestrasi, yang dimana terdapat tiga unsur, yang diistilahkan sebagai Platform, Partisipan, dan Superpartisipan. Platform berfungsi sebagai dirigen dalam bisnis, yang mengumpulkan dan mengorkestrasi, partisipan merupakan pelanggan/pengguna dari jasa bisnis tersebut, dan superpartisipan adalah pebisnis ataupun penyedia jasa yang terhimpun dalam platform tersebut, seperti pemilik hotel dalam traveloka, driver dalam Gojek, dan pemilik toko dalam Bukalapak.

Skema kerja aplikasi (olahan penulis). Via Fianosa.com
Skema Aplikasi Ayo Kerja
Aplikasi Ayo Kerja yang ditawarkan penulis akan menggunakan skema ini dalam penggunaannya. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, revolusi 4.0 disamping melahirkan jenis pekerjaan baru, beresiko untuk dapat menghilangkan pekerjaan-pekerjaan yang eksis sebelumnya, sehingga akan terjadi pergeseran dalam penerimaan tenaga kerja, dan permintaan terhadap tenaga kerja, sehingga diperlukan ide dan langkah dari generasi muda untuk menghadapi perubahan tersebut. Dalam penggunaannya, aplikasi Ayo Kerja akan berperan sebagai platform yang menghimpun superpartisipan dan partisipan. Superpartisipan sendiri merupakan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pegawai, dan partisipan adalah penduduk yang menjadi calon pegawai.

Dalam dunia bisnis seperti di era ini, segala aktifitas dapat digitalisasi dan mobilitas dapat dilakukan melalui daring, sehingga nantinya aplikasi ini akan diorkestrasi secara digital dengan data kebutuhan pegawai perusahaan yang di unggah di profil perusahaan yang telah teradministrasi dalam sistem, data calon pegawai seperti curriculum vitae dll juga akan di unggah dalam sistem. Kegiatan wawancara kerja juga dapat dilakukan melalui daring sehingga jarak tidak lagi menjadi masalah dalam kegiatan wawancara, dengan sistem yang terintegrasi, mulai dari data lowongan kerja, data calon pegawai dan tanggal wawancara semua akan terintegrasi dalam satu sistem sehingga nantinya dapat menjadi solusi dari permasalahan akses lapangan kerja di era Revolusi Industri 4.0 ini.

Revolusi Industri keempat yang disruptif ini merupakan tantangan bagi generasi di era ini, dengan perubahan yang radikal dalam semua sektor, baik pekerjaan, bisnis, dan pendidikan. Sebagai generasi yang dilahirkan di era kebebasan informasi dan teknologi sudah sepatutnya generasi muda dapat melihat peluang dari setiap tantangan zaman dengan privilese yang dimilikinya. Adaptasi terhadap perubahan merupakan hal yang mutlak jika tidak ingin tergilas roda zaman. Kutipan dari Charles Darwin nampaknya sangat cocok dalam menggambarkan keadaan manusia dalam setiap Revolusi Industri, penulis menyampaikannya sebagai penutup “It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change”.

Penulis : Muhammad Royyan Fadli [Mahasiswa Universitas Mataram]

Name

Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,111,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,8,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,21,REFLEKSI,2,Review,1,Sosial,28,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,YummyApp,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Aplikasi Ayo Kerja Sebagai Kontribusi Generasi Muda Dalam Memfasilitasi Akses Terhadap Lapangan Kerja
Aplikasi Ayo Kerja Sebagai Kontribusi Generasi Muda Dalam Memfasilitasi Akses Terhadap Lapangan Kerja
https://1.bp.blogspot.com/-Hu67Elx-3LY/XzNgF9c894I/AAAAAAAAAgc/wWX-s1Vd3xUDoxgh-5oScilbR1dUgkDpQCLcBGAsYHQ/s640/analytics-3291738_1920.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Hu67Elx-3LY/XzNgF9c894I/AAAAAAAAAgc/wWX-s1Vd3xUDoxgh-5oScilbR1dUgkDpQCLcBGAsYHQ/s72-c/analytics-3291738_1920.jpg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/08/aplikasi-ayo-kerja-sebagai-kontribusi.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/08/aplikasi-ayo-kerja-sebagai-kontribusi.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content