Ganja Untuk Kebutuhan Medis: Layakkah Pelaku Dipenjara?

SHARE:

Gagasan untuk melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis tersebut diperlukan political will dari pemerintah untuk merealisasi menjadi produk regulasi

Baca Juga :
Selain kasus Novel Baswedan yang membuat wajah dan kondisi hukum di Indonesia kembali disorot oleh semua lapisan masyarakat, kini muncul lagi dengan informasi dan kabar yang masih hangat yaitu terkait dengan kasus penangkapan Reynhardt Siahaan akibat penggunaan ganja untuk keperluan pengobatan penyakit syaraf punggungnya. Kasus tersebut juga sudah beberapa kali dibahas dalam diskusi ataupun seminar-seminar online yang pada intinya merujuk pada dua hal yaitu terait dengan pemenjaraan penggunaan ganja, dan pemanfaatan ganja untuk kebutuhan medis.

Perjalanan kasus Reynhardt ini yang awalnya ditangkap pada tanggal 17 Nopember 2019, kini sudah tinggal menunggu putusan hakim yang seharusnya diputus pada hari ini namun sampai dengan tulisan ini dibuat ada informasi bahwa putusan ditunda ke hari senin minggu depan (22/06/20) dikarenakan salah satu hakimnya mengalami sakit.

Dengan pendekatan historis, Kasus Reynhardt tersebut kurang lebih sama dengan kasus yang terjadi pada Fidelis di Sanggau, Kalimantan pada tahun 2017. Fidelis ditahan dan diadili karena menggunakan ganja untuk pengobatan terhadap penyakit syringomyelia yang diderita istrinya. Dalam proses hukum yang dijalani oleh Fidelis, maka mau tidak mau pengobatan dengan menggunakan ganja tersebut akhirnya terhenti dan istrinya pun meninggal dunia. 

Dengan berkaca pada kasus-kasus diatas, sudah saatnya Indonesia mulai terbuka terutama di bidang hukum khusus mengenai penggunaan ganja untuk keperluan medis sebagai bentuk pemenuhan hak atas kesehatan masyarakat Indonesia karena sekali lagi hal tersebut sudah tertuang dengan jelas dalam Pasal 28 H ayat 1 UUD NRI 1945 yang menyebutkan bahwa hak atas pelayanan kesehatan sebagai hak asasi manusia yang dijamin dalam konstitusi.Berkaitan dengan hal diatas, jika mau melihat isi dari undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika terutama dalam pasal 4 menyebutkan bahwa :

Undang-Undang tentang Narkotika bertujuan:
a. menjamin ketersediaan Narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
b. mencegah, melindungi, dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan Narkotika;
c. memberantas peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika; dan
d. menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi Penyalah Guna dan pecandu Narkotika.

Dari situ jelas bahwasannya tujuan dari undang-undang ini adalah mengedepankan rehabilitasi, Sehingga untuk kasus kasus Reynhardt ini, pelaku berada pada posisi yang layak untuk mendapatkan rehabilitas bukan pidana penjara karena pelaku ini adalah pemakai untuk tujuan medis bukan pengedar ataupun bandar. 

Pemerintah harus bisa memperbaharui cara pandang bahwa penggunaan ganja itu bukan selamanya sesuatu yang buruk dan juga membuka kesempatan sekaligus menegaskan penerapan pasal 4 huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, bagi ruang akademis ataupun medis untuk melakukan penelitian atau riset terhadap ganja ini, sehingga dapat memberikan kepastian secara faktual dan tertulis bahwasannya ganja layak atau tidak untuk digunakan dengan kondisi dan dosis tertentu untuk keperluan medis. 

Hal tersebut diatas selaras jika merujuk pada pernyataan Satjipto Raharjo (seorang guru besar Universitas Diponegoro) bahwa "penegakan hukum pada hakikatnya merupakan penegakan ide-ide atau konsep-konsep tentang keadilan, kebenaran, kemanfaatan sosial, dan sebagainya. Jadi Penegakan hukum merupakan usaha untuk mewujudkan ide dan konsep-konsep tadi menjadi kenyataan". Ide dan konsep yang dimaksudkan tersebut adalah riset bahwa ganja itu layak atau tidak untuk keperluan medis. 

Tentu gagasan untuk melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis tersebut diperlukan political will dari pemerintah terutama menteri kesehatan  untuk merealisasi hal tersebut menjadi sebuah produk regulasi dengan proses politik hukum yang sehat tentunya.

Penulis : Angelo Emanuel Flavio Seac
Ganja Untuk Kebutuhan Medis: Layakkah Pelaku Dipenjara?
Via https://www.pexels.com/

Cloud Hosting Indonesia
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Nama

Agama,1,Agent Of Change,1,Akreditasi,1,All England,1,Anak Jalanan,1,Anti Korupsi,2,Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,9,Baby Boomer,1,Badminton,1,Banjir,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bencana,1,Berita,3,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,8,Bulutangkis,1,BWF,1,Cerita,9,Cerita Pendek,4,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,14,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,12,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,4,Event Hunter Indonesia,1,Featured,3,Features,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fulan Fehan,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,4,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Muda,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hari Persaudaraan Manusia Internasional,2,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,2,HMI,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,22,Hukum Film,1,Ide Kreatif,1,Indonesia,6,Influencer,1,Inggris,1,Internasional,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,10,Keadilan Sosial,1,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,1,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Long life learning,1,Longsor,1,Lowongan kerja,5,Mafia Tanah,1,Mahasiswa,7,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Membaca,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,2,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,6,Miskin Cinta,1,Motivasi,12,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Muslimah,1,Nadiem Anwar Makarim,1,Nasional,1,New Normal,1,News,1,NTT,5,Nusa Tenggara Timur,1,Olahraga,3,Omnibus Law,2,Opini,189,Opinion,3,Orleans Masters 2021,1,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,1,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,3,Pendidikan,38,Pendidikan Keluarga,1,Pendidikan Politik,1,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Piala Kemenpora,1,Pilihan Redaksi,18,Pilkada,1,Politik,6,Potensi Diri,1,Pray For NTT,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,42,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,1,Quotes Kata-Kata Bijak,1,R.A Kartini,1,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Review,1,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,29,Sejuta,1,Seminar,1,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,Sepakbola,1,SJ182,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,3,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,2,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,67,Sriwijaya Air,1,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,4,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,Tips,23,Tips Kepemimpinan,1,Trash Hero Belu,1,Travel,11,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Urbanisasi,1,Utilitarianisme,1,Vaksin,1,Virus Corona,8,Webinar,4,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,YummyApp,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Ganja Untuk Kebutuhan Medis: Layakkah Pelaku Dipenjara?
Ganja Untuk Kebutuhan Medis: Layakkah Pelaku Dipenjara?
Gagasan untuk melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis tersebut diperlukan political will dari pemerintah untuk merealisasi menjadi produk regulasi
https://1.bp.blogspot.com/-GSZOrZU-KO4/XutJIi1LFxI/AAAAAAAAEps/8YG1qQOi4isWosZNsktk1xmEuV8-_r4fQCLcBGAsYHQ/w640-h425/pexels-photo-2178565.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-GSZOrZU-KO4/XutJIi1LFxI/AAAAAAAAEps/8YG1qQOi4isWosZNsktk1xmEuV8-_r4fQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h425/pexels-photo-2178565.jpeg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/06/ganja-untuk-kebutuhan-medis-layakkah.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/06/ganja-untuk-kebutuhan-medis-layakkah.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content