COVID 19: Dunia Menuju Pergerakan Post Metafisis ( New Normal dan New Style)

Per tanggal 15 Juni 2020, Pemerintah Indonesia mulai menetapkan New Normal bagi 102 Kabupaten/Kota di Indonesia. Penetapan ini mengikuti apa...

Per tanggal 15 Juni 2020, Pemerintah Indonesia mulai menetapkan New Normal bagi 102 Kabupaten/Kota di Indonesia. Penetapan ini mengikuti apa yang telah dimulai oleh Negara-negara Barat yang juga terpapar COVID 19 seperti Italia, Spanyol dan Jerman. Masyarakat dunia bukan hanya sedang bertempur di dalam industri 4.0 tetapi harus hidup dalam satu normal dan gaya hidup yang baru. Proyek industri 4.0 sedang terealisasi dalam pandemi COVID 19 ini. Selama tiga bulan, semua institusi sipil dan gereja ikut tercebur dalam proyek raksasa Industri 4.0. Terlepas dari teori konspirasi, kita patut bersyukur bahwa dengan adanya teknologi yang canggih pada saat ini, kita tetapi hidup “normal” dalam kuliah, kerja dan ibadah tanpa harus bertatapan muka dan kontak fisik di sekolah, kampus, kantor dan gedung-gedung ibadah.


Dunia dan masyarakatnya sedang diformat ke dalam dunia yang serba maya. Aplikasi zoom yang digunakan di institusi-institusi dalam rapat dan studi, mau menunjukan bahwa dunia tidak lagi luas seperti yang dibayangkan pada masa lalu. Dunia hanyalah kampung kecil (global village) yang bisa dijangkau tanpa harus berubah posisi. Perubahan yang sedang terjadi adalah pergerakan post metafisis. Apa maksud dari pergerakan post metafisis ? Pergerakan ini adalah perubahan tanpa perpindahan. Dalam konteks ini, kita diajak untuk memaknai pergerakan Allah tanpa berubah. Allah terus bergerak tetapi Ia tidak berubah dalam arti fisis. Namun dalam arti metafisis Allah terus bergerak membaharui dunia. “Bapa-Ku Masih Bekerja sampai hari ini” (Yoh 5:17) Inilah pegerakan “post metafisis” Allah.

Pergerakan Post Metafisis

Istilah post metafisis terlihat menakjubkan bukan? Sebenarnya istilah ini hanyalah permainan kata untuk merangsang para pembaca untuk sedikit bercumbu dengan tulisan ini. Kata “post metafisis” berasal dari bahasa Inggris dan Yunani. Post artinya sesuatu yang sudah lewat. Sementara kata “metafisis” berasal dari dua kata yakni meta dan phisis. Meta artinya yang melampaui dan phisis adalah yang fisik. Jadi term “post metafisis” adalah satu periode di mana manusia berubah tanpa bergerak. Perubahan di sini adalah pergerakan melewati apa yang melampaui fisik. Frasa ini saya yakin akan menimbulkan perdebatan di kalangan kaum intelektualis, akan tetapi itu soal lain.

Hari ini, di tengah situasi pandemi, penulis mencoba mengemukakan satu fenomena sosial yang sedang terjadi di tengah masyarakat tentang perubahan tanpa pergerakan. Meskipun dunia dijarah oleh pandemi, kehidupan manusia berjalan terus ke depan. Kuliah, online, bisnis online, kerja online dan ibadah serta Perayaan Ekaristi online. Semuanya dilakukan dari rumah tanpa membangun kontak dengan siapapun. Fenomena ini, kemudian merangsang penulis untuk berani mengatakan pandemi COVID 19 membawa manusia pada satu periode baru yakni “post metafisis” ( melewati apa yang melampaui fisik).


via https://www.pexels.com/ 

New Normal

Pemerintah Italia bersama para pemuka Gereja membuat perjanjian untuk membuka Lockdown bagi seluruh masyarakatnya per 18 Mei 2020. Dalam menyikapi hal ini, Paus Fransiskus mengeluarkan satu surat edaran tentang pembukaan Lockdown. Ia pun menggunakan istilah “New Normal” artinya kita memulai sesuatu yang baru dalam situasi pandemi COVID 19. Istilah New Normal pertama kali digunakan dalam dunia ekonomi dan bisnis. Istilah ini mengacu pada pembuat kebijakan dunia hahwa ekonomi industri akan kembali ke “cara terbaru” setelah diterpa krisis keuangan pada 2007-2008. Istilah New Normal pertama kali muncul dalam publikasi pada artikel yang ditulis oleh Rich Muller dan Matthew Benjamin dengan judul “Post-Subprime Economy Means Subpar Growth as New Normal in U.S.”Artikel tersebut tayang di Bloomberg pada 18 Mei 2008. Setahun kemudian, New Normal kembali ramai diperbincangkan setelah muncul dalam kolom opini berjudul "Prepare for the Best" yang ditulis oleh Paul Glover.

Sejak itu, istilah New Normal semakin sering digunakan dalam pemberitaan di media-media besar di berbagai negara seperti ABC News, BBC News, dan the New York Times. Bahkan istilah New Normal dijadikan sebagai salah satu tema dalam debat Presiden AS tahun 2012 antara calon presiden Barack Obama dan Mitt Romney. Sejak pandemi Covid-19 merebak ke seluruh dunia, istilah New Normal kembali ramai digunakan. New Normal dalam konteks pandemi Covid-19 pertama kali disuarakan oleh tim dokter di University of Kansas Health System. Pandemi akan mengubah tatanan hidup keseharian manusia. New Normal akan membatasi kontak fisik manusia yang sebelumnya adalah aktivitas biasa seperti berjabat tangan dan dan berpelukan .
Via Okezone.com
Dari New Normal Menuju New Style

Pandemi COVID 19 telah banyak mengubah tatanan yang ada. Perubahan ini memaksa manusia untuk hidup dalam situasi yang baru. Hal ini yang kemudian dikenal dengan “New Normal”. Tradisi silahturahmi, dan mudik setidak-tidaknya mendapat kelonggaran. Komunitas-komunitas religius pun ikut terseret dalam perubahan yang mengguncangkan ini. Dalam situasi NTT, tradisi dan budaya kumpul bareng, saling menyuguhkan sirih pinang (oko mama) setidak-tidaknya mulai perlahan diubah untuk dirinya sendiri. Budaya “cium hidung” dalam khazana budaya NTT pun semakin menjauh dari yang diharapkan. Dalam gereja dan komunitas-komunitas biara, “salam damai” dalam komunitas ditiadakan.

Hari ini, kita tidak hanya hidup dalam New Normal tetapi kita sedang ditransformasi ke dalam gaya hidup baru (New Style). Gaya hidup baru yang sedang digaungkan adalah gaya hidup sehat dengan penyediaan tempat cuci tangang di setiap rumah lengkap dengan hand sanitizer. Selain itu penggunaan masker berskala besar. Di jalan-jalan, para petugas protokol COVID 19 dan pihak kepolisian memantau dan mengawasi para pengendara untuk menggunakan masker. Di setiap SPBU ditetapkan aturan bahwa yang boleh mengisi BBM hanyalah para pengguna kendaraan yang bermasker.


Selain gaya hidup sehat, kita juga sedang digiring untuk hidup dalam satu gaya kerja, kuliah dan ibadah serba “online”. Kontak fisik menjadi hal yang “tabuh” dan menakutkan. Selain itu kita hidup dalam satu prasangka buruk masal terhadap sesama kita. Jangan-jangan yang berbicara dengan kita terpapar COVID 19 tanpa gejala. Kita menaruh banyak curiga terhadap teman-teman sanak saudara yang kita jumpai. Salam dengan jabat tangan mulai ditinggalkan dan semua orang hanya mengirim suara atau mimik tubuh untuk menunjukan bahwa ia sedang menyapa sesamanya yang ada di hadapannya.

COVID 19: Pembentukan Era Baru

Setalah melewati perjalanan enam bulan, dunia dihantam pandemic COVID 19, banyak Negara segera membatasi mobilisasi bagi setiap warganya. Gerakan lockdown, bergema di seanteru jagat. Di Indonesia, Presiden Jokowi berusaha untuk menghindari termin lockdown, ia menggunakan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Rupanya amukan pandemic tidak bisa dibendung. Banyak sektor yang rusak akibat pandemic ini. Hal yang sangat parah adalah sektor perekonomian. Oleh sebab itu setalah tiga bulan bergaul bersama pandemic ini, beberapa Negara mencoba satu era baru yakni “New Normal”. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi tekanan ekonomi rakyat.

New Normal di Indonesia akan dijaga ketat oleh protokol COVID 19 dibantu juga oleh kepolisian dan TNI. Gubernur Viktor Laiskodat memerintahkan agar semua pos pemantauan COVID 19 di seluruh NTT harus sudah dibongkar saat New Normal diberlakukan pada 15 Juni 2020. Pandemi COVID 19 bukan lagi momok yang menakutkan tetapi sudah menjadi bagian dari hidup. Untuk diketahui bahwa COVID 19 sendiri tidak mematikan yang mematikan adalah pertemuan antara penyakit bawaan dengan COVID 19 itulah yang mengakibatkan kematian. Pandemi ini mengundang masyarakat dunia untuk hidup di era baru di mana kesehatan menjadi prioritas. Bukan hanya kesehatan fisik semata melainkan juga kesehatan alam lingkungan sekitar. Mari hidup sehat dalam alam dan pikiran yang sehat.

COMMENTS

Name

Aplikasi,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,106,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,6,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,19,REFLEKSI,2,Sosial,26,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: COVID 19: Dunia Menuju Pergerakan Post Metafisis ( New Normal dan New Style)
COVID 19: Dunia Menuju Pergerakan Post Metafisis ( New Normal dan New Style)
https://1.bp.blogspot.com/-CfkQKokGicg/XtzzhWaUzJI/AAAAAAAAAis/IvzZWpW36JAvhxbqa3ShUKRUuUi7p-5xACLcBGAsYHQ/w400-h214/download.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-CfkQKokGicg/XtzzhWaUzJI/AAAAAAAAAis/IvzZWpW36JAvhxbqa3ShUKRUuUi7p-5xACLcBGAsYHQ/s72-w400-c-h214/download.jpg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/06/covid-19-dunia-menuju-pergerakan-post.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/06/covid-19-dunia-menuju-pergerakan-post.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content