Gebrakan Dari NTT : Berani Adalah Pilihan Terakhir dan Terbaik

Hidup memang bukan ditentukan oleh kata-kata bijak tapi ditentukan oleh bagaimana kita bersikap untuk menghadapi kerasnya hidup tersebut. Se...

Hidup memang bukan ditentukan oleh kata-kata bijak tapi ditentukan oleh bagaimana kita bersikap untuk menghadapi kerasnya hidup tersebut. Sehubungan dengan itu, ada sebuah quote menarik yang saya pernah baca yang mengatakan demikian :  "Menjadi Berani adalah pilihan terakhir ketika seorang penakut tidak memiliki pilihan lain saat sedang tersudut". Quote tersebut kurang lebih cocok dengan apa yang telah terjadi 3 hari kemarin yakni langkah dan gebrakan yang dimulai Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat.

Via https://katadata.co.id/
Kurang lebih sudah 2 bulan seluruh masyarakat di seluruh Indonesia diminta untuk melakukan segala aktifitasnya dirumah saja sampai pandemi corona ini berhasil dikendalikan sepenuhnya dan atau ditemukan vaksinnya. Namun dalam kurun waktu tersebut pemerintah dinilai tidak konsisten dalam mengeluarkan kebijakan. Statement tidak konsistennya pemerintah itu bukan tanpa dasar, pasalnya bagaimana  bisa masyarakat kecil yang dituntut untuk harus bekerja dari rumah sementara mereka tidak bisa mendapatkan nafkah untuk menghidupi keluarganya selama pandemi tersebut berlangsung. Bantuan yang diharapkan dari pemerintah saja harus menunggu berlarut-larutnya penyelesaian polemik data masyarakat yang pantas menerima bantuan atau tidak.

Melihat kondisi demikian tentu masyarakat sudah mulai gusar dengan pemerintah, lihat saja fakta terbaru ini menjelang hari raya idul fitri, beberapa tempat perbelanjaan seperti Mall kembali ramai, padahal sedang dalam masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Padahal seharusnya kalau mau diseriusi harusnya pemerintah total dalam menerapkan kebijakan tersebut dengan menutup Mall dan tegas memberikan sanksi apabila masih dibuka selama masa PSBB. Masyarakat jelas tidak bisa disalahkan dalam kondisi seperti ini, karena bagaimanapun daripada harus menunggu bantuan dari pemerintah yang terkesan lambat, terpaksa mereka harus keluar untuk mencari nafkah meski harus berhadapan dengan hukum dan aturan.

Kondisi yang simpang siur tersebut dengan cepat direspon oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, pada hari selasa tanggal 26 Mei 2020, melalui video teleconference bersama dengan Wakil Gubernur NTT, Kapolda, Bupati, Kapolres, dan Dandim seprovinsi NTT, beliau mengambil sikap melalui beberapa pernyataan penting untuk menghadapi Covid-19 sebagai berikut :
  1. Standar yang diberikan oleh WHO untuk menangani Covid-19 seperti masuk ke new normal itu tidak bisa kita ikuti, karena kebijakan di negara lain tidak dapat diterapkan semuanya di Indonesia, terutama di NTT.
  2. Virus ini tidak pernah mematikan siapapun di dunia ini. Yang positif lalu mati itu adalah orang yang punya penyakit bawaan lain. Lebih berbahaya adalah DBD karena nyamuknya tidak ada batasan, nyamuk tidak pernah dikarantina atau ditracing. Bahkan hari ini yang mati karena DBD ada 55 orang di NTT. Sedangkan positif Covid-19 yang mati sampai saat ini hanya 1 orang itu pun karena tifus.
  3. Khusus untuk NTT, kita harus kembali beraktivitas normal seperti biasa. Ketakutan ini sangat berbahaya, lebih berbahaya dari virus ini agar jangan ada Bupati yang tutup wilayah, RT dengan RT, kelurahan dengan kelurahan.
  4. Maksimal tanggal 15 Juni 2020, saya minta sudah normal kembali aktivitas pemerintahan, tidak ada lagi work from home. Karena di NTT, WFH itu adalah libur, sehingga tidak ada produktivitas dan efektivitas yang ada. Program 2020-2021 ini khusus untuk pemberdayaan. Para pimpinan di Kabupaten juga jangan ada tanda tangan yang fiktif.
  5. Pemimpin yang paling buruk di dunia adalah pemimpin yang penakut, bodoh tidak apa-apa, tapi kalau penakut itu salah. Kalau kita ikut standar WHO, tidak bisa berjalan, NTT itu beda dengan WHO. Orang WHO tidak pernah berkebun, tidak pernah pegang linggis, tapi mereka hanya buat standar saja tapi tidak bisa diterapkan di seluruh negara.
  6. NTT itu berbeda, NTT berpikir sebagai orang miskin yang butuh makan. Untuk itu saya tekankan agar kita kembali beraktivitas normal pada 15 Juni 2020. NTT itu normal kita tidak ada yang baru, normal kita seperti biasa. Kesehatan kita dari TUHAN Allah sudah berikan. Saya lebih memilih mati karena virus itu tapi rakyat saya tetap bisa makan, dari pada saya kurung diri dalam rumah, tapi rakyat saya mati kelaparan.
  7. Pemerintah sudah sediakan untuk lahan jagung 10.000 hektar. Masalah saat ini para petani tidak dapat menjual hasil panennya. Hal ini harus segera diatasi. Untuk itu, kita tetap aktivitas seperti biasa.
  8. Untuk Labuan Bajo agar sampah-sampah dapat dibersihkan seluruhnya sebelum dibuka kembali karena Pulau Komodo adalah tujuan wisata dunia.
  9. Tempat-tempat wisata juga akan kembali dibuka, tempat ibadat pun kembali dibuka sesuai dengan protokol yang ada, transportasi dan fasilitas pemerintah lainnya kembali berjalan normal.
  10. Anggaran yang telah disiapkan dari refocusing akan kami sampaikan kepada Kementerian Keuangan karena kita harus fokus pada program-program di daerah utamanya pertanian, perikanan, perkebunan. Jika memang daerah butuh air maka kita fokus sediakan air saja. Saya harapkan para Bupati proaktif dalam mendukung program-program tersebut. 
Via https://gardaindonesia.id/
Sikap yang diambil oleh Gubernur NTT tersebut sudah tepat, karena bagaimana pun juga itu adalah pilihan terakhir dan terbaik yang harus diambil. Karena jika harus mengikuti standar dari WHO untuk masuk ke New Normal, itu sama saja menunggu bom waktu untuk meledak lebih cepat karena butuh waktu untuk memenuhi standar tersebut. Selain itu fakta dilapangan khususnya di NTT, menyebutkan bahwa penyakit lain seperti DBD (Demam berdarah), justru menimbulkan angka kematian lebih tinggi dari pada Covid-19. Hal tersebut seolah menunjukan bahwa media terlalu berlebihan dalam membuat narasi bahayanya Covid-19 tersebut. Maka dari itu, dengan sikap yang pro raktyat, Gubernur NTT menginstruksikan untuk setiap pimpinan daerah mengambil langkah cepat dalam hal memperbaiki sektor ekonomi untuk kembali terpenuhinya kebutuhan masyarakat.

Sikap demikian diharapkan dapat dicontoh oleh pemimpin daerah di seluruh Indonesia dalam menghadapi Covid-19, dan tentu saja sikap ini perlu menjadi pertimbangan serius bagi pemerintah pusat dalam mengambil sikap selanjutnya, apalagi statement Gubernur NTT yang cukup menyentil kuping dan mata para pemimpin daerah maupun pemimpin negara ini : "Pemimpin yang paling buruk di dunia adalah pemimpin yang penakut, bodoh tidak apa-apa, tapi kalau penakut itu salah". Statement tersebut kurang lebih sama seperti kutipan menarik dari Steven Futick "Menjadi Berani Bukan Berarti Tidak Memiliki Rasa Takut - Tapi Kita Menolak Untuk Dikalahkan Oleh Rasa Takut".

COMMENTS

Name

Aplikasi,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,106,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,6,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,19,REFLEKSI,2,Sosial,26,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Gebrakan Dari NTT : Berani Adalah Pilihan Terakhir dan Terbaik
Gebrakan Dari NTT : Berani Adalah Pilihan Terakhir dan Terbaik
https://1.bp.blogspot.com/-ggajQ9OyYX4/XtDulobExtI/AAAAAAAAETM/ykK90i1h8-g3GNRoMP5XkLfQnptBZVf_QCK4BGAsYHg/w320-h213/2019_10_18-19_18_45_7c5d90ffc9382a855af655f8a0e01fb4_960x640_thumb%2B%25281%2529.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ggajQ9OyYX4/XtDulobExtI/AAAAAAAAETM/ykK90i1h8-g3GNRoMP5XkLfQnptBZVf_QCK4BGAsYHg/s72-w320-c-h213/2019_10_18-19_18_45_7c5d90ffc9382a855af655f8a0e01fb4_960x640_thumb%2B%25281%2529.jpg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/05/gebrakan-ntt-berani-adalah-pilihan.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/05/gebrakan-ntt-berani-adalah-pilihan.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content