COVID-19 Dan Pembaharuan Janji Perkawinan

Kerenggangan dalam hidup berumah tangga kerap kali dipengaruhi oleh karir. Keluarga karir di kota-kota besar, sangat rentan diterpa situas...


Kerenggangan dalam hidup berumah tangga kerap kali dipengaruhi oleh karir. Keluarga karir di kota-kota besar, sangat rentan diterpa situasi ini. Sehingga ikatan janji setia perkawinan hari demi hari mengendor. Hal ini bukan tidak mungkin terjadinya ruang terbuka bagi perselingkuhan. Si suami bekerja di blok A dan pergi bekerja pagi-pagi dan sang isteri kerja di Blok D dan juga pergi mendahului fajar, maka tidak heran bila pemberitaan media masa selalu diwarnai dengan kasus perselingkuhan yang sangat masif di kota-kota besar. Dan juga alasan tugas di luar kota selama berbulan-bulan sedangkan isteri di rumah menanti dengan rindu kepulangan sang suami. Situasi ini sangat besar pengaruhnya bagi perselingkuhan baik yang berada di rumah maupun yang sedang berada di tempat tugas.

Banyak pasangan yang pisah ranjang setelah ada gebetan baru di tempat tugas. Perubahan drastis kemudian tampak pada salah satu pasangan dengan lekas marah-marah, kurang memberi waktu untuk keluarga dan pelbagai macam alasan. Hal ini sering kita jumpai di kota-kota baik kota provinsi maupun kota metripolitan. Sulit memang untuk mendata berapa keluarga yang telah bubar dalam setahun. Di dalam gereja Katolik sendiri pun tribunal Gerejawi runyam untuk mengatasi keluarga-keluarga yang ingin memutuskan ikatan perkawinan gerejawi. Selain itu Pengadilan Agama pun setiap hari harus menerima berkas gugatan cerai dari keluarga-keluarga mapan dan sejumlah deretan artis papan atas. Ini adalah fakta di lapangan yang tidak bisa kita pungkiri dan hindari di masyarakat.

Keluarga karir sering menghadapi kendala dalam mengasuh dan mendidik buah hati mereka. Karir membuat banyak orang mengejar keuntungan material semata dan tidak sedikit mengabaikan kualitas cinta dalam keluarga. Sebagai generasi muda yang hidup di zaman milenial tentu ini menjadi tantangan bagaimana ke depan bisa mengatasi problematika ini. Kualitas cinta keluarga kurang terurus sebab tingginya mobilisasi pekerjaan di perkotaan dan tingginya kesibukan setiap keluarga karir. Anak-anak buah cinta mereka juga harus dititipkan di tempat penitipan anak, dibiarkan bermain sendiri di rumah dengan menyediakan aneka barang mainan dan gadged di kamar yang banyak dan juga dititipkan bersama pembantu di rumah. Lantas, gaya anak akan cenderung mengikuti pola pikir pembantu dan merasa tidak at home bersama orang tua kandung sebab sering kita dengar juga ayah kembali dari kantor telah larut malam dan mendapati buah hati telah terlelap. Singkat kata, kehidupan karir di kota-kota besar, sering kali merusak kualitas cinta baik kepada suami-isteri maupun kepada anak-anak.

Namun kita tidak perlu berlama-lama mengisahkan litani kegagalan membangun ikatan cinta dalam keluarga karir di tengah dunia posmodern ini. Saat ini, bersama penduduk bumi yang yang sedang berkabung, kita berhenti sejenak untuk merenungkan nilai positif dari pandemi COVID 19 dalam hubunganya dengan janji perkawinan. Sebagaimana telah aku uraikan di awal bahwa kehidupan karir terkadang kurang memperhatikan ruang untuk berdialog bersama dalam keluarga untuk saling mendengar peluang dan tantangan dala keluarga dewasa ini. Apa lagi banyak keluarga yang terpisah setelah mengikrarkan janji perkawinan lalu masing-masing mengurus pekerjaan di kota yang berbeda.

Lalu, hari ini semua kecemasan karena pengendoran ikatan janji perkawinan yang terjadi di tengah keluarga modern, harus dihadapkan dengan pendemi COVID 19. Pandemi ini telah mengubah kebiasaan sehari-hari masyarakat modern dalam kurun waktu lima bulan. Siapa yang tidak bersyukur jika selama lima bulan terakhir semua anggota keluarga hadir di dalam rumah sesuai dengan anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah, kerja dan kuliah pun dari rumah. Memang dari banyak sisi, dunia mengalami kerugian berupa anjloknya perekonomian namun pada sisi tertentu kita berjumpa dengan satu hikmah di mana orang tua yang telah lama berpisah olah karena karir harus kembali bersama di dalam rumah tangga masing-masing. Sampai pada poin ini, pandemi COVID 19 memberi angin segar bagi menguat kembalinya tali cinta keluarga yang telah kendor.
Via https://pixabay.com/
COVID 19 Dan Gerakan Kembali Ke Rumah
Pemerintah, medis dan agama tidak henti-hentinya mengimbau agar semua orang tetap tinggal di rumah dan menghindari keramaian. Maka langkah pemerintah yang paling konkrit adalah memindahkan lokasi belajar, kerja dan ibadat di rumah-rumah keluarga. Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Kita harus melihat ini dari sisi kemanusiaan mengingat pandemi COVID 19 menyebar super cepat. Maka gerakan kembali ke rumah adalah pilihan tepat dan terbaik untuk mengurangi laju pergerakan pandemi COVID 19. Sampai pada poin ini, kita melihat bahwa pandemi ini hadir untuk mengumpulkan kembali anggota keluarga yang telah lama tidak duduk semeja makan untuk saling mendengarkan kisah dan cerita tentang keluarga.

Gerakan tinggal di rumah adalah langkah konkrit untuk menjaga warga masyarakat dari pandemi yang semakin menjarah umat manusia. Tinggal di rumah merupakan kesempatan untuk membangun kembali keintiman bersama keluarga inti yang telah lama hilang akibat kesibukan pada bisnis dan karir. Keluarga adalah basis pertama dari segala jenis institusi yang ada di muka bumi. Keluarga yang baik selalu menanamkan nilai-nilai yang baik. Nilai-nilai kehidupan harus sungguh dikumandangkan guna menciptakan suatu tatanan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Gerakan kembali ke rumah adalah gerakan untuk menimba dari sumber air pribadi yakni keluarga dan di sana cinta kasih boleh disemaikan untuk kebaikan keluarga dan alam semesta.


Via https://www.pexels.com/
Pembaharuan Janji Kesetiaan
Kisah perselingkuhan yang terjadi akhir-akhir ini selalu diawali dengan kerenggangan dalam membangun komunikasi dalam keluarga. Banyak pria dan wanita karir menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja. Adalah tidak mungkin bila tidak ada penyimpangan di sana. Banyak perselingkuhan terjadi di dunia kerja. Keberadaan bisnis dan pekerjaan menjadi alasan mutakhir untuk bagi segelintir orang atau oknum-oknum tertentu untuk melancarkan “romantisme perselungkuhan”. Hal ini tidak dapat dipungkiri bila setiap hari di meja pengadilan tinggi Agama selalu ada berkas gugatan cerai baik oleh pihak perempuan maupun pihak laki-laki. Kedinginan cinta keluarga yang dihadapi oleh keluarga modern adalah sempitnya kesempatan bersama untuk membaharui janji kesetiaan dalam perkawinan.
Lantas, dengan adanya pandemi COVID 19, banyak keluarga yang bergerak kembali untuk berlindung dan berteduh di pondok miliknya yang telah lama ia tinggalkan oleh karena kesibukan di dunia kerja dan bisnis. Kita adalah manusia pekerja “homo laborans” tetapi pekerjaan yang kita geluti seyogyanya semakin menambah kualitas cinta dalam keluarga bukan sebaliknya pekerjaan menjadikan kita hamba lalu melupakan tanggung jawab moral dalam membina keluarga dan buah hati dalam rumah. COVID 19 mengajarkan kita bahwa sebaik dan seburuk apa pun keluarga kita, kita harus kembali bersandar kepadanya sebab dari keluarga kita hadir dan oleh keluarga kita kerja. Sejatinya bekerja untuk keluarga bukan keluarga untuk bekerja. Dua hal ini harus kita bedakan pengertiannya sebab banyak keluarga yang telah diperbudak oleh pekerjaan dan lupa kembali untuk menata kehidupan keluarganya. Masa karantina COVID 19 telah membuka wawasan dan mengajarkan kita bahwa keluarga adalah harta yang hidup dan nilai yang terkandung di dalamnya jauh melampaui meliaran rupiah dan dolar Amerik di dompet, ATM dan simpanan Bank.

Banyak keluarga yang hancur berantakan akibat kurangnya waktu bagi keluarga untuk saling menceritakan suka-duka di tempat kerja. Oleh karena alasan karir, banyak keluarga pulang larut malam ke rumah sehingga tidak ada waktu untuk membangun komunikasi yang intim bersama anak-anak. Kerap kali, momen akhir pekan kurang dimanfaatkan untuk mengevaluasi perjalanan keluarga selama satu pekan tetapi justru momen akhir pekan digunakan untuk berpiknik ke tempat-tempat wisata yang ramai pengunjung. Sehingga momen untuk masuk dalam keluarga kurang diperhatikan.

Lalu apa perubahan yang dibawa oleh COVID 19 dalam kehidupan keluarga? Dalam satu bulan terakhir untuk Indonesia, telah terjadinya pergeseran kebiasaan. Manusia menciptakan satu peradaban yang sangat berlainan dengan khazana budaya nusantara. Praktek silahturahmi mengalami pergeseran bahwa pemerintah menetapkan larangan mudik ke kampung. Atau banyak keluarga dan kenalan yang hendak ke kampung halaman harus mengalami masa karantina selam 14 hari. Ketakutan akan virus korona membuat banyak orang menaruh curiga pada keluarga dan tetangga yang baru pulang dari luar daerah. Ini adalah fenomena yang yang sedang kita jumpai kini dan di sini.

COVID 19 memaksa umat manusia untuk tetap tinggal di dalam rumah. Pada kesempatan ini kita belajar banyak hal bahwa keluarga adalah jalan terakhir kita berlabuh. Tempat kerja dan tempat-tempat lain hanyalah persinggahan. Pada momen ini ikatan janji kesetiaan keluarga kembali dikencangkan dan anggota keluarga mempunyai banyak waktu untuk menata kembali rumah tangga yang sempat ngos-ngosan menabrak isu-isu perselingkuhan di tempat kerja. Tingal di rumah adalah tindakan untuk membaharui kembali janji perkawinan yang hampir kendor akibat kesibukan kerja dan sekolah.

Via https://www.pexels.com/
Rumah: Istana Cinta
Keluarga adalah basis dari segala institusi. Keluarga adalah tempat persemaian benih-benih cinta. Tanpa keluarga, umat manusia hanyalah satu kawanan yang berkeliaran tanpa arah. Sejatinya institusi keluarga didirikan untuk melindungi kaum yang lemah misalnya anak-anak dan perempuan. Seandainya tidak ada ikatan perkawinan sah secara sipil dan gereja, maka saat ini kita akan melihat banyak permpuan dan anak-anak terlantar di jalanan. Kita patut bersyukur bahwa keluarga hadir bukan untuk urusan menumpuk kekayaan tetapi jauh melampaui itu untuk membangun cinta kasih dan benteng perlindungan bagi yang lemah.

Keluarga sampai pada poin ini adalah istana cinta untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Kesempatan berahmat yang diberikan oleh pemerintah untuk tetap di rumah merupakan kesempatan untuk menumbuhkan benih cinta di antara sesama anggota keluarga. Banyak keluarga yang berantakan karena tidak ruang dan waktu untuk saling meneguhkan dalam perjalanan keluarga mereka. Maka keluarga selain sebagai institusi dasar untuk mengembangkan perekonomian, keluarga juga adalah tempat untuk menabur benih cinta.


Cinta kasih dan nilai-nilai yang lain harus dimulai keluarga. Dengan adanya pandemi COVID 19 ini, kita semakin sadar bahwa pendidikan yang sejati adalah di dalam keluarga. Pendidikan tidak semata-mata di gedung sekolah yang elit di mana ada guru, dosen, perpustakaan, dan para siswa atau mahasiswa tetapi pendidikan berlangsung di mana saja dan kapan saja dan boleh dikembangkan oleh siapa saja. Ki Hajar Dewantara pernah mengatakan bahwa; hendaknya setiap rumah menjadi sekolah dan setiap orang menjadi guru. Ini adalah kata peneguhan bagi kita agar sadar bahwa pendidikan yang benar harus ditanamkan dasarnya di dalam rumah. Bila dasar pendidikan dalam keluarga sudah kuat, maka percayalah bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan akan aman terkendali.

Rumah harus menjadi gudang ilmu, istana cinta dan lumbung kasih sayang. Jika keluarga menyadari hal ini, maka kesejahteraan akan tetap senantiasa betah di keluarga kita. Kita jumpai juga banyak keluarga melepas tanggung jawab dalam mendidik dan membangun peradaban kasih di dalam rumah. Sebab menurut pemikiran biasa pendidikan adalah institusi semata. Bukan rumah yang membuat anggota keluarga menjadi baik tetapi anggota keluarga yang membuat rumah menjadi baik. Rumah hanyalah gedung mati tetapi anggota keluarga adalah aset yang hidup dan bergerak serta dinamis. Maka pendidikan yang baik harus dinamis, bergerak dan hidup menuju proses pemanusiaan manusia. manusia tidak hanya dapat didik tetapi juga manusia harus didik sebab pendidikan selalu bertautan dengan kemanusiaan.

Dengan adanya COVID 19 ini kita boleh mengambil hikmah dari gerakan tinggal di rumah. Tinggal bersama keluarga ini membangun kembali peradaban kasih yang hampir hilang tergerus oleh badai zaman. Meskipun dunia sedang meratap dan berkabung, patut dan sepantasnya syukur kepada Allah tak henti-hentinya digaungkan hingga relung-relung benua dan sudut-sudut samudera. Sebab fenomena alam yang kita jumpai adalah kehendak-Nya. Ikatan perkawinan yang kendor pun kembali dikencangkan dengan moment tinggal di rumah. Rumah adalah istana kasih, gudang ilmu dan lumbung kasih sayang. *Stay_At_Home*

COMMENTS

Name

Aplikasi,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,106,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,6,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,19,REFLEKSI,2,Sosial,26,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: COVID-19 Dan Pembaharuan Janji Perkawinan
COVID-19 Dan Pembaharuan Janji Perkawinan
https://1.bp.blogspot.com/-VBS7IfGsM0w/XrLfQBJhCgI/AAAAAAAAEAw/2IjdDPDU3uMLpGB9gMr2m43u0nYi8gp0wCLcBGAsYHQ/s640/wedding-1255520_1920.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-VBS7IfGsM0w/XrLfQBJhCgI/AAAAAAAAEAw/2IjdDPDU3uMLpGB9gMr2m43u0nYi8gp0wCLcBGAsYHQ/s72-c/wedding-1255520_1920.jpg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/05/covid-19-dan-pembaharuan-janji.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/05/covid-19-dan-pembaharuan-janji.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content