Antara Covid-19, Online Learning, Dan Rindu, SMAN Tasifeto Timur Berkisah

Rekan Guru SMAN 1 Tasifeto Timur (Wastey Teku) Covid-19 Merupakan sebuah musibah yang menjadi pokok pemberitaan dunia pada bulan-b...

Rekan Guru SMAN 1 Tasifeto Timur (Wastey Teku)

Covid-19 Merupakan sebuah musibah yang menjadi pokok pemberitaan dunia pada bulan-bulan terkakhir ini. Virus ini menyerang tanpa memilih kepada siapa. Pada pemberitaan media-media angka kematian yang ditimbulkan karena penyakit ini sangat tinggi. Lantas Apa itu corona virus? Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.  Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti: 
  • Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
  • Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona. 
  • Tinja atau feses (jarang terjadi)
Menindaklanjuti kondisi penyebaran virus ini, maka seluruh sekolah diwajibkan untuk dirumahkan. Proses dirumahkan ini jelas membawa dampak besar pagi proses KMB di sekolah. Guru dan siswa tidak diijinkan untuk melakuakan tatap muka, atau melaksanakan proses pembelajaran seperti biasanya, sehingga instruksi selanjutnya dari pemerintah adalah melakukan online learning, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.

KBM di Kelas ( Alexsander Ama)

Saya sebagai guru bahasa Inggris di SMAN1 Tasifeto Timur menggunakan social media Facebook dan Whatsapp sebagai media komunikasi antara saya dengan siswa dalam proses online learning. Berikut saya jelaskan sistem pembelajaran kami.

Yang kami butuh : a, Listrik, Handphone ( Smartphone), b, Pulsa Data, C. Aplikasi Whatssapp dan Facebook, Buku, Alat Tulis. Untuk point pulsa data, jika siswa yang handphonenya sudah terinstal aplikasi Facebook dan dalam kondisi tidak memiliki uang sama sekali untuk membeli pulsa, maka siswa tersebut cukup mengaktifkan facebook da memakai fitur mode gratis (MG).
Waktu : 24 jam kerja. Hal sudah kami sepakati sejak awal, bahwa kapanpun siswa ingin bertanya atau kapanpun saya mau membagikan materi tidak dibatasi. Karena kami tidak memakai sistem menelpon atau video call, karena pada dasarnya menelpon dan video call akan lebih boros pada penggunaan pulsa biasa atau data.

Tempat : Dimana pun. Kami memilih aplikasi facebook dan whatssapp agar memungkinkan kami bisa berkomunikasi tanpa batas tempat dan waktu. Sehingga ketika siswa saya sedang di kebun, bangun tidur, atau sambil baring pun bisa sambil mempelajari materi atau berdiskusi dengan saya. Selain itu handphone dewasa ini menjadi kebutuhan utama bagi semua orang, dengan desainnya yang kecil dan mudah di bawa kemana mana, saya sangat yakin bahwa di mana siswa saya berada di situ handphone juga berada, sehingga materi saya pun bisa mereka terima.

Yang harus di hindari : Siswa dilarang mengirim hal hal lain yang bukan berkaitan dengan pelajaran yang sifatnya merusak pikiran dan mental pelajar, seperti gambar porno, video porno atau hal semacamnya ke dalam obrolan grup maupun obrolan pribadi dengan guru maupun siswa lain. terkecuali gambar-gambar dan video edukatif dan motivatif. Jika suasana grup mulai membosankan siswa-siswi boleh mengirimkan gambar-gambar lucu atau video lucu untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan namun harus tetap memperhatikan isi video maupun gambar lucu tersebut. Tapi harus di ingat bahwa jika suasana sudah kembali serius, maka semuanya itu wajib di tinggalkan. Selain itu satu hal lain yang di larang bahwa, siswa di larang mengirim emoticon terlalu banyak dan jempol terlalu banyak yang hanya untuk memenuhi obrolan sehingga siswa lain akan sulit menemukan materi pembahasan.

Kaitan dengan COVID-19 : Siswa di wajibkan untuk membantu membagikan informasi-informasi terbaru mengenai Perkembangan virus ini, agar di ketahui bersama untuk melindungi diri sendiri dari terjangkitnya virus ini. Tapi harus di ingat bahwa jika suasana sudah kembali serius, maka semuanya itu wajib di tinggalakan. Selain itu satu hal yang di larang bahwa, siswa di larang mengirim emoticon terlalu banyak dan jempol terlalu banyak yang hanya untuk memenuhi obrolan sehingga siswa lain akan sulit menemukan materi pembahasan.


Video Materi Pembelajaran dan Ruang Obrolan Grup Kelas (Graciela Do Nacimento)

Selamat Datang Di Kelas Online Kami
Guru menyampaikan penjelasan melalui video yang berdurasi 5 menit, dengan materi yang padat,singkat dan jelas. Video tersebut kemudian di bagikan ke Group Group belajar yang telah di bentuk sebelumnya pada aplikasi Facebook, Messanger dan Whatsapp. Gambar di atas merupakan salah atu contoh dari berapa video yang di buat oleh guru dan di bagikan kepada siswa.

Video Pembelajaran yang telah di share ke Group dan akun akun facebook maupun WA yang dapat di jangkau oleh siswa, selanjutnya guru memberikan wewenang dan kewajiban kepada siswa atau siapa saja yang membutuhkan materi ini untuk terus dibagikan agar terjangkau dan di dapat oleh semua siswa. Guru terus memantau sejauh mana materi yang diberikan sampai kepada semua siswa, dan mengingatkan siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang di berikan mengingat tugas tugas yang diberikan guru selama masa DIRUMAHKAN akan menjadi sumber penilaian.

Guru memberikan tugas tertulis kepasa siswa melalui Goup Belajar yang telah di bentuk, selanjutnya siswa di minta untuk mengerjakan dan mengumpulkannya kepada Guru dengan mengirimkan hasil kerja mereka di Group untuk di periksa, dinilai dan di berikan feedback oleh guru melalui ruang obrolan group atau ruang chattingan pribadi. Siswa mengerjakan tugas yang di instruksikan oleh guru dan mengumpulkan melalui obrolan pribadi pada facebook , melalui Messanger dan juga Whatsapp . siswa menuliskan tugasnya pada kertas kemudian memfoto dan mengirimkan kepada guru, hal ini mudah karena facebook telah membuat fitur mode gratis.

Guru membuat ringkasan materi berdasarkan RPP, kemudian membagikan kepada siswa ke masing masing Group Belajar untuk di baca dan di pelajari sendiri. Selanjutnya guru menugaskan siswa untuk mencari sebanyak banyaknya materi tentang topic yang dibahas kemudian membagikannya ke dalam obrolan grup sehingga banyak materi yang akan tampil pada obrolan, sengan demikian siswa yang tidak memiliki pulsa data lebih, bisa juga ikut membaca dan mempelajari. Siswa yang banyak membagi materi dalam obrolan Group akan mendapat penambahan point untuk nilai tugas.

Siswa berperan aktif dalam mencari informasi, materi dan data dengan menggunakan internet, atau mencari pada buku buku sumber lain. Hal ini dilihat dari materi materi yang berhasil siswa bagikan dalam Grup. Guru tetap memantau dan mengikuti perkembangan siwa di group. Guru melakukan diskusi dan Tanya jawab tentang materi ataupun tentang prosedur mengerjakan tugas yang benar.

KBM yang meliputi pemaparan materi, diskusi, sharing infromasi, evaluasi dapat di laksanakan melalui media media sosial yang menjangkaui siswa. Walau hasil yang diperoleh kurang maksimal karena tidak semua siswa memiliki handphone, pulsa data dll, namun sebagian siswa dapat tetap belajar walau tidak bertatap muka.

Lancarkah Online Learning kami?
Lancarkah dan tidaknya adalah sebuah obyektifitas yang terjadi secara real sepanjang proses pembelajarn kami. Akan tetapi kami terus mengadaptasikan diri kami dengan keadaan kami. Hal yang menjadi kendala besar adalah belum adanya listrik. Ada beberapa siswa saya yang tinggalnya di daerah pedalaman, di mana penerangan satu-satunya yang dipakai adalah lampu pelita, jelas jika penerangan saja tidak ada tentu saja sinyal komunikasipun tidak ada. Selain belum adanya listrik, beberapa siswa saya juga belum memiliki handphone, hal ini di karenakan faktor ekonomi masyarakat yang belum sejahtera atau cukup. Masalah yang berikunya adanya, siswa tidak memiliki uang untuk membeli pulsa data. Bisa di bayangkan seperti apa masalah mereka di tambah lagi dengan kehadiran virus corona ini?


Melaksanakan pembelajaran online dengan dilatarbelakangi permasahan seperti tentu lumayan berat, akan tetapi ada hal yang membuat saya tetap semangat berbagi dengan siswa siswi saya yaitu, mereka punya semangat untuk terlibat aktif dalam diskusi kami. Siswa yang tidak memiliki handphone berusaha mengerjakan dan mengirim tugas kepada saya dengan meminjam handphone dan akun temannya. Ada beberapa akun yang satu pemiliknya tapi ketika saya cek ternyata tugas yang dikirimkan merupakan milik dari setiap siswa yang berbeda. Beberapa siswa mengirimkan tugas kepada saya dengan di tambahkan pesan “ Sorry mom I am late to send my task. I need to find out the signal on the top of hill, far from my home”. Ada juga yang lain mengirimkan tugas kepada saya dengan pesan tambahan “ Mom sorry The camera is not good enough to take the picture, sorry”. Ada lagi yang mengirimkan tugas beserta foto selfinya di Simpang Lima Atambua , kemudian menambahkan pesan “ Mom, Sorry.. I just buy Pulsa Internet, my first time see atambua after quarantine 4 weeks”. Marah? Jelas tidak. Saya justru berterima kasih pada mereka yang masih terus bersemangat ditengah badai corona yang menyeramkan. Yang kami butuhkan adalah kerjasama dan niat serta semangat yang besar untuk belajar dari yang serba kekurangan. Saya memiliki beberapa siswa yang ketika saya selesai membagikan materi ke akun pribadi mereka, dengan senangnya mereka bilang “ Mom..i will share those material to others..and I will help you to explain to them, thank you mom”. Lantas, apa lagi yang perlu saya jadikan alasan untuk berhenti berbagi pengetahuan kepada mereka?

Siswa/i SMAN Tasifeto Timur (Isabela Xavier)

Benar, kami belajar dari tempat terpojok tersudut di Indonesia ini, tapi kami ingin seluruh dunia tahu bahwa, dari kekurangan kami kuat, dari kekurangan kami berjuang, dari kekurangan kami bertahan, dan dari kekurangan kami berkarya. Ingatlah bahwa cahaya lilin tidak akan terlihat indah di tempat yang terang, tapi cahaya lilin akan bercahaya dan terlihat indah dalam kegelapan. Long live Education. Salam Merah Putih dari batas Negeri.


Name

Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,2,Beasiswa,1,Belajar,1,Bisnis,4,Budaya,6,Cerita,7,Crowdfunding,1,Dari Komunitas,1,Desa,1,Ekonomi,1,Featured,6,Features,1,Fulan Fehan,1,Hukum,13,Internasional,1,Karir,5,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Komunitas,1,Leadership,1,Lowongan kerja,4,Menyenangkan,1,Milenial,2,Motivasi,14,Olahraga,1,Opini,111,Pemimpin,1,Pendidikan,16,Pilihan Redaksi,8,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,21,REFLEKSI,2,Review,1,Sosial,28,Teknologi,2,Tips,11,Travel,10,YummyApp,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Antara Covid-19, Online Learning, Dan Rindu, SMAN Tasifeto Timur Berkisah
Antara Covid-19, Online Learning, Dan Rindu, SMAN Tasifeto Timur Berkisah
https://1.bp.blogspot.com/-C-9zfsg65-g/Xrz7ThkQiyI/AAAAAAAAAJc/u_9J0sFLciUfwHjaLgsi8pCbMNo1M_B8ACK4BGAsYHg/w400-h266/FB_IMG_1589440678714.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-C-9zfsg65-g/Xrz7ThkQiyI/AAAAAAAAAJc/u_9J0sFLciUfwHjaLgsi8pCbMNo1M_B8ACK4BGAsYHg/s72-w400-c-h266/FB_IMG_1589440678714.jpg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/05/antara-covid-19-online-learning-dan.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/05/antara-covid-19-online-learning-dan.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content