Pancasukacita Pandemi COVID-19 Bagi Bumi. Apa kadomu untuk Hari Bumi?

SHARE:

Pancasukacita Covid19 bagi Bumi : Polusi Udara menurun, Sungai dan Laut Kembali Jernih, Penghematan Kertas Berskala Besar, dan Produksi Sampah menurun

Baca Juga :

Pada tanggal 22 April 2020 lalu, dunia merayakan Hari Bumi yang ke 50. Hari Bumi ditetapkan pertama kali pada di Seatle, USA pada tanggal 22 April 1970. Di moment ulang tahun Hari Bumi 50, ada satu refleksi sederhana yang perlu kita dalami tentang situasi bumi saat ini di tengah pandemi COVID 19. Perayaan Hari Bumi tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bila perayaan sebelumnya para pencinta bumi mengeluh dengan carut marut bumi yang kotor tercemar oleh polusi, limbah dan sampah, pada tahun ini para pecinta bumi justru merayakan Hari Bumi dalam satu sukacita besar. 

Memang benar, perayaan Hari Bumi di tengah pandemi tidaklah mengenakkan mengingat saat ini tingkat kematian akibat pandemi ini meningkat setiap hari. Tetapi kematian itu adalah bagian dari hukum kodrat sebab manusia adalah bagian dari bumi. Dan kematian itu sendiri adalah bagian dari perbaikan diri bumi untuk menghasilkan hal-hal yang baru. “Jika biji gandung tidak jatuh dan mati, maka ia seorang diri tetapi jika ia mati ia akan menghasilkan kehidupan. Firman ini sedang meneguhkan bumi dalam memperbaiki dirinya. Di tengah situasi pandemi ini, ada satu kabar gembira bagi bumi. Di mana bumi sedang dibaharui oleh pandemi COVID 19, dengan kado istimewa yang terbungkus dalam 5 kabar gembira bumi.

Kabar gembira Pertama, Polusi Udara menurun.
Penurunan polusi udara di Jakarta dan di negara-negara lain terjadi secara signifikan di tengah situasi pandemi. Dengan adanya gerakan tinggal di rumah, Pembatasan Sosial Berskala Besar telah membawa dampat positif bagi kualitas udara di kota-kota besar. Untuk wilayah Jakarta, dengan adanya wabah ini, warga Jakarta bisa melihat puncak gunung Salak dan Gede di Bogor sebab tidak terhalangi oleh cerobong asap yang mengepul dari pabrik. Dalam berita yang disiarkan oleh tvone Sabtu (6 Juni 2019), dikabarkan bahwa Kota Jakarta adalah kota dengan polusi udara tertinggi di Asia Tenggara. Hal ini disebabkan oleh emisi kendaraan dan juga pabrik-pabrik yang menghiasi ibu kota. Lalu untuk pertama kali juga puncak Gunung Himalaya terlihat jernih dalam beberapa dekade terakhir.

Polusi nitrogen dioksida di barat daya Amerika Serikat turun 30 persen. Tingkat polusi udara di Roma, Italia pada pertengahan Maret hingga pertengahan April turun 49 persen dibandingkan tahun lalu. Ilmuwan atmosfer NASA Barry Lefer mengatakan udara dari Boston ke Washington berada di tingkat paling bersihnya sejak NASA mulai mengukur nitrogen dioksida di daerah itu pada tahun 2005 lalu. Ia mengatakan sebagian besar polusi disebab oleh pembakaran bahan bakar fosil, polusi itu memiliki jangka waktu yang pendek sehingga udara pun semakin bersih.

Berdasarkan perhitungan NASA dibandingkan lima tahun sebelumnya pada bulan Maret lalu, polusi di Paris turun 46 persen, Bengaluru turun 35 persen, Sydney 38 persen, Los Angeles 29 persen dan Rio de Janeiro turun 26 persen, dan Durban 9 persen. Dan kualitas udara kota New Delhi mencapai tingkat yang tinggi sebab selama ini Kota ini menempati posisi pertama dunia sebagai kota yang berpolusi.

Pencemaran udara ini mengakibatkan pelbagai penyakit kronis seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, penurunan IQ dan gangguan saraf serta impotensi. Dampak negatif yang kedua adalah mulainya proses pemanasan global. Lapisan CO2 itu bertahan pada lapisan atmosfer dalam jangka waktu yang panjang. Lapisan ini memantulkan panas dari bumi dan panas tersebut tetap “meliputi” bumi dan berpengaruh terhadap bumi. Sementara itu NASA, memberi apresiasi bahwa saat pandemi udara bumi bersih hal ini terjadinya penurunan emisi nitrogen dioksida yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, di negara-negara Industri Eropa, Amerika Utara dan Asia Timur.

Kabar Gembira Kedua, Sungai Dan Laut Kembali Jernih.
Satwa liar pun mulai kembali berkeriapan, ikan dan angsa pun berenang ria di sungai Venesia yang bersih karena tidak dilewati oleh kapal-kapala selama pandemi. Dan bioata Laut boleh menjadi penguasa dan bersukaria di laut dan permukaan laut tanpa terancam oleh manusia. Hal ini membuat ubur-ubur pink berani memunculkan diri ke permukaan laut karena semua tempat wisata pantai ditutup. Peristiwa langkah ini terjadi di pantai Palawan Filipina.

Kabar Gembira Ketiga, Penghematan Kertas Berskala Besar.
Kebijakan pemerintah untuk melakukan PSBB juga berpengaruh pada proses belajar mengajar di tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Menyikapi hal ini, Kementrian Pendidikan Nasional memutuskan; belajar dari rumah secara online, kerja tugas dan pengirimannya pun secara online, konsultasi Skripsi dan tesis pun secara online. Dan yang paling fenomenal dalam dunia pendidikan adalah pemembatalkan UN SD-SMA. Sungguh ini adalah kado istimewa dan kemenangan bumi kita di saat perayaah Hari Bumi ke 50. Keputusan pemerintah ini adalah kabar sukacita bagi bumi dan hutan nasional. Langkah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini secara tidak langsung telah menyelamatkan ratusan pohon di hutan nusantara sebab pulp atau bubur kertas yang digunakan untuk mencetak soal Ujian dan juga tugas-tugas, berasal dari pohon cemara, pinus, kayu putih, akasia aspen dan batang bambu. Dengan demikian, kita telah menyelamatkan bumi dan hutan kita menghasilkan kualitas udara yang sehat.

Untuk diingat bahwa tingkat konsumsi kerta di Indonesia pada tahun 2005 mencapai 8,3 juta ton. Konsumsi perorang untuk dapat memenuhi kebutuhan pendidikan hingga akhir 30-40 kg kertas per tahun. Bisa dibayangkan berapa pohon yang ditebang untuk memproduksi pulp guna menghasilkan kertas. Sementara ekspor pulp Indonesia tahun 2019 mencapai 110.000 ton dan Indonesia adalah negara produsen pulp terbesar kesembilan dunia ( Cina, USA, Jepang, Jerman, Kanada, Korsel, Finlandia, Swedia, Indonesia dan Brazil), dan produsen kertas ke enam dunia (Cina, USA, Jepang, Swedia, Jerman, dan Indonesia).Kabar Gembira Keempat, Kemacetan kota-kota Besar pun mengecil.

Dengan adanya gerakan tinggal di rumah, kerja dari rumah, kamacetan kota-kota besar menurun. Kita pernah ditegur oleh Paus Fransiskus dalam Laudato Si’ art 153 persoalan kemacetan di kota-kota bersar diakibatkan oleh banyak mobil hanya digunakan oleh satu dua orang bekeliling kota sehingga lalu lintas menjadi macet, meningkatnya polusi. Rupanya dengan pandemi ini, dunia baru bisa benar-benar mengurangi laju kepergian. Saat ini di kota-kota besar situasi jalanan umum sepih sehingga boleh menyumbang bagi perbaikan kualitas udara.


Perisitwa Gembira kelima, Produksi Sampah di Tempat Umum, dan Tempat Rekreasi Menurun.

Gerakan lockdown dan pembatasan sosial berskala besar oleh beberapa negara dunia membawa dampat positif yang sangat luar biasa dalam hal produksi sampah. Dengan adanya penutupan tempat-tempat rekreasi dan juga usaha-usaha kecil, daya beli pun menurun dan hal ini kemudian membawa dampak positif di mana sampah-sampah di tempat umum diminimalisir dengan adannya gerakan tinggal di rumah.

Ketika semua negara melakukan Lockdown, alam boleh memulihkan segala sesuatu, mengembalikan air yang jernih, udara yang sehat dan cerobong asap pabrik terlihat sepi. Ulah manusia laut dan sungai dan hutan tercemar. Mari kita buka memori terkait ulah manusia yang begal. Pencemaran laut oleh tumpahan minyak mentah yang teradi di teluk Balikpapan Kalimantan Timur, perairan laut Timor dan banyak petani rumput Laut Rote mengalami kerugian yang besar. Dan yang terbaru di Nusantara adalah Kemudian tumpahan minyak mentah di Karawang, Jawa Barat, yang mencemari lautan dan dampaknya tujuh desa di sekitarnya mengalami kesulitan untuk melaut sebab limbah minyak telah mengotori perairan mereka.

Dampak pencemaran udara ini dapat dilihat dalam dunia tumbuhan, hewan dan manusia. ribuan ikan mati di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagaimana yang diberitakan dalam Liputan 6 Hidup dan kesehatan manusia dapat terganggu sebagai akibat pencemaran udara. Faktanya sekitar tahun 1988 dilaporkan bahwa 14.000 danau di Kanada telah mati dalam arti tidak mengandung gejala kehidupan dan 40.000 danau lainnya sedang dalam proses menuju ke sana. Kebakaran reaktor nuklir di Meksiko, kebakaran hutan di Riau, Kalimantan dan Australia dan Ukraina, merupakan ulah manusia.
Masyarakat juga menyadari banyak hewan yang berkeliaran di tempat yang tidak biasanya. Koyote berjalan-jalan di sekitar pusat kota Michigan Avenue, Chicago dan Golden Gate Bridge, San Francisco. Puma mengaum di jalan-jalan Santiago, Chili. Kambing-kambing mengambil alih kota di Wales. Satwa liar di India semakin berani, dapat dilihat ketika monyet-monyet masuk ke dalam rumah dan membuka kulkas mencari makanan.

Pancasukacita bumi adalah kado ulang tahun Hari Bumi dari Pandemi COVID 19. Apa kadomu untuk Hari Bumi 50? Selamat Hari Bumi 50.

Penulis : Yohanes Adrianus Siki
Pancasukacita  Pandemi COVID-19 Bagi Bumi
Photo by Porabak. Via Pexels.com
Fianosa.com merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi generasi muda menulis tentang apa pun. Submit tulisanmu secara mandiri lewat link ini ya.
Name

Agama,1,Anti Korupsi,2,Aplikasi,1,Aplikasi Resep Masakan,1,Atambua,9,Baby Boomer,1,Banyuwangi,1,Bawaslu,2,Beasiswa,6,Beasiswa Jadi PNS,1,Beasiswa Pemuda Mendunia,1,Beasiswa SejutaCita,1,Belajar,2,Bisnis,4,BUCIN,1,Budak CInta,1,Budaya,8,Cerita,9,Cerita Pendek,4,CIASTECH 2020,1,Cinta,1,Cipta Kerja,1,Coding,1,Covid-19,11,Crowdfunding,1,Damai,1,Dana Desa,1,Daniel Osckardo,6,Debat Pilkada,1,Demokrasi,1,Desa,1,Desember,1,Diego Maradona,1,Digital,1,Edhy Prabowo,1,Ekonomi,11,Empat Agenda Seorang Pemulung,1,English Corner,4,English Poem,1,Event,3,Event Hunter Indonesia,1,Featured,3,Features,1,Filosofi Stoisisme,1,Fourth Industry Revolution,1,Fulan Fehan,1,Gabriel Kristiawan Suhassatya,3,Ganja,1,Gemerlap Kota,1,Generasi Alpha,1,Generasi Z,2,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia,1,Gilbert Ryle,1,GMNI,1,google classroom,1,Gunung Ile Lewotolok,1,Gunung Meletus,1,Guru,2,Gus Mus,1,Hakordia,1,Hari Anti Korupsi Sedunia,1,Hari Bumi,2,Hari Guru,4,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Kesehatan Dunia,1,Hari Lingkungan Hidup Sedunia,1,Hidroponik,1,Himpunan Mahasiswa Islam,2,HMI,2,Home Education,1,Hubungan,1,Hujan,1,Hujan Untuk Kita,1,Hukum,21,Hukum Film,1,Ide Kreatif,1,Indonesia,3,Influencer,1,Internasional,1,Isak Tangis,1,Islam,3,Islam Kejawen,1,Jhoni Lae,3,John Rawls,1,Juliari Batubara,1,Kaboax,1,Karir,10,Kemenangan,1,Kesehatan,1,Kesejahteraan Masyarakat,1,Komunikasi,1,Komunitas,2,Koperasi,1,Korupsi,1,Kuliah Kerja Nyata,1,Kupang,1,Leadership,1,Lelaki Berkumis Tipis,1,Lembata,1,Liburan Kuliah,1,Lomba,4,Lomba Karya Tulis Ilmiah,2,Lomba Menulis,2,Lowongan kerja,5,Mahasiswa,6,Malang,1,Mama,1,Mandiri Tunas FInance,1,Maret,1,Matematika,1,Membaca,1,Meningkatkan Fokus,1,Menteri Sosial,1,Menyenangkan,1,MICIN,1,Milenial,16,Millenial,6,Miskin Cinta,1,Motivasi,12,MTQ Nasional 28,1,Muhamad Sulaeman,3,Nadiem Anwar Makarim,1,New Normal,1,NTT,5,Olahraga,2,Omnibus Law,2,Opini,172,Opinion,3,Pahlawan Tanpa Nama,1,Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,1,Pancasila,1,Pandemi Covid-19,1,Pantai Pasir Putih Atambua,1,Paskah,2,Paulo Freire,1,Paus Fransiskus,2,Pemilihan Umum,1,Pemilu,1,Pemimpin,1,Pemulihan Ekonomi,3,Pendidikan,32,Pengabdian,1,Penguatan Bawaslu,1,Perkawinan,1,Petuah Sukma,1,Pilihan Redaksi,18,Pilkada,1,Politik,4,Potensi Diri,1,Print Uang,1,Printing Money,1,Profesi,1,Psikologi,1,Publik Speaking,1,Puisi,39,Puisi Tentang Hujan,1,Puisi Tentang Ibu,1,Quarter Life Crisis,1,Qudwahits Reborn,1,Quote,1,Quotes Kata-Kata Bijak,1,R.A Kartini,1,Ramalan Zodiak,1,Redeskripsi Sastra,1,REFLEKSI,1,Review,1,Revolusi Industri,4,Ronaldo Filipus Nara,5,Ruang Rindu,1,Sabut Kelapa,1,sastra,26,Sejuta,1,Senja,1,Senja dan Rindu,1,Sentilan Pagi,1,Senyum Rembulan,1,SJ182,1,SMA,1,SMA 7 September 99 Atambua,3,SMP,1,SMP 7 September 99 Atambua,2,Sobat Cinta,1,SOCIN,1,Sociopreneurship,1,Sosial,62,Sriwijaya Air,1,Status Sosial,1,Sumatera Barat,1,Tahun Baru 2021,1,Tanggung Jawab,1,Teknologi,3,Teori Psikologi Adler,1,Teroris,1,Terorisme,1,The Sunrise Of Java,1,Theory Of Justice,1,Tips,23,Tips Kepemimpinan,1,Trash Hero Belu,1,Travel,11,Tuhan Bangkit,1,Ulang Tahun,1,UMKM,2,Universitas Muhammadiyah Malang,1,Universitas Timor,1,Utilitarianisme,1,Virus Corona,7,Webinar,3,Website,1,Wirausaha,1,Wisata,2,Yayasan Nusa Timur,7,YummyApp,1,Zodiak,1,zoom,1,
ltr
item
Inspiring Everyone - Fianosa: Pancasukacita Pandemi COVID-19 Bagi Bumi. Apa kadomu untuk Hari Bumi?
Pancasukacita Pandemi COVID-19 Bagi Bumi. Apa kadomu untuk Hari Bumi?
Pancasukacita Covid19 bagi Bumi : Polusi Udara menurun, Sungai dan Laut Kembali Jernih, Penghematan Kertas Berskala Besar, dan Produksi Sampah menurun
https://1.bp.blogspot.com/-74btkVj0yII/X7iKd_uQyPI/AAAAAAAAFhU/YnkpeiM-aV0qD2MAO0uwbq7-UYNYIz62gCLcBGAsYHQ/w640-h426/pexels-photo-346885.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-74btkVj0yII/X7iKd_uQyPI/AAAAAAAAFhU/YnkpeiM-aV0qD2MAO0uwbq7-UYNYIz62gCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/pexels-photo-346885.jpeg
Inspiring Everyone - Fianosa
https://www.fianosa.com/2020/04/pancasukacita-pandemi-covid-19-bagi-bumi.html
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/
https://www.fianosa.com/2020/04/pancasukacita-pandemi-covid-19-bagi-bumi.html
true
3872901063732751062
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All REKOMENDASI UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content